
Sementara itu di tempat lain. Lovely mulai membuka kedua matanya. Kepalanya masih terasa pusing karena efek obat bius yang sudah diberikan oleh dua pria tak dikenal itu.
"Kepalaku pusing banget, aku ada di mana?" Lovely memegangi kepalanya sambil bangun dan melihat sekeliling. Ia melihat dirinya sedang berada di sebuah kamar.
Lovely segera beranjak dan melihat kamar siapa yang sedang ia tempati. "Astaga, apa yang terjadi? Kenapa aku berada di dalam kamar ini?"
Gadis itu bingung dan ia pun mengingat-ingat jika dirinya berniat pergi ke rumah Arga. Tapi ditengah perjalanan ia dihadang oleh dua orang tak dikenal.
"Tidak mungkin, aku harus segera pergi ke rumah Madam Desy, aku harus segera mengatakan kepada mereka jika Ray adalah adiknya Arga. Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu dengan orang-orang jahat. Kenapa mereka membawaku kemari!"
Lovely pun mulai panik. Ia pun mencoba melarikan diri dari kamar tersebut dengan mencari jalan pintas agar dirinya bisa bebas. Karena pintu kamar itu terkunci dari luar.
Di saat Lovely berusaha untuk melarikan diri. Tanpa sengaja Ia mendengar suara seseorang yang sedang berbicara dari luar kamarnya.
Suara itu sangat Lovely kenal dan suara itu spontan membuat Lovely membulatkan matanya.
"Tidak mungkin, itu seperti suara bajingan itu!" pikir Lovely sambil terus memastikan jika itu benar adanya suara Bisma.
Sedangkan di luar kamar. Kedua pria yang menculik Lovely sedang berbicara dengan Bos mereka yang tak lain adalah Bisma.
__ADS_1
"Dia ada di dalam kamar, Bos!"
Bisma tersenyum dan memberikan upah untuk kedua orang itu.
"Kerja kalian sangat bagus. Ini untuk kalian!"
Kedua pria itu menerima uang pemberian Bisma dengan senang.
"Terimakasih banyak, Bos! Ini sudah sangat cukup bagi kami," balas kedua pria itu sambil mencium aroma uang yang diberikan Bisma kepadanya.
"Sekarang pergilah!" titah Bisma kepada keduanya. Kedua pria itu pun segera pergi meninggalkan Bisma yang akan mendatangi kamar di mana Lovely berada.
"Bisma benar-benar brengsek! Apa sih maunya, nggak cukup apa dia sudah menghancurkan hidupku. Aku nggak bisa begini terus, aku harus segera pergi menemui Arga. Mereka harus tahu sebenarnya." Lovely pun terus berusaha untuk melarikan diri dari kamar itu. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang sedang memanggil Lovely yang saat itu sedang berusaha untuk melarikan diri.
"Mau kemana kamu, Sayang! Kamu tidak akan bisa pergi dari sini begitu saja."
Spontan Lovely membalikkan badan dan ia membulatkan matanya saat melihat seorang pria yang sangat dibencinya sedang berdiri di tengah-tengah pintu, memperhatikan Lovely dengan senyum seringainya.
"Bisma! Aku sudah menduganya. Ini semua pasti karena ulahmu. Lepaskan aku brengsek! Apa lagi yang kamu inginkan? Tidak cukup kah kamu membuat hidupku hancur? Demi Mama aku rela menyembunyikan perbuatan bejatmu. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Mama. Sekarang, apa lagi yang kamu inginkan?" Lovely sedikit berteriak saat berbicara kepada Bisma.
__ADS_1
Pria itu mulai berjalan mendekati Lovely dan menutup pintu kamar tersebut dan menguncinya.
"Jangan mendekat! Aku sangat muak melihatmu brengsek!" Lovely berusaha untuk menjauh dari Bisma yang terus berusaha untuk mendekati Lovely.
"Tidak ada yang bisa mendengarmu di sini, tempat ini jauh dari Mama dan adikmu. Aku suka sekali bermain denganmu, Sayang! Karena kamu benar-benar sangat membuatku kewalahan. Tidak seperti wanita tua itu, sebenarnya aku jijik berhubungan dengan Yolanda. Tapi, karena aku ingin mendapatkan segalanya dari dia. Iya, segalanya termasuk kamu dan ... adikmu! Tapi sayang sekali Cinta tidak ikut dengan bersama kalian. Karena sebenarnya aku sangat menginginkan gadis cantik itu. Sepertinya dia lebih menggoda daripada kakak dan Mamanya, dan sebentar lagi aku akan mendapatkan Cinta."
Bisma tertawa setelah mengatakan hal itu kepada Lovely.
"Cuiiihh! Menjijikkan. Manusia sepertimu tidak lebih dari seorang anj*ng! Biadab. Aku rasa Cinta tidak akan pernah kamu dapatkan. Arga tidak akan membiarkanmu hidup jika kamu berani menyentuh Cinta sedikit saja. Kamu pasti mati, Bisma!" teriak Lovely penuh kebencian.
"Hahaha ... benarkah? Arga akan membunuhku? Itu tidak mungkin Lovely, Sayang! Justru Arga akan membunuh Raymond Shawn. Aku sudah membuat mereka bermusuhan. Aku sudah tahu rahasia tentang mereka. Iya, aku tahu jika mereka adalah bersaudara. Dan itu sangat membuat suka, dua orang kakak beradik akan saling membunuh. Dan setelah itu dengan mudah Cinta akan kudapatkan. Salah satu diantara mereka pasti mati. Jika Ray mati, pasti Arga dipenjara. Dan jika Arga yang mati, Ray juga akan dipenjara. Dan Cinta akan lebih mudah kudapatkan. Gadis itu sudah membuatku tergila-gila!"
Lovely tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Bisma. Demi ambisinya untuk mendapatkan Cinta, pria itu sudah menghancurkan keluarganya.
"Aku bersumpah, kamu tidak akan pernah berhasil, Brengsek! Usahamu pasti gagal. Dan kamu yang akan mati!"
"Oh ya?" Bisma menarik tangan Lovely dan mencengkramnya kuat.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1