Cintai Aku Pak Guru

Cintai Aku Pak Guru
Episode 14


__ADS_3

Pagi hari ini, di suasana temaram langit kelabu dan hembusan angin dingin telah membawa langkah kaki jenjang milik sang model cantik untuk memasuki sebuah mansion mewah milik Teman karib sekaligus Suami almarhum sahabat nya, Perlahan ia membuka pintu dan mulai melangkah kaki nya ke dalam sana.


Ceklek


"Assalamualaikum semua" ucap perempuan cantik tersebut dengan beberapa paper bag yang ada di tangan nya.


"Waalaikumsalam" jawab seseorang yang berasal dari taman belakang.


Mengetahui hal itu, lantas wanita tersebut pun berjalan menuju taman belakang.


"Hallo selamat pagi tante" sapa wanita itu


"Wah, Selamat pagi juga Sesil. Kamu apa kabar sih nak, kok baru ke sini lagi sih" ucap sarah sambil merentangkan tangan nya antusias menyambut tamu yang hadir di kediaman nya ini.


Dan ya, wanita cantik tersebut adalah sesilia.


"Kabar aku baik Tante, oh iya Tante om Revan Adel sama si cantik rania bagaimana ? aku kangen tau sama dia" ucap sesil sambil membalas pelukan hangat sarah


"Kami semua Alhamdulillah baik, oh iya sepertinya mereka semua sedang berada di dapur deh, Yuk kita ke sana sekalian sarapan pagi" ajak Sarah


"Okay Tante"


.........


"Wah ada sesil ternyata" ucap Farel.


"Iya nih om, sesil pengen main ke sini kangen banget nih sama Rania. Oh iya ngomong - ngomong dia dimana sekarang ?" tanya sesilia sambil mendudukan dirinya di kursi meja makan tepat di samping Adelia.


"Rania masih tidur di kamar kak, belum bangun dia" jawab Adelia


"Oh gitu, ya udah deh gak papa aku tungguin aja. Eh iya, kok dilihat - lihat kamu makin kurus sih Del." kata sesil sambil menelisik tubuh Adel


"Ah masa sih kak ? perasaan aku biasa aja deh hehe. Oh apa mungkin aku kecapean sekolah kali ya"


"Iya sih bisa jadi itu"


Lantas, setelah itu Adelia dan sesil pun larut dalam obrolan mereka mulai dari kegiatan sekolah Adelia, perkembangan Rania dan sebagainya Hingga suara Revan menghentikan kegiatan mereka.


"Lo kesini sil" ucap Revan datar


"Eh Van, iya nih gue kangen sama Rania" jawab sesil


"Owh ya" jawab Revan singkat.


"Makin jadi kutub Lo Van, heran gue kapan sih cair nya" ledek sesil yang hanya mendapat deheman dan lirikan tajam dari Revan.

__ADS_1


Lantas setelah itu, tak lama kemudian Sarah pun datang bersama pelayan dengan membawakan menu sarapan pagi.


"Nah makanan nya sudah datang, yuk kita mulai sarapan nya" ucap Sarah


Dan, acara sarapan pagi pun di mulai. Sarah beserta Adelia terlihat begitu kompak dalam menyiapkan sarapan di piring untuk masing - masing suami mereka.


Acara sarapan pagi pun berjalan dengan khidmat, hingga tak lama kemudian suara tangisan bayi mengalihkan perhatian mereka.


"Loh bi, Rania bangun ya" ucap Sarah kala melihat bayi cantik tersebut menangis di gendongan salah satu pelayan.


"Iya nyonya, kebetulan tadi saya mau membersihkan kamar nya eh ternyata non Rania bangun. Seperti nya dia haus" jawab pelayan tersebut.


Mendengar hal itu, Dengan sigap Adel pun berdiri dan menghentikan makan nya, kini naluri nya sebagai seorang ibu terpanggil.


"Cup cup cup, sayang kamu haus yah" ucap Adel sambil menggendong Rania.


"Mah, semuanya aku pamit dulu ke atas ya" katanya lagi


"Iya Del, nanti mamah bawakan sarapan kamu ke sana" jawab Sarah


Sementara itu, Revan sedari tadi hanya diam saja dan melanjutkan makan nya tanpa ada niat untuk mengeluarkan sepatah kata pun.


"Iya mah, terima kasih sebelumnya"


"Sama - sama sayang" jawab Sarah sambil tersenyum


.........


Ceklek


Suara pintu kamar terbuka, menampilkan sesilia yang tengah membawa nampan berisi nasi beserta air putih untuk Adelia.


"Yuhuu Adel, ini sarapan ka..........mu" ucap sesilia terbata dengan pandangan terkejut


Bagaimana tidak terkejut ? ia melihat Adelia sang gadis remaja yang masih berada di bangku SMA itu, tengah duduk bersila di atas ranjang dengan pakaian atas yang terbuka dan Rania yang tengah minum asi secara langsung dari dirinya.


Lalu sesilia pun menyimpan nampan tersebut dengan tergesa di atas laci, dan langsung saja ia menghampiri Adel dan duduk di samping gadis itu.


"I-ini maksudnya gimana del ? aku gak salah lihat kan ? kok bisa Rania minum asi kamu ?" tanya sesilia


Mendengar hal itu, Adelia pun tersenyum canggung berusaha untuk menutupi kegugupannya.


"Ehm i-iya kak, seperti yang kakak lihat." jawab Adel


"Hah gimana - Gimana ? aku masih belum faham loh Del. pertama, Rania kan minum susu formula semenjak Thalita meninggal. Kedua, Setahu aku asi itu akan muncul dari ibu hamil dan menyusui sedangkan kamu ? kamu kan belum mengalami itu semua."

__ADS_1


"Iya kakak benar, awalnya Rania memang minum susu formula, tetapi sayang dia sering sakit dan kata dokter itu karena Rania alergi terhadap susu sapi.


Dokter pun menyarankan Rania untuk minum asi eksklusif dari ibu susu karena tahu kalau ibu kandung nya sudah meninggal. Tetapi sayang nya mamah dan mas Revan menolak untuk memakai jasa ibu susu dengan alasan tidak ingin nanti Rania bergantung kepada nya.


Dan sebab itu dokter pun mengatakan ada cara lain selain memakai jasa ibu susu yaitu dengan melakukan cara medis yaitu dengan terapi suntik hormon untuk menghasilkan ASI." ucap adel menjelaskan


"Terapi suntik hormon ? iya aku pernah dengar hal itu dan biar aku tebak, kamu kan objek yang dilakukan terapi dan menjadi penghasil nya ?" kata sesil yang diangguki oleh Adelia.


Melihat hal itu, sesil pun menepuk jidat nya sambil menggelengkan kepala. Sungguh kehadiran nya kali ini membawa sebuah kabar yang begitu mengejutkan.


"astaga ckckck, bagaimana bisa mereka melakukan ini padamu Del, kamu masih remaja dan bersekolah, seharusnya kamu tidak mengalami tugas berat seperti ini dan kenapa kamu diam saja sih hah" ucap sesil frustasi


Namun belum sempat Adelia menjawab, suara tegas nan berat milik Revan membungkam semua nya.


"Jangan lo ikut campur dengan rumah tangga gue sesil" sambung Revan dari balik pintu,


Iya, sebenarnya sedari tadi revan diam di luar dan mendengarkan percakapan antara Adelia dan sesil


"Lo Van, Bagus deh kalo Lo tahu. Dan ya, gimana bisa Lo membuat Adelia yang melakukan ini semua sih ? Lo gak lihat dia masih remaja, tugas ini masih belum cocok buat dia Van. ngerti dong Lo"


"Gue bilang, jangan ikut campur sil. ini urusan gue, lagi pula gue mau yang terbaik buat Rania. lagi pula Thalita sudah menyerahkan Rania sama Adel, anggap lah ini menjadi tugas dia sebagai seorang ibu" ucap Revan tegas


"Iya, tidak apa - apa kak. Aku merasa biasa kok, lagi pula pak Revan benar ini sudah menjadi tugas ku sebagai ibu. makasih ya kakak udah peduli sama aku" jawab Adelia disertai sunggingan senyum di bibir nya.


Mendengar hal itu, Sesilia pun terdiam sambil menghela nafas panjang.


"Iya deh terserah lah" ucap sesil, lantas setelah itu ia pun keluar meninggalkan kamar tersebut.


keheningan pun terjadi di antara Adelia dan Revan. hingga beberapa saat kemudian Revan pun angkat bicara.


"Aku minta, jangan pernah kau mengatakan lagi tentang hal ini kepada siapapun, kau faham ?"


"I-iya pak Aku faham" ucap adel menunduk


"Hemm bagus" ucap Revan dan setelah itu ia pun pergi.


.........


Assalamualaikum readers, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Di bulan februari ini, author baru sempat up hari ini.


Author bukan nya malas, atau apa. tetapi ada beberapa kesibukan author yang menjadi kendala, seperti ada sepupu author yang baru saja melakukan pertunangan.


Insyaallah di mulai hari ini author akan berusaha untuk up


Mohon dukungan dan semangat nya dari readers semua ya.

__ADS_1


Terimakasih 🥰♥️🙏


__ADS_2