Cintai Aku Pak Guru

Cintai Aku Pak Guru
Episode 10


__ADS_3

Pada pagi hari ini di kediaman Revan. semua orang tampak di buat panik dengan teriakan sang nyonya Rumah diiringi tangisan kencang dari Rania yang membuat Adel beserta Revan berjalan terburu-buru menuju kamar nya.


Ceklek, Suara pintu terbuka


"Ada apa ini mah, kenapa Rania menangis terus ?" tanya Evan


"Ini loh van, pas bangun tidur tadi mamah langsung cek keadaan nya Rania. badan nya panas banget terus nangis terus, mamah coba kasih susu tapi malah dimuntahin" kata Sarah Panik


Mendengar hal itu, Revan pun lantas mendekat dan mengecek keadaan sang putri, benar saja apa yang dikatakan Sarah. tubuh Rania begitu panas. Setelah itu, tanpa aba - aba Revan pun menggendong Rania dan berjalan terburu-buru keluar kamar.


"Pak Cipto, pak. Cepat siapkan mobil" teriak Revan


"Baik den, sebentar" jawab pak Cipto.


Lantas setelah itu, Rania pun pergi di bawa menuju ke rumah sakit.


.........


Sementara itu, saat ini di SMA Wijaya Kencana terlihat di kelas 11 IPA 1, para murid tengah duduk santai di kursi nya masing Ada yang sedang bermain ponsel, menulis, membaca buku, mengobrol dan sebagainya.


Namun Berbeda dengan yang lain nya, Mita yang merupakan sahabat karib Adelia. Tengah duduk gelisah sambil sesekali melihat ke arah pintu masuk.


"Duh, ini si Adel kemana sih ? udah mau jam 7 kok belum Dateng juga. mana sekarang jam pertama pak Yudi lagi, kalo kesiangan udah pasti gak bisa masuk" ucap Mita sambil melirik jam tangan di tangan nya yang kini menunjukkan pukul 06.56 pagi


Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi pesan masuk dari ponsel nya. Lantas dengan segera Mita pun mengecek nya. Terlihat di sana pesan dari Adel.


Adelia :


..."Mit, aku hari ini gak masuk soalnya ada saudara bapak yang sakit di kampung. Tolong kamu izinin ya, Aku juga gak sempat buat surat hehe....


...Makasih ya sebelum nya Mita ku yang cerewet, jangan kangen 🥰"...


"Yah, Adel gak sekolah lagi. bakal sepi deh tapi gak papa semoga saudara nya cepat sembuh" ucap Mita, lantas setelah itu dia pun mengetik untuk membalas pesan sang sahabat.


To Adelia :


..."Okay Del, ntar aku izinin semoga cepat sembuh ya saudara kamu. Btw, jahat banget manggil cerewet, awas ya ntar masuk sekolah aku cubit tuh pipi 😑"...

__ADS_1


...Send...


.........


"Jadi bagaimana keadaan anak saya dok ?" tanya Revan cemas


Iya, setelah beberapa saat yang lalu, akhirnya Rania telah selesai diperiksa oleh dokter dan kini bayi mungil tersebut tengah berbaring di pangkuan Adelia dengan nyaman nya.


"Jadi begini pak, setelah saya periksa putri anda ternyata memiliki alergi terhadap susu sapi. Dan saya sarankan agar memberikan nya ASI jangan susu formula. Karena bila itu berlangsung terus menerus bisa - bisa alergi itu bertambah parah dan akan berbahaya untuk tubuh." jelas dokter


"Tapi dok, ibu bayi ini sudah meninggal semenjak dia dilahirkan maka karena itu kami pun terpaksa memberikan nya susu formula" ucap Sarah menjelaskan


Mendengar penjelasan dari dokter barusan, hati Adelia mencelos, ia merasa kasihan melihat bayi mungil yang kini menjadi Anak nya itu harus memiliki alergi di usia yang masih kecil.


"Kasihan sekali kamu sayang, sehat - sehat ya anak mamah" kata Adel dalam hati nya, dan kini dia pun sudah tidak canggung lagi dengan gelar baru nya sebagai ibu muda


"Paling dengan memakai jasa ibu susu mungkin, itu bisa menjadi salah satu solusi" ucap sang dokter


"Tidak dok, saya tidak setuju" ucap Revan tegas


Mendengar hal itu semua yang di sana pun terdiam.


"Apakah ada cara lain nya tidak dok ? kalau harus mencari ibu susu saya pun keberatan" ucap Sarah


"Ehm sebenarnya ada"


"Apa itu dok ?" tanya Revan penasaran


"Dengan melakukan terapi hormon, Dimana kita akan merangsang hormon yang berkontribusi dalam proses produksi ASI yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin ini pada wanita berperan dalam merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI dan fungsi sel tubuh lainnya. Sedangkan hormon oksitosin diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak yang juga penting untuk kelancaran ASI..


Terapi Ini bisa dilakukan secara medis, dan wanita yang tidak sedang hamil atau menyusui pun bisa melakukan terapi ini" jelas sang dokter.


Mendengar hal itu, entah kenapa fikiran Revan dan Sarah saat ini hanya tertuju pada satu nama Yaitu Adelia.


.........


"Aww pak sakit, tolong lepaskan tangan saya" ucap Adel, namun sayang nya revan tidak mengindahkan hal tersebut. Ia terus saya berjalan hingga akhirnya langkah kaki mereka sampai di sebuah lorong rumah sakit yang agak sepi.

__ADS_1


"Awss, perih" ucap Adel setelah Revan melepaskan cengkraman tangan nya yang kini terlihat memerah dan terdapat tanda goresan kuku


"Diam Adel, Kau dengar kan tadi apa penjelasan dari dokter ?" tanya Revan


"I-iya pak saya dengar"


"Kau pasti tau juga kan, tentang terapi hormon itu ?"


Adel pun mengangguk


"Aku mau, kamu bersedia untuk di terapi dan Berikan ASI yang baik untuk Rania putriku" ucap Revan tegas


"Tapi pak, saya masih sekolah saya takut" ucap Adel menunduk sambil meremas jari tangan nya


Melihat hal itu, revan pun mencengkram dagu Adel dan mengangkat nya.


"Aku tak peduli, apakah kau lupa status mu yang sebenarnya sekarang hah ? kau seorang istri sekaligus ibu. jadi sekarang aku minta lakukan lah tugas mu sebagai seorang ibu dengan baik" ucap Revan


"Tapi pak, saya takut. bagaimana dengan sekolah saya ?" tanya Adel


"Kau akan sekolah seperti biasa, apa yang dikhawatirkan ? jangan lupa amanat Thalita yang menitipkan Rania dengan sungguh-sungguh padamu, jangan kecewakan dia Adel. Anggap lah ini sebagai bentuk pengorbanan mu sebagai seorang ibu" ucap Revan tegas.


Mendengar hal itu, Adel pun terdiam seketika. Sungguh ia berada dalam sebuah dilema sekarang ini.


Lantas apakah yang harus dia lakukan ?


.........


Holla readers, Akhirnya setelah hampir satu bulan tidak up..


Tepat hari ini, Author kembali melanjutkan kisah Revan dan Adelia Yeayyyy🥳


Mohon dukungan nya, dengan cara like, vote & komen sebanyak banyaknyaaaaaaa yaaa


biar author makin semangat up nya hehe


luv sekebon buat readers ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2