Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Eksekusi


__ADS_3

Akhirnya, Arga dan Ray meminta doa kepada sang ibu agar berhasil membebaskan Lovely dari cengkeraman Bisma. Hari ini mereka akan mengeksekusi dan akan memberikan pelajaran untuk Bisma. Tentu saja Arga sudah memerintahkan kepada anak buahnya untuk berjaga-jaga di sekitar markas Bisma dan bersiap menyerang tempat itu jika Arga sudah memberikan komando, demi agar Lovely mendapatkan keselamatan. Karena Bisma termasuk pria yang kejam dan tidak segan-segan melukai korbannya.


Arga dan Ray berpencar. Mereka pura-pura menjadi pengamen dan pemulung, agar anak buah Bisma tidak curiga. Sementara itu, Cinta mulai mengikuti perintah sang suami untuk berpura-pura menyerahkan diri kepada Bisma.


Sesuai arahan dari sang suami, Cinta mulai masuk ke dalam halaman rumah itu. Tentu saja Arga sudah melengkapi istrinya dengan senjata untuk membela diri dari Bisma. Sebuah pistol yang ia simpan di dalam tasnya.


Kedatangan Cinta disambut oleh anak buah Bisma yang sudah mengintai kedatangan Cinta untuk memastikan bahwa wanita itu datang sendiri tanpa ada yang mengikutinya dari belakang. Padahal, di belakang Cinta ada Arga dan Ray yang sedang menyamar, sehingga anak buah Bisma tidak mencurigai keberadaan pengamen dan pemulung. Disangkanya itu adalah pengamen sungguhan dan pemulung biasa.


Salah seorang anak buah Bisma memberi tahukan kepada pria itu jika Cinta sudah datang. Bisma yang saat itu berusaha untuk memperkosa Lovely kembali, mendadak ia meninggalkan Lovely yang terlihat berantakan karena berusaha berontak dari cengkeraman pria bajingan itu. Beruntung, Lovely tidak sampai diperkosa lagi oleh Bisma karena kedatangan Cinta mengalihkan perhatian pria itu.


"Permisi, Bos. Nona Cinta sudah berada di luar!"


"Cinta!!" Bisma kembali mengambil pakaiannya yang hampir ia lepaskan dan segera menghampiri Cinta yang sudah datang untuknya.


"Bagus, yang kutunggu-tunggu sudah datang. Gadis yang sangat aku dambakan dari dulu, akhirnya ia datang untukku. Cinta Sayang, I'm coming, Baby! Tubuhmu pasti sangat nikmat dan lebih menggairahkan, aku sudah tidak sabar ingin segera memilikimu,"


Mendengar ucapan dari Bisma. Lovely pun langsung berkata kasar kepada pria itu. "Laki-laki bangsatt! Kamu tidak akan pernah bisa memiliki Cinta, Arga pasti akan membunuhmu, dia akan datang ke sini dan dia akan mengulitimu Bisma, bukan hanya itu dia akan memotong senjata mu dan memberikannya kepada anjing jalanan, aku bersumpah akan meludahi wajahmu sebelum kamu mati, aku sangat membencimu!!"


"Diammm!"


Bisma mencengkam rahang Lovely dengan tatapan penuh emosi. "Tidak usah banyak bicara, bilang saja kalau kamu cemburu aku akan tidur dengan Cinta, bukan? Ayolah Sayang, jangan naif. Tapi sayangnya saat ini aku sedang tidak bernafsu denganmu, aku ingin menikmati Cinta dan merasakan betapa nikmat tubuhnya. Dia pasti lebih menggairahkan daripada kakak dan ibunya!!"


Bisma mendorong wajah Lovely sehingga gadis itu tersungkur di atas tempat tidur. Setelah itu tak menunggu lama, Bisma segera menyusul Cinta yang sudah masuk ke dalam perangkapnya.


Melihat sang istri yang sudah mulai masuk ke dalam rumah itu. Arga pun mulai beraksi. Arga yang sudah cetar dengan dandanannya dilengkapi dengan tambourine yang ia mainkan, berpura-pura mengamen di depan rumah di mana Bisma menyekap Lovely.


"Bertahanlah Sayang, sebentar lagi aku akan datang!" batin Arga yang sudah tidak sabar ingin segera menangkap dan menghajar Bisma.

__ADS_1


"Bang Toyib Bang Toyib kenapa tak pulang-pulang, anakmu anakmu panggil-panggil namamu ...!"


Arga menyanyikan lagu bang Toyib di depan rumah itu. Sambil waspada ia melihat beberapa penjaga rumah yang sedang berjaga-jaga di depan dengan membawa senjata. Sedangkan Ray, terlihat pura-pura mencari barang rongsokan di sekitar rumah itu dan sesekali ia melihat aksi Arga yang sedang mengalihkan perhatian para penjaga agar dirinya bisa masuk ke dalam rumah itu.


Seorang penjaga berusaha untuk menggoda Arga yang sedang menyamar. Seolah itu memang Arga lakukan untuk membuat anak buah Bisma terkecoh.


Salah satu diantara mereka mencolek pantat Arga dengan nakal.


"Cantik!!"


Spontan Arga berpura-pura genit dengan mencubit pipi pria yang sudah mencubit pantatnya itu.


"Sialan! Berani-beraninya nyolek-nyolek pantat eikeh. Nih pantat cuma boleh dirremas sama istri eimm, enak aja dia pegang-pegang, jijay!" batin Arga sambil berusaha mencubit pipi salah seorang anak buah Bisma.


"Huuuuhhh Abang nakal! Cubit-cubit eikeh. Dasar kurang ajar! Beraninya sama cewek, gue gampar lu. Uhh ... uhh ... rasain lu ... !"


Akhirnya, keributan Arga dan anak buah Bisma sejenak menyita perhatian Bisma dan ia pun tampak memarahi anak buahnya. Di saat itulah, Ray yang melihat jika semuanya tertuju pada keributan yang sengaja Arga ciptakan. Ray yang berpura-pura memulung langsung masuk menyelinap lewat jendela samping depan mencongkelnya. Di mana sebelumnya banyak penjaga yang sedang menunggu di sana. Karena jendela itu adalah jendela tepat di kamar dimana Lovely disekap.


Lovely yang berada di dalam kamar itu terkejut saat melihat orang yang tak dikenalnya mencoba mencongkel jendela itu.


"Siapa dia?" Lovely terus memperhatikan pria itu. Tak berselang lama, Ray berhasil membuka jendela itu dan ia pun masuk ke dalam kamar.


"Siapa kamu?" seru Lovely yang masih ketakutan. Ray menatap wajah gadis itu yang terlihat baru saja menangis, ia melihat Lovely yang juga terlihat berantakan.


"Kamu siapa?" Lovely terus bertanya-tanya, karena dirinya benar-benar tidak mengenali Ray yang saat itu sedang dalam mode penyamaran.


Ray terus mendekati Lovely dan langsung memeluknya. Spontan Lovely membulatkan matanya ketika tiba-tiba pria itu memeluknya.

__ADS_1


"Eh eh lepaskan aku, kamu siapa!?"


"Ssssttt! Jangan berisik, apa kamu tidak mengenalku, Lovely?"


Seketika Lovely mengusap wajah Ray saat ia mendengar jika itu adalah suara Ray.


"Ray, kau kah itu?" ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. "Hmm ...!"


Ray menganggukkan kepalanya sembari mencium tangan Lovely.


"Kenapa kamu jadi seperti ini?" tanya Lovely sambil memperhatikan penampilan Ray yang seperti gelandangan.


"Semua ini aku lakukan demi kamu, kamu tidak apa-apa, kan? Bisma tidak melakukan sesuatu padamu?"


"Tidak, aku tidak apa-apa, aku hanya ... aku hanya kangen sama kamu, aku mau pulang sama kamu!" Lovely memeluk Ray dengan erat, seolah hanya Ray saja yang membuatnya nyaman.


"Aku juga kangen sama kamu. Kamu tahu, aku sangat khawatir dengan kepergian mu tanpa izin dariku. Kenapa kamu harus pergi, aku tidak mau terjadi sesuatu kepadamu, Lovely!" balas Ray sambil mencium kening, pipi bahkan bibir gadis itu.


"Aku minta maaf, aku hanya ingin pergi menemui Madam Desy dan mengatakan jika dia adalah ibumu, Ray. Kamu dan Arga bersaudara, aku sudah tahu semuanya dari Pak Cipto, dan saat itu aku ingin memberikan kabar gembira ini kepada mereka. Tapi, diperjalanan tiba-tiba ada dua orang yang menghadang taksi yang aku tumpangi, dan selanjutnya itu aku tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba aku sudah berada di tempat ini dan Bisma lah yang sudah merencanakannya, dia memang pria bajingan!"


Ray melihat begitu bencinya Lovely kepada ayah tirinya itu.


"Kenapa kamu begitu membenci Bisma? Apa yang pernah ia lakukan padamu?" pertanyaan Ray seketika membuat Lovely gugup dan tidak tahu harus bicara apa.


"Ceritanya panjang, nanti aku jelaskan. Sekarang yang terpenting kita harus segera pergi dari tempat ini, dan kita bawa Cinta keluar. Aku tidak mau pria itu menyentuh adikku!"


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2