
Ceklek
Suara pintu yang terbuka terlihat seolah-olah sedang menyambut seorang istri yang akan melayani suaminya. Siapa lagi kalau bukan Adelia ?
Iya, Adelia kini tengah berjalan ke arah ranjang sambil membawa nampan yang berisi bubur ayam buatannya dan minuman herbal rempah - rempah yang ia bikin sendiri atas resep sang ibu.
"Pak Revan, pak bangun pak" Ucap Adel sambil mengelus pelan lengan revan, dan hal itu pun seketika membuat Revan terbangun.
"Hmm ada apa Del ?" tanya Revan dengan suara serak nya.
"Bangun dulu yuk pak, sarapan dulu sama minum rempah ini biar bapak cepat sembuh. Yuk Adel bantu bangun."
Setelah itu, Adel pun lantas membantu Revan untuk bangun dan Revan dengan lemah nya hanya bisa menuruti Adel.
"Suapin Del" ucap Revan yang seketika membuat Adel terdiam.
"Del, cepat suapi saya" pinta Revan kembali yang berhasil membuyarkan lamunan Adelia.
"Eh, i-iya pak Adel suapi. Ayo buka mulut nya"
Dan happ, satu suapan pun mendarat dengan selamat di mulut Revan.
"Buburnya enak gak pak ?" tanya Adel
"Heem iya, bubur nya enak. beli dimana ?" tanya Revan
"Ini gak beli pak, tapi Adel bikin sendiri buat bapak. syukurlah kalau pak Revan suka" ucap Adel dengan penuh senyuman. Akhirnya setelah sekian lama ia bisa juga merasakan bagaimana melayani Revan selayaknya istri sesungguhnya.
"Iya saya suka, kamu pinter masak juga ternyata"
"Hehe iya pak, sedikit - sedikit sih. masih belajar juga" jawab Adel dengan malu - malu
lantas setelah itu, acara suap menyuap pun kembali berlanjut. Hingga semangkuk bubur dan segelas minuman herbal itu pun tandas.
"Alhamdulillah, semuanya habis. ya udah sekarang pak Revan istirahat ya, aku permisi ke dapur" ucap Adel, lantas ia pun segera membereskan mangkuk dan gelas yang dibawanya.
__ADS_1
Namun ketika ia bangkit, tiba - tiba sebuah tangan kekar mencekal nya hingga membuat Adel mengurungkan niatnya dan kembali duduk di tepi ranjang.
"Ada apa pak ? ada yang bisa aku bantu lagi" tanya Adel.
"Peluk saya Del, temani saya tidur" pinta Revan yang seketika kembali membuat Adel membatu.
Astaga, apa pendengaran nya saat ini sedang salah ? ataukah itu hanyalah bisikan tak kasat mata yang kebetulan ia dengar. Pak Revan meminta untuk di peluk dan di temani tidur ? benarkah ini ?
"Ma-maksud pak Revan apa ?" tanya Adel dengan gugup nya
"Peluk saya Adel, saya mau tidur sambil kamu peluk. cepat kesini Del, saya tidak suka mengulang perkataan" ucap Revan sambil menepuk ranjang kosong di sebelah nya.
Dan dengan ragu, Adelia pun naik ke atas ranjang dengan perlahan dan ikut serta masuk ke dalam selimut yang dipakai revan. dan tanpa aba - aba Revan pun menarik tubuh Adelia dan memeluk perutnya dengan erat, serta tanpa di prediksi Revan kini merebahkan kepalanya tepat di atas dada Adelia.
Sementara itu, Mendapatkan perlakuan sedekat ini dari Revan, membuat Adelia gugup dan jantung nya berdetak lebih cepat. Apalagi posisi kepala Revan di bagian sensitif nya membuat Adel merasakan sesuatu yang aneh. dan ia pun berharap Revan tidak mendengarkan detak jantung nya yang sudah seperti lari maraton.
"Pelukan kamu hangat Del, saya jadi nyaman tidur memeluk kamu" ucap Revan.
"Tolong eluskan kepala saya" pinta nya lagi sambil menarik tangan Adelia ke atas kepalanya.
"Benar kata mamah Sarah, pak Revan kalau lagi sakit manja banget kaya anak kecil. Eh tapi meledek suami dosa gak sih ? hihi" ucap Adelia dalam hatinya.
.........
"Kamu liat apa mah ? kok senyum - senyum gitu" tanya farel kala ia melihat Sarah yang tengah tersenyum sambil menatap ke layar ponsel nya.
"Eh, ini loh pah. coba lihat nih" jawab sarah sambil menunjukkan sebuah kiriman foto yang kini memenuhi layar.
Melihat hal itu, Farel pun lantas ikut tersenyum.
"Akhirnya ya mah, ada perubahan juga. justru papah sekarang kok malah bersyukur ya si Revan sakit, jadinya dia bisa Deket sama Adel" ucap farel sambil terkekeh pelan
"Iya bener banget pah,kalo revan sakit dia akan manja banget. ya jadinya mau ga mau dia harus manja sama Adel kan, bosen juga mamah liat sikap dingin ketus nya itu" ucap Sarah
Iya, kiriman foto tadi berasal dari Bi Imah. Beliau yang saat itu tidak sengaja memasuki kamar Revan, tiba - tiba di buat melongo dengan keadaan penghuni di dalam nya.
__ADS_1
Flashback on :
"Astaga, asi non Rania di kulkas udah abis. Aku harus kasih tau non Adel supaya nanti saat non Rania terbangun, tidak menangis karena kehausan" ucap bi Imah,
lantas setelah itu, ia pun menutup kembali pintu kulkas dan mulai melangkahkan kaki nya ke arah kamar Revan.
Tok tok tok
Beberapa kali bi Imah mengetuk pintu kamar dan selama itu pula tidak ada jawaban apapun dari dalam sana. Dan dengan penuh rasa penasaran, bi Imah pun lantas memutar kenop pintu yang kebetulan tidak terkunci.
"Permisi, non den ini bibi" ucap bi Imah.
Namun tiba - tiba bi Imah menghentikan gerakannya kala melihat ke atas ranjang, ia dibuat kaget sekaligus senang. Bagaimana tidak ? terlihat di sana Revan dan tengah tertidur dengan posisi saling berpelukan erat.
"Ya Allah Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama Den Revan sama non Adel bisa terlihat akur juga. Ah aku harus kasih tau nyonya ini" ucap Bi Imah.
Lantas setelah itu, bi Imah langsung mengambil ponsel dari dalam kamar nya dan mulai memotret pasangan suami istri ini.
Dan bukan nya beliau bersikap tidak sopan atau bagaimana. tetapi rasa antusias dan bahagia membuatnya ingin membagi rasa itu kepada Sarah dan farel sang majikan.
Iya, sudah menjadi sebuah rahasia umum di lingkungan kediaman William bila hubungan Adel dan Revan tidak akur dan sebaik suami istri biasanya. apalagi mereka selalu memperhatikan bagaimana sikap ketus dan dingin Revan kepada Adel.
Flashback off
.........
Nyambung gak sih readers ? mohon maaf ya apabila kurang gimana gitu 🤭
Sebelum nya, author Ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak noveltoon dan para readers tercinta kesayangan Author.
karena apa ?
karena author setelah sekian lama, baru up lagi.
Mohon maaf kesibukan dan keterbatasan author di kehidupan nyata sehari-hari mengalihkan waktu dan perhatian author untuk melanjutkan Novel.
__ADS_1
So, jangan kapok dan tetap dukung karya Author ya♥️