
"Loh Van, kamu gak bareng sama Adel lagi ? kasihan dia jika harus naik angkot, mana pak Joko lagi pulang kampung lagi" tanya Sarah kala melihat Revan yang sudah bersiap untuk pergi ke sekolah
"Dia udah gede mah, gak perlu bareng sama Revan terus" jawab Revan ketus
"Astaga re, dia itu istri kamu. tunggu aja kenapa sih bentar lagi juga selesai pompa asi nya"
Iya, setelah melakukan sarapan pagi. lantas Adelia pun pergi menuju ke kamar Rania untuk memompa ASI terlebih dahulu agar nanti kala ia sekolah, Rania tidak perlu repot - repot menangis karena merasa kehausan.
"Udah ah mah Revan pergi sendiri aja" pamit Revan sambil mencium tangan Sarah
"Tunggu Adelia dulu Van, jangan langsung pergi" cegah Sarah
"Nggak mah, Revan berangkat dulu assalamualaikum" ucap Revan, lantas setelah itu ia pun pergi tanpa mengindahkan Adelia.
Melihat hal itu, Sarah pun menggelengkan kepala nya. Sungguh, ia kehabisan kata - kata menghadapi sikap Revan yang semakin dingin ini.
Setelah itu, tak lama kemudian Adelia pun turun lengkap dengan tas berwarna coklat muda yang bertengger manis di pundak nya.
"Mah, ini asi nya udah Adel siapin" ucap Adel sambil menyerahkan botol berisi asi ke tangan Sarah.
"Iya del makasih ya"
"Iya mah sama - sama. Ehm, ngomong - ngomong pak Revan udah berangkat mah ? kok gak kelihatan perasaan tadi masih main ponsel di meja makan" tanya Adel sambil mengedarkan pandangan nya.
"Ehm i-iya Del, Revan udah berangkat duluan katanya dia ada urusan dulu" jawab Sarah dengan sedikit berbohong, hal ini ia lakukan agar sang menantu tidak merasa sakit hati.
"Oh gitu, ya udah deh Adel berangkat dulu ya mah takut kesiangan, Assalamualaikum" pamit Adel sambil mencium tangan Sarah
"Oke hati - hati ya del"
"Siap mah"
.........
__ADS_1
Sinar matahari di pagi ini terlihat begitu terik, Jalanan mulai bertambah macet dengan banyak nya lalu lalang kendaraan dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 7 kurang 10 menit, Tetapi tanda - tanda kemunculan angkutan kota sebagai sarana transportasi bagi Adel pagi hari ini, masih belum juga terlihat.
Terhitung sudah 15 menit Adelia berdiri di halte, ia sudah sangat deg - degan sekaligus gelisah saat ini sungguh ia takut akan kesiangan masuk ke sekolah.
"Aduh, angkot pada kemana ini dari tadi gak ada terus" ucap Adel sambil melirik ke arah jam yang terus berputar.
"Ya Allah berikan hamba mu ini pertolongan supaya tidak kesiangan ke sekolah" pinta Adel dengan penuh kesungguhan
Setelah itu, Adel pun lantas kembali terdiam sambil memperhatikan lalu lalang kendaraan. Hingga tak lama kemudian, sebuah motor sport berwarna hitam berhenti tepat di depan nya, Dan hal itu membuat Adel mengernyitkan dahi nya heran sambil berfikir siapa gerangan pengendara motor ini.
Tak lama kemudian, pertanyaan Adel pun terjawab seketika kala sang pengendara membuka helm nya, melihat hal itu Adel pun membulatkan mata nya kaget.
"Loh Agas, kamu disini ?" tanya Adel
Iya, pengendara motor tersebut adalah agas.
"Iya Delia, tadi kebetulan aku lewat sini dan lihat kamu, jadi ya udah deh aku samperin. Yuk kita berangkat bareng" ucap agas to the point
"Aku ? berangkat sama kamu ?" tanya Adel memastikan, Hmm Allah sungguh baik baru saja ia berdoa tanpa berlama - lama langsung dikabulkan
"Eh iya, ya udah deh aku ikut numpang sama kamu ya, gak papa kan ?" ucap Adel kala ia melihat jam di tangan nya.
"Iya ayo, santai aja kali" jawab agas sambil menyunggingkan senyum manis nya yang membuat Adel terpesona untuk sesaat.
"Astaga sadar Del, haram hukumnya kamu lirik - lirik cowok lain saat udah punya suami. ingat pak Revan sama Rania Del" batin Adelia
Melihat adel yang melamun, agas pun lantas merasa bingung
"Del, hei Delia. hallo" ucap agas sambil menyentuh tangan Adelia
"Eh apa ? ehm maaf ya agas hehe" jawab Adelia dengan senyum canggung
"Iya gak papa, ayo naik cepat Del. tapi kamu gak pake helm gimana ? gak papa ?" tanya agas
__ADS_1
"Gak papa agas, kamu nya jangan ngebut - ngebut juga"
"Okay siap laksanakan komandan," jawab agas yang mengundang tawa keduanya.
.........
Setelah menempuh perjalanan dengan penuh kecepatan selama kurang lebih 8 menit, akhirnya agas dan Adelia pun sampai di sekolah, untung saja gerbang nya belum di tutup. karena kalau iya, pasti mereka berdua tidak akan bisa masuk dan melakukan kegiatan pembelajaran.
"Makasih ya gas atas tumpangan nya" ucap Adel
"Iya sama - sama, yuk langsung ke kelas" ajak agas yang diangguki oleh Adel.
Iya, secara kebetulan ternyata agas ditempatkan di kelas yang sama dengan Adelia, bedanya Adelia berada di barisan ke 2 sedangkan agas berada di barisan ke 4 bangku pertama.
Setelah itu, akhirnya mereka berdua pun berjalan pergi menuju ke kelas, dan tanpa mereka sadari ada seorang pria yang mengintip mereka sejak awal memasuki gerbang.
"Lo lagi ngapain Van ? belum masuk kelas Lo ?" tanya Reno menepuk pundak sang sahabat.
Iya pria tersebut adalah Revan, ia yang sedang berjalan menuju ke kelas seketika berhenti kala melihat Adelia yang memasuki area parkiran dengan seorang pria yang mengendarai motor.
Dan dengan rasa penasaran yang tinggi, Revan pun lantas mengintip mereka berdua dari balik pilar.
"Eh Lo ren, kirain siapa. iya gue mau ke kelas kok cuman ini lagi lihat gerbang kok jam segini tumben belum di tutup" ucap Revan berbohong
"Oh gitu, kirain ada apaan." jawab Reno yang mempercayai ucapan Revan.
"Ya udah kalau gitu, gue duluan ya ada ulangan nih" kata nya lagi sambil menepuk bahu Revan
"Oke" jawab Revan singkat sambil menghela nafas panjang.
"Huftt untung aja Reno gak sempet lihat gue lagi merhatiin Adel, eh tapi itu cowok siapa ? kok akrab banget sama dia" gumam Revan dengan tatapan yang sulit di artikan.
.........
__ADS_1
dukung terus karya author ya readers 🤗