Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Ikatan batin


__ADS_3

Sementara itu, Ray pun segera pergi ke rumah Arga untuk menyusul Lovely. Pak Cipto terus mengikuti Ray yang akan naik ke dalam mobil.


"Tuan muda, Anda mau kemana?" Pak Cipto berusaha untuk mencegah Ray.


"Aku harus membawa Lovely pulang, Pak. Untuk apa dia datang ke rumah laki-laki itu. Lovely benar-benar ceroboh!" ucap Ray sambil membuka pintu mobil.


"Tapi Tuan muda, Anda harus mendengar penjelasan dari saya dulu. Non Lovely datang ke sana untuk membantu Anda, Tuan!" seru Pak Cipto.


"Membantuku? Ayolah pak Cipto, Lovely tidak akan bisa membantuku, sepertinya aku harus memberikan pelajaran kepada si Arga. Kalau saja terjadi sesuatu kepada Lovely, aku tidak segan-segan membunuhnya!" Ray pun mulai menghidupkan mesin mobilnya tanpa mendengar penjelasan dari pak Cipto.


"Tuan muda tunggu! Anda dengarkan saya dulu, Tuan!" teriak pak Cipto saat mobil Ray mulai melaju keluar dari halaman rumah.


Ray tidak memperdulikan seruan pak Cipto. Pria itu pun terus saja pergi dan segera datang ke rumah Arga.


"Aku tidak bisa membiarkan Tuan muda melukai kakaknya sendiri. Aku harus mengikutinya!"


Tanpa pikir panjang, pak Cipto pun segera pergi dengan menggunakan mobil yang diantar oleh sopir.


"Kita ikuti Tuan muda, cepat!" titah Pak Cipto kepada sang sopir.


Ray yang sudah dipenuhi dengan emosi dan amarah. Pria itu tampak begitu geram. Baru saja Ia mendapati kenyataan Arga sudah mulai berani mencampuri perusahaannya. Kini, ia harus dibuat lebih emosi dengan kepergian Lovely tanpa seizin darinya.


"Lovely, untuk apa kamu datang ke sana? Kalau saja Arga berani melakukan sesuatu hal padamu. Aku tidak akan pernah biarkan dia selamat!"


*


*


*


Sementara itu di kediaman Madam Desy. Mereka sedang sarapan pagi sebelum berangkat aktivitas seperti biasanya. Pagi ini Madam Desy terlihat lebih pendiam tidak seperti yang ya selalu ceria dan selalu heboh.

__ADS_1


Cinta melihat wajah ibu mertuanya sedikit berubah. Seolah sang ibu mertua sedang memikirkan sesuatu setelah pembicaraannya dengan sang putra kemarin.


"Mommy, kenapa cuma dilihat doang makanannya? Apa makanannya tidak enak?" tanya Cinta.


"Oh Mommy tidak apa-apa kok. Mommy cuma malas makan pagi ini, kayaknya Mommy masih kenyang," jawab Madam Desy yang menarik perhatian Arga.


"Kenyang? Memangnya Mommy makan apa tadi? Makan angin?" sahut Arga.


"Ya ... Mommy sedang nggak nafsu makan aja, nggak tahu kenapa!"


Mendengar jawaban dari sang ibu. Arga pun mengatakan sesuatu agar sang ibu tidak perlu khawatir.


"Arga ngerti apa yang Mommy pikirkan. Kita pasti bertemu dengan Alvaro, yakinlah Mommy! Alvaro akan berkumpul bersama kita lagi. Setelah Arga menyelesaikan urusan Arga dengan Raymond Shawn. Arga akan fokus untuk mencari keberadaan Alvaro."


Sejenak Madam Desy mengerutkan keningnya saat Arga mengatakan jika dirinya sedang berurusan dengan Ray. Bukan hanya Madam Desy, Cinta pun ikut terkejut mendengar ucapan dari sang suami.


"Sayang, memangnya ada urusan apa kamu dengan Raymond Shawn?" tanya Cinta memberanikan diri. Karena sejatinya Arga tidak tahu jika Ray adalah mantan kekasihnya dulu.


"Raymond Shawn!!" Madam Desy menyebut nama itu lirih.


"Iya Mommy! Raymond Shawn, dulu kami adalah partner bisnis yang sangat dekat. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba dia datang membawa kekacauan dalam perusahaan kita. Padahal aku sama sekali tidak memiliki masalah dengan PT. Mangkubumi group. Dan itulah yang menyebabkan aku sangat marah." ungkap Arga yang seketika membuat Madam Desy membulatkan matanya ketika Arga menyebut nama perusahaan itu.


"Apa katamu, PT. Mangkubumi group?" seru Madam Desy yang seolah dirinya tidak asing dengan nama perusahaan itu.


"Iya, Mommy. Pasti Mommy sudah mengetahui nama perusahaan itu, kan? Dulu perusahaan itu dipimpin oleh almarhum Tuan Faruk. Setelah kematiannya 5 tahun yang lalu, perusahaan itu diwariskan kepada Raymond Shawn, anak Tuan Faruk satu-satunya. Sekarang, Raymond Shawn telah menjadi musuhku!" ungkap Arga dengan wajah kesalnya.


Cinta pun tidak berani bertanya lebih. Itu artinya hun sang suami dengan mantan kekasihnya sedang dalam kondisi memanas. Tidak mungkin ia mengatakan yang sesungguhnya jika Ray dan dirinya saling mengenal bahkan pernah memiliki hubungan khusus.


"Raymond Shawn anak dari Tuan Faruk?" seru Madam Desy yang mulai merasa jika ada sesuatu antara Raymond Shawn dan dirinya.


"Iya, Mom! Dia baru saja pulang ke Indonesia tiga Minggu yang lalu. Tapi, kepulangannya justru ingin mengacaukan perusahaan kita, dan aku tidak akan pernah biarkan itu terjadi. Dalam waktu dekat, perusahaan Raymond Shawn akan gulung tikar dan pria itu akan menjadi gelandangan!"

__ADS_1


"Tidak, Arga! Jangan lakukan itu!" sahut Madam Desy dengan tatapan seriusnya kepada Arga.


Tentu saja Arga sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini. Sang Mommy terlihat begitu marah kepadanya saat dirinya hendak menjatuhkan perusahaan Raymond Shawn.


"Apa maksud Mommy? Keputusan Arga sudah bulat. Arga tidak akan pernah mundur, pria itu sudah berani menyentuh Arga dan balasannya akan lebih kejam. Dia belum tahu siapa Arga," Arga menatap wajah sang Mommy yang kali ini terlihat begitu serius.


Cinta berusaha untuk menenangkan sang suami, "Sayang, sudah! Kamu yang tenang!"


Madam Desy masih ragu, apa mungkin Ray itu adalah Alvaro adalah putranya dengan Tuan Faruk? Karena Arga bilang jika Raymond Shawn adalah anak satu-satunya dari Tuan Faruk. Mantan suaminya.


"Apa mungkin Ray adalah Alvaro? Anakku." pikir Madam Desy.


Di saat yang bersamaan, tiba-tiba datang pelayan dengan sedikit tergesa-gesa. "Permisi Tuan, Madam! Ada seorang pria yang ingin bertemu dengan Tuan! Dia sepertinya marah-marah sekali. Apa kami usir saja pria itu?"


Spontan Arga menoleh kepada sang pelayan. "Seorang pria, siapa?"


Belum sampai sang pelayan menjawab pertanyaan dari Arga. Terdengar suara teriakan yang memanggil nama Arga dari arah luar.


"Arga, keluar kamu! Dasar pengecut, banci kamu! Kalau berani hadapi aku, di mana Lovely kamu sembunyikan!"


Arga pun segera pergi keluar untuk melihat siapa yang sedang berteriak kepadanya. Cinta dan Madam Desy mengikuti Arga dari belakang. Sedangkan Arga sudah terlihat mengepalkan kedua tangannya ingin sekali menghadapi pria yang sudah mengacaukan rumahnya hari itu.


Sesampainya di luar. Arga melihat Ray yang sedang berdiri di tengah halaman depan dihadang oleh penjaga keamanan. Pria itu tampak memaksa ingin masuk dan menemui Arga untuk mengambil Lovely.


"Raymond Shawn!" seru Arga ketika dirinya melihat Ray yang sedang berteriak kepadanya.


Ray melihat kedatangan Arga dan dua orang wanita dibelakangnya, yaitu Cinta dan Madam Desy. Sejenak Ray lebih fokus kepada wanita yang berada di samping Cinta. Iya, dia adalah Madam Desy, ibunda Arga.


Seolah ada sebuah ikatan batin, saat Ray menatap wajah Madam Desy, dirinya merasa begitu dekat dengan wanita itu, padahal baru kali ini Ray bertemu dengan Madam Desy untuk pertama kali.


Begitu juga dengan Madam Desy yang merasa jika Ray memiliki sebuah ikatan yang begitu dekat. "Siapa pemuda itu? Kenapa seolah aku pernah melihat wajah ini, tapi di mana?"

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2