
Setelah satu bulan setelah tragedi tertembaknya Bisma oleh istrinya sendiri. Kini, tidak ada lagi yang bisa menghalangi kebahagiaan Lovely. Tepat di hari ini, ia akan menikah dengan Ray, adik seibu dari Arga.
Perasaan bahagia sungguh terpancar dari wajah Madam Desy. Akhirnya, kedua putranya mendapatkan kebahagiaan. Arga dan Cinta yang sebentar lagi akan memiliki anak, sedangkan Ray akan menikah dengan Lovely.
Ray dengan mudah mengucapkan ijab Kabul. Suasana sakral dan bahagia begitu kental. Apalagi Ray sudah sah menjadikan Lovely sebagai istrinya.
Madam Desy tampak berkaca-kaca ketika melihat kebahagiaan putra keduanya. Di saat mempelai pengantin sungkem kepada Madam Desy. Di situ air mata wanita setengah abad itu tidak bisa dibendung. Setelah puluhan tahun lamanya, ia berpisah dengan Alvaro atau Ray.
"Terima kasih banyak atas kasih sayang Mama, Ray sangat bersyukur memiliki ibu yang hebat seperti Mama. Ray sangat bahagia masih bisa merasakan kasih sayang dari Mama. Kami minta doa restu kepada Mama, tolong doakan pernikahan kami agar selalu bahagia!" Ray bersimpuh di hadapan Madam Desy sambil mencium tangannya.
Madam Desy mengusap puncak kepala sang putra sembari berkata, "Tentu saja Mama akan selalu mendoakan kalian. Semua anak-anak Mama selalu Mama doakan, semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek. Kamu dan Kakakmu adalah hidup Mama. Mama sangat menyayangi kalian semua dan kedua menantu Mama yang cantik-cantik. Bahagia untuk kalian semua, Nak! Mama cuma minta satu hal, berikan Mama cucu yang banyak."
Baik Arga dan Cinta tertawa kecil mendengar permintaan Madam Desy. Sedangkan Lovely terlihat memaksakan senyumnya karena ia merasa sedang tidak enak badan.
"Tentu saja Mommy. Aku dan Cinta pasti akan memberikan Mommy cucu yang banyak. Mommy minta berapa, dua, tiga, empat atau sepuluh, pasti Arga tidak keberatan, iya kan Sayang?" seru Arga sembari merangkul pundak sang istri.
Cinta cuma meringis sambil memijit pelipisnya. "Sepuluh? Hamil sepuluh kali?" Cinta mulai membayangkan apa jadinya jika dia hamil sepuluh kali.
Arga tersenyum dan memeluk istrinya. "Hmm ... aku cuma bercanda. Aku tidak mungkin setega itu membuatmu kepayahan. Jika nanti kamu minta stop hamil aku tidak masalah, asalkan goyangannya tidak akan pernah stop." bisik Arga yang membuat telinga Cinta merasa geli.
"Dasar Tuan Arga!!" Cinta mencubit pinggang suaminya.
Sementara itu, Ray pun juga merangkul Lovely yang kini sudah sah menjadi istrinya sembari berkata, "Dan Mama juga jangan khawatir, aku dan Lovely juga tidak mau kalah sama Mas Arga. Kita juga akan berikan cucu kesebelasan untuk Mama, iya kan Sayang!"
Tiba-tiba saja Lovely lemas dan jatuh pingsan.
"Loh loh Lovely, kamu kenapa?" Ray terlihat begitu panik. Semuanya ikut panik karena tiba-tiba saja Lovely tak sadarkan diri.
__ADS_1
Ray segera membawa istrinya ke kamar. Sementara itu Cinta dan Madam Desy terlihat menemani Lovely. Arga segera menelepon dokter untuk memeriksa kakak ipar sekaligus adik iparnya itu.
Sedangkan Ray terus mendampingi Lovely sambil mencium tangan wanita itu.
"Lovely kamu kenapa? Jangan bikin aku khawatir gini dong. Kita belum melakukan malam pengantin. Kamu sudah nyerah!"
Mendengar pengakuan dari sang anak. Madam Desy pun tertawa kecil, "Hei, masih sempat-sempatnya mikir malam pengantin. Istrimu ini sedang pingsan, biar dia sehat dulu!" sahut Madam Desy.
"Kalau nggak di gas sekarang kapan lagi, Ma." sahut Ray.
"Kamu ini, besoknya kan bisa." Madam Desy terlihat menepuk jidatnya sendiri.
Akhirnya setelah beberapa saat, dokter datang dan segera memeriksa pengantin baru itu.
Semuanya menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. Entah apa yang dilakukan oleh dokter, Lovely diperiksa cukup lama. Lovely ditemani oleh Cinta di dalam. Sedangkan Ray, Arga dan Madam Desy menunggu dokter di luar.
Sementara itu di dalam kamar. Setelah dokter memeriksa kondisi Lovely, dokter menyimpulkan jika Lovely sedang mengandung. Tidak ada keluhan yang serius, semuanya normal. Gejala Lovely mengarah pada kehamilan trimester pertama.
Benar saja, hasil testpack itu positif dan Lovely dinyatakan mengandung 6 Minggu. Cinta pun terkejut dengan hasil testpack itu. Sang kakak sedang hamil, sedangkan mereka baru saja melakukan ijab Kabul.
"Kakak hamil, Dok? Kok bisa?" tanya Cinta penasaran.
"Tentu saja, Nona. Memang kakak Anda sedang hamil, dan hasilnya benar positif. Saya tidak berbohong dan saya pastikan Nona Lovely benar-benar hamil."
Mendengar ucapan dari dokter. Cinta pun menatap sang kakak dan bertanya, "Kakak sudah menabung duluan, ya?"
Lovely pun tersenyum malu dan mengakuinya.
__ADS_1
"Iya!" jawab Lovely singkat.
"Hmmm ... ternyata kalian berdua diam-diam menghanyutkan!" Cinta terlihat menggoda Kakaknya.
Setelah itu dokter keluar dari kamar Lovely dengan membawa sebuah kabar yang pastinya akan membuat semuanya terkejut.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" Ray tampak tidak sabaran ingin segera mengetahui kondisi sang istri.
"Tuan Ray tidak perlu khawatir, istri Anda baik-baik saja." balas sang dokter.
"Syukurlah, terus kenapa dia bisa pingsan, Dok?" tanya Ray menyelidik.
"Istri anda pingsan karena dia sedang mengandung. Selamat, ya! Istri Anda sudah hamil 6 Minggu dan selamat atas pernikahan kalian!"
Seketika Madam Desy dan Arga saling menatap.
"Lovely hamil!!" keduanya pun sangat terkejut dengan ucapan sang dokter. Ray pun terlihat begitu bahagia akhirnya Lovely hamil setelah kejadian malam itu.
"Ray ...!!" seru Madam Desy sambil berkacak pinggang kepada anak keduanya itu. Spontan Ray membalikkan badannya dan melihat ke arah sang Mama yang sedang menatapnya tajam.
"Hehehe Mama, anu itu Ma, cucu Mama sudah tumbuh. Sebentar lagi Ray juga akan punya anak sama seperti Mas Arga ...!"
Spontan Madam Desy menjewer telinga Ray sambil berkata. "Gitu ya! Diam-diam kamu rajin menabung, anak jaman sekarang sudah pintar membuat anak tanpa panduan. Hah ... Mama sebenarnya kesal sama kamu, tapi Mama juga sangat bahagia. Akhirnya Mama akan memiliki cucu lagi ...!" ucap Madam Desy sambil melepaskan jeweran dari telinga Ray.
Arga pun menyindir sang adik yang akhirnya bisa menghamili Lovely.
"Cieee ... ternyata kamu lebih pro dari aku, aku saja diajarin dulu sama istri. Tapi kamu nggak ada yang ngajarin udah bisa sendiri. Akhirnya jadi juga Ray junior!" bisik Arga yang membuat Ray tertawa.
__ADS_1
"Ya gimana lagi dong, Mas. Rasanya nagih sih, aku ulang-ulang saja terus." jawaban Ray spontan membuat kedua pria tampan itu tertawa.