
Sementara itu di luar, Bisma menyuruh anak buahnya untuk melerai pertengkaran itu. Di saat yang bersamaan. Lovely keluar dari kamar bersama Ray. Setelah itu ia melihat Cinta yang saat itu sedang berada di sebuah kamar dengan kondisi mulut yang sudah dibekap.
"Cinta, astaga!"
Lovely segera menghampiri adiknya. Sementara itu Ray terlihat sedang melawan anak buah Bisma yang mengetahui jika dirinya berhasil menyusup ke dalam kamar Lovely.
Anak buah Bisma memang sangat banyak. Ada puluhan orang yang menjaga rumah itu. Sehingga Ray harus ekstra hati-hati untuk melawan mereka. Apalagi mereka dilengkapi dengan senjata tajam.
Lovely segera melepaskan kain yang membekap mulut sang adik.
"Kakak!!"
"Kamu tidak apa-apa? Ayo kita pergi dari sini. Tempat ini sangat berbahaya. Pria itu bisa-bisa menghabisi kita semua. Dia itu iblis!" seru Lovely mengajak adiknya untuk segera keluar.
Saat mereka keluar dari kamar itu. Lovely melihat Ray yang sedang melawan anak buah Bisma yang banyak. Sejenak, Lovely tidak tega melihat Ray yang mengeluarkan darah dari hidungnya.
"Ray!!" panggil Lovely.
"Kalian pergilah dari sini! Jangan hiraukan aku. Aku pasti baik-baik saja, cepat pergi!" teriak Ray sambil menahan serangan dari pria-pria berotot suruhan Bisma.
"Tidak, Ray! Kita pergi bersama!" sahut Lovely yang masih tidak tega meninggalkan Ray bersama anak buah Bisma yang terus menghajarnya.
"Pergi kataku! Pergi Lovely!"
Lovely mulai menangis ketika anak buah Bisma ramai-ramai menghajar Ray.
"Kita harus pergi, Kak. Ayo!" Cinta tampak menarik tangan Lovely untuk segera keluar dari rumah itu. Namun sayang, sebelum kedua wanita itu pergi. Anak buah Bisma sudah mengepungnya.
"Kalian tidak akan semudah itu pergi dari sini!"
Akhirnya, anak buah Bisma kembali menangkan Cinta dan Lovely. Kedua gadis itu terus memberontak. Tapi, rupanya mereka tidak semudah itu bisa lepas dari cengkeraman Bisma.
Sementara itu di luar. Anak buah Bisma tidak bisa menghentikan perkelahian antara tukang Pengamen yang merupakan Arga dengan salah satu anak buah Bisma. Justru kondisi semakin memanas. Karena saat itu Arga justru menghajar satu persatu anak buah Bisma.
__ADS_1
Namun, diluar dugaan. Rupanya anak buah Bisma jumlahnya sangat banyak, ada sekitar puluhan orang yang menjaga rumah itu. Arga sedikit kewalahan ketika melawan mereka semua. Apalagi saat ia tahu Ray sudah berhasil ditangkap.
"Ray!"
Arga menghentikan pukulannya terhadap para anak buah Bisma. Ia tidak tega melihat adiknya berdarah lagi. Baru saja ia menghajarnya di rumah, sekarang Ray harus mendapat pukulan lagi dari anak buah Bisma.
Tiba-tiba, terdengar suara tepukan tangan dari Bisma. Pria itu tampak menyunggingkan senyumnya saat dirinya berhasil menangkap semuanya, termasuk Arga.
"Ck ck ck! Ini benar-benar di luar dugaanku! Wow kalian berdua memang cerdik. Menyamar sebagai pengamen dan pemulung. Wahhh patut diacungi jempol. Tapi sayang, kecerdikan kalian masih kalah dengan kelicikanku. Tidak semudah itu kalian bisa membawa Cinta pergi. Gadis itu akan menjadi milikku!"
"Diammm kau brengsek! Jangan pernah sentuh istriku! Jika kamu menyayangi nyawamu, jauhkan tanganmu darinya!" sahut Arga yang terlihat emosi saat Bisma berkata sembari menatap wajah Cinta dengan nafsu.
Bisma membalikkan badan dan menghampiri Arga yang sudah diikat dengan tali di tangannya, sehingga pria itu tidak bisa melepaskan diri, sehingga Bisma bebas melakukan apapun terhadap dirinya.
"Hei siapa kamu? Bukankah kamu seorang banci, Tuan Arga? Lihat dirimu? Ngaca, kamu itu seorang banci dan selamanya akan seperti itu. Kamu itu tidak pantas jadi suaminya Cinta. Lepaskan saja dia, dan biarkan aku yang menggantikan posisimu sebagai suaminya. Tentu saja aku akan memberikan banyak anak kepada Cinta. Iya, banyak anak hahaha!" Bisma tertawa jahat dan sangat bangga bisa membuat Arga marah.
"Kepaarat!!" Arga menatap penuh kebencian terhadap pria itu.
Setelah itu, Bisma berjalan ke arah Ray yang sudah tidak berdaya. Darah mengalir segar dari hidungnya.
"Bedebah Anda! Ternyata musuh besar ku selama ini adalah Anda, Tuan! Saya benar-benar tidak menyangka jika Anda adalah dalang dibalik semua ini. Dasar pengecut!" balas Ray sambil meludah.
"Terserah kamu ngomong apa aku sudah tidak perduli. Yang jelas tujuanku cuma satu yaitu mendapatkan Cinta. Sekarang aku akan membuat Cinta menjadi milikku, tidak ada yang boleh memilikinya." ucap Bisma sambil tertawa senang.
"Cinta tidak akan pernah kamu dapatkan! Tidak semudah itu kamu bisa menyentuh Cinta, karena manusia biadab sepertimu tidak akan pernah bisa menyentuhnya dengan mudah!" sahut Ray dengan kesal.
"Oh ya! Siapa bilang aku tidak bisa menyentuhnya? Kau tahu gadis ini?"
Bisma berjalan menuju ke arah Lovely yang juga sudah dipegangi oleh anak buah Bisma.
"Jangan sentuh dia, Bisma!!" teriak Ray ketika Bisma mulai mendekat Lovely.
"Apa katamu? Kau melarang ku untuk tidak menyentuhnya? Sayang sekali, aku sudah sangat puas menyentuhnya. Bukan begitu, Sayang! Katakan kepada pacarmu itu, sudah berapa kali aku menidurimu? Katakan padanya siapa yang sudah membuatmu kehilangan keperawanan? Katakan, jika Bisma Panega lah orang yang paling beruntung yang sudah mendapatkan keperawananmu secara cuma-cuma. Menikmati tubuhmu untuk kali pertama ...!"
__ADS_1
"Cuiiihh!"
Spontan, Lovely meludahi wajah Bisma ketika pria itu sudah membuka aibnya di depan Ray dan semuanya. Bisma langsung menampar lalu mencekik leher gadis itu dengan melototkan matanya.
"Gadis tidak tahu diuntung. Masih untung aku tidak membunuh mamamu si tua bangka itu. Kamu berani sekali meludahi wajahku?"
Dalam kondisi dirinya dalam cengkeraman Bisma. Lovely tetap mengatakan jika Bisma pasti akan mati. Gadis itu dengan penuh kebencian bersumpah akan memberikan makanan anjing dari senjata Bisma.
"Sebentar lagi, anjing-anjing yang ada di jalanan akan menikmati bagian tubuhmu yang laknat itu. Kematianmu akan sangat menderita Bisma, kamu manusia iblis. Kamu tidak layak mendapatkan belas kasihan!"
Bisma tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari Lovely. Ia pun melepaskan leher gadis itu sehingga Lovely terlihat terbatuk-batuk.
"Apa kamu bilang? Aku mati? Bukan aku yang akan mati. Tapi kalian semua. Hanya satu orang yang tidak akan aku bunuh. Yaitu dia ...!" Bisma menunjuk ke arah Cinta yang saat itu sedang diikat dengan tali pada kedua tangannya.
Bisma mendekati Cinta dengan tatapan penuh gairah.
"Jangan dekati dia, Brengsek!" Arga terus berteriak sambil berusaha untuk melepaskan ikatan di tangannya. Tapi Bisma tidak memperdulikan Arga. Pria itu tetap mendekati Cinta dan perlahan ia melepaskan kancing baju gadis itu.
"Apa yang kamu lakukan, Brengsek! Jangan sentuh aku!" Cinta berusaha untuk menggerak-gerakkan tubuhnya agar Bisma kesulitan untuk membuka bajunya.
"Diam! Jangan banyak gerak! Sudah terlalu lama aku ingin melihat tubuhmu, Sayang! Sedari dulu aku sudah menyukaimu. Tapi Kamu tidak peka sama sekali. Kamu sibuk dengan teman-temanmu, padahal aku selalu mengharapkan agar kamu cintai. Tapi justru kamu berpacaran dengan pria itu. Kamu benar-benar harus mendapatkan hukuman dariku, apalagi sekarang kamu malah menjadi istrinya si banci itu. Apa yang kamu lihat darinya? Dia itu banci, dia tidak akan pernah bisa memuaskanmu!"
Cinta langsung menyela perkataan Bisma dengan membela suaminya. "Siapa bilang suamiku banci? Kamu yang banci Tuan Bisma. Suamiku adalah pria sejati dan aku sangat mencintainya. Suamiku adalah pria terhebat yang ada dalam hidupku, aku rela menyerahkan jiwa raga ini untuknya. Karena dia memang pantas untuk mendapatkan cinta dariku. Tidak seperti Anda yang hanya bisa menjadi penjahat kelamin. Aku sangat jijik sekali dengan kelakuan Anda yang tidak jauh berbeda dengan binatang, anj*Ng!"
Tidak tahan mendengar umpatan dari Cinta. Bisma berusaha untuk menyentuh gadis itu.
"Kamu berani mengatakan itu, oke sekarang aku tunjukkan bagaimana cara binatang ini membuatmu tidak bisa berjalan!" Bisma mulai merobek pakaian Cinta sehingga pundak gadis itu terlihat. Bisma semakin dikuasai oleh nafsu setan, ia terus berusaha untuk melepaskan pakaian Cinta semuanya.
Tiba-tiba saja.
Dor dor ... terdengar suara tembakan yang terdengar begitu keras. Spontan Bisma yang semula gencar melepaskan pakaian Cinta. Kini pria itu mulai lemas dan akhirnya ia jatuh di atas lantai.
"Jangan pernah sentuh putriku, bajingan!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG...