
Hari Senin, adalah hari sejuta kesibukan. Hari dengan urutan pertama dalam kurun waktu seminggu ini menjadi sebuah momok yang menurut sebagian orang menakutkan. kata nya, mengapa dari waktu Senin ke Senin selanjutnya nya itu terasa begitu singkat ?
Entahlah rasa - rasa nya itu masih menjadi sebuah misteri yang seperti nya enggan untuk di pecah kan.
Misalnya, bagi kalangan para siswa hari Senin menjadi hari yang menyebalkan karena mereka harus melakukan rutinitas wajib yaitu upacara bendera, yang paling bikin malas itu apalagi jika cuaca nya cerah dan panas. huft,, sangat - sangat mendukung untuk pemrograman kulit eksotis. ya meskipun sinar mentari pagi bagus untuk kesehatan tulang.
Seperti pada saat ini, satu - persatu murid di SMA Wijaya kencana terlihat sudah memasuki area lapangan dan bersiap untuk melaksanakan upacara bendera.
"Del, kamu bawa topi dua gak ?" tanya Mita
"Topi ? nggak mit, aku cuman bawa satu. ini yang di pakai" jawab Adel sambil merapikan topi yang dipakai nya.
"Yah, gimana dong. topi aku ketinggalan lagi di rumah, alamat kena razia OSIS sama guru BK ini mah"
"Ehmm, gimana ya" ucap Adel sambil berfikir untuk mencari solusi.
"Ah iya, aku ada ide"
"Apa - apa ?" tanya Mita dengan antusias.
"Aku ingat, tadi Robi pas datang ke sini dia kelihatan nya pucat banget. dan sepertinya dia juga gak bakal ikut upacara, nah karena itu mendingan sekarang kamu pinjem aja topi punya dia. gimana ?" ucap Adel sambil menaik turunkan alis nya.
"Hah ? topi punya si culun itu ? gak gak, gak mau Del, yang lain aja kenapa sih, gak bisa apa ?" ucap Mita cemberut
"Astaga, Mita... ini tuh bukan saat nya gak mau gak mau an, ini tuh urgent tau. tapi kalau kamu mau kena razia, baris di depan sama bersihin sampah di lapangan sih ya gak masalah" ucap Adel.
mendengar hal itu, Mita pun terdiam. Baris di depan ? uhh ketahuan satu sekolah dong ya, seorang mita baris di depan dan pasti bakalan malu banget, bersihin sampah ? ih no, jijik ah mana kotor lagi. begitulah kira - kira isi fikiran Mita saat ini.
"Ihh gak deh nggak, ya udah aku pinjem aja punya si Robi"
"Nah gitu dong, yuk ah cepetan keburu bel nanti" ucap Adelia yang di angguki mita.
.........
Sementara itu, saat ini farel dan Sarah tengah berada di dalam mobil, mereka saat ini tengah melakukan perjalanan untuk melakukan imunisasi rutin untuk sang cucu cantik, Rania.
Kesibukan Adelia dan Revan di sekolah membuat Sarah lantas memilih mengambil alih tugas menjaga Rania saat mereka tidak ada.
Farel yang kebetulan hari Senin ini tidak terlalu sibuk di kantor akhirnya memutuskan untuk ikut serta bersama sang istri untuk mengantar sang cucu, sekaligus ia juga ingin tau perkembangan nya secara langsung.
__ADS_1
"Mah, Apakah hubungan Revan dan Adel ada perubahan ?" tanya farel tiba - tiba
"loh, kenapa memang ? tumben banget papah nanya yang kaya gitu" jawab Sarah heran.
"Ya gak papa sih, cuman kalau di lihat - lihat Revan masih begitu dingin dan cuek sama Adel, apa karena dia masih belum menerima dia ya"
"Hmm, kalau itu emang iya sih pah, mamah juga kadang mergoki dia lagi marahin Adel. mamah kasihan tau, si Revan udah di kasih tau malah gak peduli. heran banget tuh anak satu"
"Sepertinya memang kita harus bertindak buat mendekatkan mereka deh mah, karena gak mungkin kan kalau selamanya mereka akan berjarak seperti itu" ucap farel sambil menatap Sarah lekat
Mendengar hal itu, Sarah pun terdiam sejenak seolah tengah memikirkan sesuatu.
"Wah, mamah setuju pah. sudah sepatutnya memang kita sebagai orang tua harus menjadi jalan bagi mereka."
"Iya, papah juga berfikir demikian."
"Hemm Mamah seperti nya sudah ada ide pah" ucap Sarah dengan pandangan yang sulit di artikan.
.........
Sekarang jam 8 tepat, akhirnya upacara bendera pun telah selesai dilaksanakan dengan khidmat sehingga membuat para siswa menghela nafas lega. Namun sayangnya, Hal ini tidak berlangsung lama karena sang protokol upacara memberi tahu bahwa akan ada pengumuman tambahan Yang mana hal ini membuat para siswa bersorak riuh.
"Yahh panas lagi panas lagi"
"Astaga gak cukup apa dari tadi amanat, pake di tambahin segala lagi"
"Duh, perut udah minta di isi malah ditambah tambah segala lagi pengumuman nya, kapan makan nya ini"
Iya seperti itulah kira - kira beberapa umpatan yang terdengar dari rentetan para siswa.
"Assalamualaikum selamat pagi anak - anak mohon maaf apabila saat ini bapak Kembali menambahkan amanat, karena ada beberapa informasi yang harus disampaikan salah satunya adalah mengenai kedatangan murid baru kelas 11 di sekolah kita yang merupakan pindahan langsung dari Jerman" ucap pak kepala sekolah.
Iya, memang tradisi di SMA milik Revan ini yaitu bila ada siswa baru maka akan diumumkan seantero sekolah ketika upacara, hal ini dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan dan adaptasi di sekolah.
"Dan tanpa berlama - lama lagi, mari kita sambut calon penghuni baru SMA Wijaya kencana, inilah dia Stefan Agantore" panggil sang kepala sekolah.
Dan tak lama kemudian, dari arah timur muncullah langkah kaki jenjang dengan tubuh yang tinggi dan atletis untuk ukuran anak SMA, wajah blasteran dan kulit putih yang menjadi point' plus bagi si murid baru ini.
Melihat hal itu, sorak Sorai para siswa terdengar heboh Dan menggema khususnya yang berasal dari barisan perempuan.
__ADS_1
"OMG gantengnya jelmaan Dewa Yunani banget nih orang"
"Ini sih bakalan jadi saingan nya pak Revan, secara wajah mereka ganteng banget 11 12 lah"
"astaga calon suami ke dua gue, setelah pak revan pastinya"
"Ayanggg look at me"
Tak jauh berbeda, hal ini pun berlaku bagi mita. ia begitu mengagumi siswa baru ini yang menurut nya sangat lah tampan.
"Astaga del, makin semangat nih aku sekolah nya kalau ada 2 vitamin gini" ucap Mita tersenyum merekah dengan pandangan yang masih terfokus kepada sang murid baru.
"2 vitamin ? maksud kamu" tanya Adelia tak mengerti
"Itu loh Del, vitamin ke 1 nya pak Revan dan vitamin ke 2 nya tuh murid baru." jawab Mita antusias
Mendengar hal itu Adelia pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya. Ada - ada saja kelakuan sahabat nya ini.
"Okay, Silahkan perkenalkan diri kamu" pinta sang kepala sekolah sambil menyerahkan mic yang ada di tangan nya.
"Baik, selamat pagi semua"
"Pagiiiii" jawab para siswa serempak
"Perkenalkan, saya Stefan agantore biasa di panggil agan, usia 17 tahun & saya pindahan dari Jerman. So saya harap kita bisa jadi teman yang baik" ucap agan singkat yang kembali mengundang perhatian.
"Aku mau nya jadi teman hidup Gimana dong ?"
"Jangan kan jadi teman baik, jadi pasangan yang baik buat kamu aja aku mampu agan"
.........
Assalamualaikum readers, maaf sebelumnya Author baru up sekarang.
Jika ada yang bilang, author sudah mah up nya lama Eh sekali up cuman sedikit. Author sungguh minta maaf dan maklumi author ya.
kesibukan dan keterbatasan Author membuat nya seperti ini.
Dan author berjanji akan berusaha up dan menghadirkan kisah yang indah buat readers.
__ADS_1
dukung terus karya author ya🤗