
Keesokan hari nya di pagi yang cerah dengan semburat ceria sinar mentari, seperti biasa nya Adelia menjalankan rutinitas sebagai seorang siswa. Tetapi seperti nya mulai dari hari ini, ia harus lebih awal untuk bersiap, karena apa ? jawabannya adalah sebelum berangkat sekolah ia harus terlebih dahulu memompa ASI dan menyusui Rania.
Seperti saat ini, Dengan balutan seragam SMA nya Adelia tengah duduk di dalam kamar Rania sambil menyusui bayi cantik tersebut. Sungguh ia sebuah pemandangan langka juga aneh, dimana seorang siswa SMA sedang menyusui anak.
"Duh anak mamah, ***** nya rakus sekali ya. pelan - pelan aja sayang gak bakal ada yang ambil kok" ucap Adelia terkekeh sambil mengelus lembut dahi Rania.
Dan ditengah - tengah kegiatannya itu, tiba - tiba pintu kamar terbuka, dan menampilkan Sarah sang ibu mertua dengan sebuah benda di tangan nya.
Ceklek
"Adel, nih mamah sudah bawa alat pompa asi sama botol nya, kalau rania sudah selesai menyusu nanti kamu tinggal peras ya" ucap Sarah, sambil meletakkan alat pompa Asi di samping Adelia.
"Oh iya mah, sebentar lagi Rania selesai kok kayaknya. kalau udah Nanti adel pompa"
"Mau mamah bantu gak ? takutnya kamu belum bisa" ucap Sarah
"Eh, gak usah mah. Adel kemarin sudah lihat di Y*****e video nya dan waktu itu juga dokter udah kasih tau cara nya" jawab Adel
"Oh iya baiklah, kalau begitu mamah tinggal dulu ke dapur ya gak papa kan ?"
"Iya mah gak papa, tapi maaf Adel gak bantuin mamah siapin sarapan" ucap Adelia Tertunduk dengan perasaan tidak enak, ia merasa seperti menantu yang tidak baik saat ini.
Mendengar hal itu, Sarah pun tersenyum.
"Ya Allah del gak papa gak usah gak enak kaya gitu, mendingan sekarang kamu fokus saja mengurus Rania ya. jangan fikirin hal lain oke" ucap Sarah sambil mengelus rambut Adel.
"I-iya mah, maaf ya" ucap Adel
"Iya sayang, ya udah mamah pergi ya kalau semua sudah selesai kamu segera turun untuk sarapan" pamit Sarah yang diangguki oleh Adelia.
.........
__ADS_1
"Loh Adelia kemana mah, kok gak ikut sarapan bareng kita ?" tanya farel kala ia tidak mendapati sang menantu duduk bersama untuk sarapan pagi.
"Adel masih di kamar Rania pah, sedang memompa ASI, tadi sudah mamah kasih tahu kok tapi sepertinya dia belum selesai deh" jawab Sarah sambil memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
Sementara itu, Revan yang mendengar percakapan antara kedua orang nya lebih memilih untuk duduk diam melanjutkan makan nya tanpa berniat untuk memberikan komentar.
"Van, nanti setelah selesai makan kamu bawain sarapan Adelia ya ke kamar Rania, kasihan dia takutnya kesiangan ke sekolah" ucap Sarah, namun hingga beberapa menit Revan tetap diam tanpa menjawab apa - apa dan itu sungguh membuat nya kesal.
"Astaga Van, kamu denger gak sih mamah ngomong" ucap Sarah
"Ck, iya iya Revan dengar mah. nanti Revan antar" jawab Revan malas
"Nah gitu dong, lagian ini juga untuk istri kamu sendiri loh, jangan cuek gitu kenapa sih. kasihan Adelia"
"Hemmm" jawab Revan dingin
Mendengar hal itu, Sarah dan farel pun terdiam sambil menggelengkan kepalanya. Punya anak satu, dingin nya minta ampun apalagi setelah kepergian Thalita makin deh kayak es abadi di kutub, ya begitulah kira - Kira isi fikiran mereka saat ini.
.........
"Arrghhh, P-pak Revan" ucap Adelia
Setelah itu, ia pun buru - buru mengambil selimut bayi milik rania dan menutupi dada nya. Melihat hal itu, Revan pun mencebikkan bibir nya. Dasar bocah
"P-pak Revan a-ada apa pak ?" tanya Adelia sambil menetralkan rasa kaget nya sambil mengeratkan selimut yang di pakai nya.
"Nih sarapan, cepat kau habiskan. Dan jika semua nya sudah selesai langsung pergi sekolah, jangan sampai terlambat. Saya tidak suka dengan murid yang terlambat dan berleha - leha" ucap Revan dengan datar nya.
"Iya pak baik, terimakasih atas sarapan nya" ucap Adelia tersenyum ramah.
"Hemm, dan kurasa kau terlalu berlebihan dengan menutupinya segala. Kau pikir aku akan tertarik dan bersyahwat melihat bagian tubuh mu itu ? Ck, sungguh aku tidak berselera sekali, dari tubuh bocah yang kecil seperti mu itu apa yang bisa di dapat" ucap Revan dingin namun menusuk, lantas setelah mengatakan hal itu, ia pun keluar dari kamar meninggalkan Adelia yang kini menatap nya tajam.
__ADS_1
"Apa barusan dia sedang menghina Tubuhku ? ada ya suami yang kaya gitu sama istrinya. benar - benar mengesalkan. lagian siapa juga yang mau ikhlas di nafsuin sama kamu, huh dasar suami tak berperasaan" ucap Adelia kesal.
Iya, nama nya juga perempuan. Dia akan lebih sensitif kala dihina dan di komentari Negatif apalagi jika menyangkut persoalan Fisik. Makanya jangan sekali - kali merendahkan perempuan ya, dia akan berubah dari kucing manis menjadi macan garang jika dirinya di usik.
.........
Sementara itu, saat ini di sebuah studio foto terlihat seorang model tengah berpose dengan anggun nya sambil menenteng sebuah tas di tangan nya, penampilan nya yang begitu stylish terlihat menyempurnakan penampilan nya saat ini.
"Okay sesilia cut, pemotretan untuk hari ini cukup sampai di sini. Minggu depan kita lanjut kan lagi dengan brand yang baru" ucap sang fotografer
Iya, dia adalah Sesilia. Masih ingatkah kalian dengan sahabat karib Thalita yang sama dengan nya yaitu berasal dari dunia permodelan. Kisahnya masih ada di awal - awal bab.
"Sip, ntar Lo hubungin manager gue aja" ucap Sesil
Lantas setelah itu, ia pun berjalan menuju ruang wardrobe untuk mengistirahatkan tubuhnya, terlihat ia kini tengah bersandar di kursi sambil bermain handphone dengan tangan kiri nya dan sebuah minuman ion di tangan kanan nya.
"Duh Rania cantik banget sih, bibir nya mirip lagi sama Thalita." ucap sesil mengomentari foto Rania yang ia dapat dari sarah.
"Jadi kangen deh pengen ketemu sama nih bayi. Besok main ah ke sana mumpung weekend, pengen ketemu sama Tante terus sama Adelia juga, apa kabar ya dia." gumam sesil.
Lantas setelah itu, ingatan nya tiba - tiba tertuju pada saat dimana terakhir kali dia menginjakkan kaki nya di kediaman william, itu terjadi saat pemakaman Thalita. Dan terhitung sudah berjalan 1 bulan lebih.
"Duh gue bakalan kangen banget sama Lo Thal, rumah itu penuh kenangan dengan Lo." ucap sesilia lagi, saat ini ia begitu merindukan sang sahabat dan semua kenangan mereka yang kini hanyalah tinggal angan - angan semata.
.........
Assalamualaikum readers, maaf sebelumnya Author baru up sekarang.
Jika ada yang bilang, author sudah mah up nya lama Eh sekali up cuman sedikit. Author sungguh minta maaf dan maklumi author ya.
kesibukan dan keterbatasan Author membuat nya seperti ini.
__ADS_1
Dan author berjanji akan berusaha up dan menghadirkan kisah yang indah buat readers.
dukung terus karya author ya🤗