Cintai Aku Pak Guru

Cintai Aku Pak Guru
Episode 16


__ADS_3

Ceklek


Suara pintu yang terbuka menampilkan langkah kaki jenjang dengan tubuh berselimut seragam sekolah yang nampak basah, hal itu terlihat dari banyak nya tetesan air yang jatuh apalagi dari bagian rambut nya.


Sebelum benar - benar masuk ia lantas mengelap terlebih dahulu kaki nya pada keset yang berada di depan pintu. Setelah dirasa kering lantas ia pun melanjutkan langkah nya.


"Assalamualaikum" ucap wanita itu dengan suara agak bergetar karena menahan hawa dingin yang menusuk.


"Waalaikumsalam" jawab sang laki - laki dewasa dengan dingin nya yang kini kebetulan tengah berada di sofa ruang tamu.


"P-pak Revan ?"


"Dari mana kamu baru pulang jam segini ?" ucap nya lagi dengan pandangan tajam dan melotot.


"A-aku habis kerja kelompok pak di r-rumah Mita. Kan tadi aku udah izin sama bapak di chat tetapi tidak di balas" jawab Adel dengan jujur.


Dan tanpa menjawab, Revan pun lantas menarik tangan Adel dengan kasar dan mendorongnya ke sofa hingga membuat Adel terduduk kesakitan.


"Apa kau sekarang Lalai akan tugas dan kewajiban mu hah ? mana janji yang kau ucapkan kepada Thalita untuk menjadi sosok ibu yang baik hah ?" ucap Revan tiba - tiba yang membuat Adel mengernyitkan dahi nya bingung.


"Maksud pak Revan apa ? aku sungguh tidak mengerti"


"Kau sengajakan tidak menyiapkan asi terlebih dahulu sebelum ke sekolah ? apa kau dengar sedari tadi Rania menangis menunggu mu dan dengan ceroboh nya kau tidak menyiapkan asi ? kau sengaja ingin membuat anak ku menangis hah ?"


Mendengar hal itu, Adelia pun terdiam beberapa saat. Akhirnya sekarang ia mengerti dengan arah pembicaraan yang dilakukan oleh guru sekaligus suami nya itu.


"Tapi tadi pagi saya mau siapin kok pak tetapi..."


"Tetapi apa ? kau mau memberikan alasan ?" ucap Revan memotong pembicaraan.


Namun sayang nya belum sempat Adel menjawab, terdengar suara dari belakang sana yang seketika membuat Adel dan Revan menoleh.


"Jangan salahkan Adel Van, mamah yang salah akan hal itu" Sahut Sarah tiba - tiba


"Salah ? maksud mamah apa ?"


.........

__ADS_1


Sementara itu, Saat ini di sebuah rumah minimalis yang terkesan mewah dan elegan terlihat seorang pria tampan tengah berbaring di atas kasur sambil mendengarkan musik. Hal ini, terlihat dari headphone yang terpasang rapi di kepala nya.


Sesekali jari tangan nya berayun - ayun mengiringi alunan musik R&B yang tengah di dengar nya. saat tengah berbaring, pria itu pun lantas bangun dan menghentikan kegiatan nya ketika terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Den, ditunggu sama nyonya dan tuan di Ruang keluarga" ucap Asisten rumah tangga tersebut.


"Iya bi bentar lagi aku nyusul ke sana" jawab pria tersebut.


"Baik den, akan bibi sampaikan"


Lantas setelah itu, pria tampan tersebut pun akhirnya turun dengan membawa handphone di tangan kiri nya.


"Ada apa mah pah ?" tanya pria Tersebut setelah ia sampai di ruang keluarga.


"Gimana persiapan kamu masuk sekolah besok ?" ucap ibu pria tersebut


"Semua nya udah beres mah, tenang aja"


"Huft, syukurlah kalau begitu. besok pagi setelah sampai di sekolah kamu masuk dulu ke ruang kepala sekolah nya ya untuk mengisi data sama pembagian kelas"


"Okay mah siap" ucap pria tampan tersebut.


.........


"Jangan salahkan Adel van, karena tadi mamah lah yang bilang pada Adel untuk tidak menyiapkan Asi" jawab Sarah


"Hah ? jadi ini karena mamah ?"


"Iya Van, jadi tadi itu......"


Flashback On :


"Del" Panggil Sarah kala melihat sang menantu tengah berjalan sambil membawa pompa Asi


"Iya mah ada apa ?" ucap Adel sambil menghentikan langkah nya


"Kamu mau pompa Asi buat rania ?" tanya Sarah yang diangguki oleh Adelia.

__ADS_1


"Mamah rasa pagi ini gak perlu dulu deh, soalnya stok asi adel masih ada di kulkas kayaknya cukup kalau sampai sore. mending sekarang kamu berangkat sekolah aja soalnya udah mau jam 7"


"Oh gitu, ya udah deh mah kalo gitu Adel berangkat sekolah aja. Ini pompa nya Adel simpan dulu di lemari ya" ucap Adelia.


"Iya Del" jawab Sarah.


Flashback Off


"Dan ternyata perkiraan mamah salah, Rania yang ternyata memang begitu haus malah menghabiskan ASI tersebut bahkan sebelum waktu nya Adelia pulang. Dan alhasil, Rania pun menangis kehausan" Ucap Sarah


Mendengar hal itu, Revan pun menghela nafas kasar. Ternyata ia sudah salah telah berprasangka buruk kepada Adel. Dan tanpa basa - basi Revan pun lantas mendekati Adel yang kini tengah meringis kesakitan sambil memegang tangan nya yang tadi dicengkeram kuat oleh Revan.


"Saya minta maaf" ucap Revan dingin, dan setelah itu ia pun lantas pergi menuju ke ruang kerja nya.


Sementara itu, Adelia dan Sarah saat ini masih memperhatikan sikap Revan yang begitu dingin dan tak peduli.


"Del, mamah minta maaf ya. jika bukan karena mamah, mungkin kamu tidak akan mendapatkan kemarahan nya Revan" ucap Sarah menyesal.


"Gak papa kok mah, gak perlu minta maaf seperti itu. adel udah biasa kok menerima kemarahan pak Revan, lagian adel sendiri juga salah karena sudah pulang telat" jawab Adel dengan senyuman manis di bibir nya.


"Hem, kamu Memang baik sekali Del. Revan harusnya lebih bersyukur memiliki istri seperti kamu."


"Hehehe mamah bisa saja"


"Oh iya mendingan sekarang kamu ganti baju Del, nanti sakit loh pakai seragam basah kayak gitu. Nanti mamah buatkan teh jahe biar badan kamu tetap hangat" pinta Sarah


"Iya mah terimakasih banyak ya, kalau gitu Adel pamit dulu ke atas" ucap Adelia.


"Iya del"


.........


Assalamualaikum readers, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Di bulan februari ini, author baru sempat up hari ini.


Author bukan nya malas, atau apa. tetapi ada beberapa kesibukan author yang menjadi kendala, seperti ada sepupu author yang baru saja melakukan pertunangan.


Insyaallah di mulai hari ini author akan berusaha untuk up

__ADS_1


Mohon dukungan dan semangat nya dari readers semua ya.


Terimakasih 🥰♥️🙏


__ADS_2