
"Kulihat kamu akrab sekali dengan anak baru itu" ucap Revan tiba - tiba dan membuat Adel yang saat ini tengah berbaring memunggungi nya seketika berbalik dan menatap ke arah sang suami
"Maksud pak Revan ?" tanya Adel tidak mengerti
"tanpa harus aku jelaskan juga sepertinya kamu akan mengerti" jawab Revan dengan penuh teka - teki.
Mendengar hal itu, Adel pun terdiam seolah sedang memikirkan sesuatu. Hingga beberapa saat kemudian ia akhirnya faham dengan apa maksud Revan.
"Oh itu, tadi pagi itu aku gak sengaja ketemu sama agas di halte. Dan dia ngajak aku untuk pergi bersama ke sekolah, dan aku juga mengiyakan saja ajakan nya karena kebetulan aku sudah lama menunggu angkutan tetapi tidak datang juga. Jadi, daripada aku kesiangan ya udah deh ikut sama agas" ucap Adelia menjelaskan
Sebenernya ingin rasanya ia protes kenapa Revan tidak mau pergi bersama nya ke sekolah. kalau jika itu karena status mereka, tenang saja lagian adel juga gak mungkin minta berhenti di parkiran. Namun sayang nya semua itu hanya bisa dia pendam tanpa bisa di ungkapkan.
"Aku tidak peduli soal itu Del, tetapi lain kali jika ingin berduaan atau menjalin hubungan dengan orang lain jangan tunjukkan di sekolah, aku tidak mau rekan guru dan kepala sekolah melihat hal itu. Apalagi mereka tau kalau kamu adalah istri ku, meski aku sama sekali tidak berminat akan kehadiran mu" ucap Revan tegas sambil menatap Adel tajam
"Aku minta maaf pak, dan memang sudah sewajarnya aku lebih peka akan status ku yang sekarang sebagai seorang ibu dan istri"
"Hmm, aku tidak mempermasalahkan tentang hal itu, mau kau dekat atau berpacaran dengan siapapun aku tidak peduli. kau masih ingat kan kalau jangan ikut campur dengan urusan masing - masing ?"
"Iya pak aku ingat" jawab Adel
"Baguslah kalau begitu, jadi jangan dulu ke PD an aku bertanya padamu tentang hal tadi" ucap Revan, Dan tak lama setelah itu ia pun memunggungi adel untuk pergi ke alam mimpi.
Melihat hal itu, Adel pun menghembuskan nafas panjang.
__ADS_1
"Ya Allah kapan pak Revan akan bisa menerima ku menjadi istri nya ? setidaknya jika dia belum mencintai ku, harusnya dia lebih bisa menghargai dan menerima kehadiran ku di sisi nya, bukan seperti ini" ucap Adel dalam hati nya sambil terus memperhatikan punggung tegap milik Revan.
.........
Keesokan pagi nya, jam di dinding telah menunjukkan pukul 6 pagi Namun tanda - tanda dari Revan untuk terbangun dari tidur lelap nya belum terlihat sama sekali. Adelia yang telah rapi memakai seragam pun merasa heran dengan hal ini.
"Ini udah jam 6 kok pak Revan belum bangun juga ya" gumam Adel
"Apa aku bangunin aja kali ya, takutnya nanti kesiangan ke sekolah"
Setelah itu, Adel pun melangkahkan kaki nya menuju ke tempat tidur, sejenak ia pun memperhatikan Revan yang masih saja terlelap.
"Pak, pak Revan bangun pak. udah jam 6" ucap Adel sambil menepuk tangan Revan
"Pak, bangun yuk pak" ucap nya lagi.
"Ya Allah pak Revan demam, aku harus kasih tahu mamah"
Lantas setelah itu, Adelia pun pergi ke keluar.
.........
"Gimana sekolah kamu kemarin ? semua nya lancar aja kan ?" tanya mamah agas.
__ADS_1
"Semuanya lancar dan baik mah, dan aku juga udah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru" jawab agas sambil meminum susu hangat yang berada di tangan nya.
"Syukurlah kalau begitu, oh iya kamu mau gabung sama tim basket lagi gak ? sayang kalau gak kamu kembangin lagi"
"Rencananya sih agas mau ikut mah, hari ini agas mau daftar sama pembina nya mudah - mudahan masih bisa masuk"
"Iya bagus kalau begitu" ucap mamah agas.
Lantas setelah itu, agas yang telah menyelesaikan sarapan nya pun berpamitan untuk pergi ke sekolah.
"Mah pah, kalau gitu agas pergi dulu ya Assalamualaikum" pamit agas sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
"Iya agas, hati - hati ya jangan kebut - kebutan" ucap papah agas.
"Iya pah siap"
.........
Assalamualaikum Readers - Readers tersayang author
Terus dukung karya author ini ya, Biat author nambah semangat up nya.
Caranya gimana ?
__ADS_1
jangan lupa like, komen & vote ♥️
semoga apa yang kalian berikan bisa mendapatkan pahala Aamiinn. 🤗