
Tepat pada hari ini, Sudah 4 Minggu berlalu sejak Adelia melakukan terapi hormon tersebut. Dan sejak saat itu, Adelia sering kali merasakan nyeri dan beberapa perubahan pada dada nya.
Namun sepertinya, ada yang berbeda dengan Adelia pada hari ini. Di Jam pelajaran terakhir ini, Adelia merasakan dada nya yang begitu basah. Dan karena merasakan keanehan tersebut, ia pun lantas mengambil cardigan di dalam tas nya dan segera meminta izin kepada guru untuk pergi ke toilet.
Brak,
Suara pintu toilet yang terbuka diriingi langkah kaki jenjang milik Adelia. Ia pun dengan segera mengunci toilet dan mulai membuka kancing seragam yang di pakainya.
"Astaga, ini apa yang basah ya ? sampe merembes gini, untung saja aku buru - buru izin, kalau nggak pasti teman - teman akan tahu" ucap Adelia.
"Lah, kok kalau di tekan gini dada ku malah semakin basah ya dan keluar cairan" kata nya lagi, lantas Adelia pun menyentuh cairan tersebut dan mulai mengamati nya.
"Ya ampun, jangan - jangan ini ASI ku sudah keluar. Aduh gimana ini" ucap Adel panik
Lantas dengan perasaan terkejut sekaligus Takut Adelia pun akhirnya memberanikan diri untuk menelfon Revan.
Tut Tut Tut
Panggilan pun tersambung, namun Revan tidak kunjung mengangkat nya. Hingga terhitung sudah 3 kali panggilan di lakukan, tapi tetap saja Sama.
"Aduh pak Revan kemana sih, kok gak di angkat - angkat terus. Ah aku coba sekali lagi deh"
Lantas setelah itu, Adelia pun kembali menelfon Revan. Dan syukurlah, di deringan ketiga panggilan pun terjawab.
"Hallo, ada apa menelfon ? kau menganggu kegiatan ku mengajar saja" ucap Revan dengan suara pelan.
"Hallo pak maafkan saya. Saya bingung harus gimana, ASI saya sudah keluar pak dan merembes ke seragam hingga basah. Ini Gimana pak, saya takut" ucap Adelia dengan nada bergetar
Lantas setelah itu, terdengar dari Ujung sana helaan nafas kasar yang bersumber dari Revan.
"Kau bawa jaket ?" tanya Revan
"I-iya pak saya bawa ini ada cardigan" jawab Adel
"Kau pakai itu, untuk menutupi dada mu. Tapi pakai dari depan agar tertutupi semuanya. kau mengerti" titah Revan
"Iya pak saya mengerti, eh tapi kalau ada yang tanya bagaimana ?"
__ADS_1
"Huft, kau bilang saja sedang sakit dan tiba - tiba demam" jawab Revan agak sedikit menaikkan volume suaranya.
"Baiklah pak, terimakasih. maaf saya mengganggu wak....." ucap Adel Namun belum sempat ia melanjutkan ucapannya, Tiba - tiba tanpa ada jawaban Revan pun lantas mematikan telfon nya sepihak.
Sementara itu, di ujung sana setelah mematikan telfon nya Revan pun menarik nafas perlahan sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar bocah, hal sepele seperti itu saja sudah ketakutan. Ribet sekali hidup nya, bisanya cuman panik ketakutan dan menyusahkan orang saja" ucap Revan dalam hati nya.
.........
"Assalamualaikum" Ucap Adel sambil melangkahkan kaki nya memasuki rumah.
"Waalaikumsalam" jawab Sarah yang kini tengah berdiri di ruang tamu sambil menggendong Rania yang tengah menangis.
Melihat hal itu, Adel pun lantas mempercepat langkah nya.
"Ya Allah mah, Rania kenapa ?" tanya Adel
"Rania kehausan Del, stok asi yang dari rumah sakit itu habis. Dan dari tadi rania gak mau berhenti menangis" ucap Sarah panik.
Setelah Mendengar hal itu, Adel pun refleks membuka cardigan yang di pakai nya. Dan sekarang terlihat jelas, seragam bagian dada nya yang sudah basah.
"Lah seragam kamu kenapa Del, kok basah gitu" tanya Sarah
"Ini mah, pas di sekolah ada cairan yang keluar dari bagian dada ku sampai merembes ke seragam. Seperti nya Asi ku sudah keluar Mah" ucap Adel menjelaskan
"Benarkah ? wah bagus Del kalau gitu, Jadi Rania sudah bisa minum Asi sekarang" kata Sarah dengan Mata berbinar
"I-iya mah, coba saja" ucap Adel.
Lantas Setelah itu, ia pun membuka kancing seragam nya dan mulai diperlihatkan dada milik nya. Lalu Sarah pun mulai memposisikan Rania di pangkuan Adel Dan tak lama kemudian Rania pun mulai menghisap Asi milik Adel dan berhenti menangis saat itu juga.
"Wah tenyata benar, asi kamu sudah keluar Del. Rania juga menerima nya dengan baik, Alhamdulillah kalau begini mamah tidak perlu khawatir lagi" ucap Sarah tersenyum senang.
"I-iya mah Alhamdulillah, tapi ini rasanya aneh banget ya geli - geli gimana gitu" ucap Adel dengan polos nya yang seketika membuat Sarah tertawa.
"Hahaha, Kalau pertama kali memang seperti itu Del. nanti juga lama - lama kamu akan terbiasa" ucap Sarah di sela - sela tawa nya.
__ADS_1
"oh gitu, Adel baru tau mah hehe" ucap nya.
Lantas setelah itu, keduanya pun terdiam sambil memperhatikan Rania yang tengah fokus meminum Asi nya.
"Minum Yang banyak ya sayang, biar cepat besar" ucap Sarah sambil mengelus kepala sang cucu dengan penuh kasih sayang.
.........
Malam hari nya, terlihat para Anggota keluarga di kediaman William tengah melakukan makan malam bersama. Sesekali terdengar percakapan di antara mereka untuk meramaikan suasana meja makan.
"Van" panggil farel kepada putra semata wayangnya itu.
"Iya pah kenapa ?" jawab Revan
"Papah sudah mulai tua dan sudah mulai tidak sanggup kalau harus mengurus perusahaan sendirian, maka untuk itu papah minta kamu untuk segera bergabung secara total di perusahaan" ucap farel sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.
Mendengar hal itu, Revan pun terdiam.
"Iya Revan tahu pah, tapi sepertinya untuk saat ini Revan mau fokus terlebih dahulu pada sekolah serta bisnis yang Revan kelola. Dan nanti juga revan pasti akan mengurus perusahaan papah kok"
"Huft, baiklah kalau begitu. Tetapi kalau nanti papah butuh bantuan, kamu harus siap. Dan ya, bagaimana bisnis resort dan Bengkel milikmu ?" tanya farel
Iya, terlepas dari dirinya yang berstatus sebagai anak tunggal dari raja bisnis seperti Farel. Revan pun tidak serta Merta menikmati hidupnya yang serba wah, tetapi justru dia memilih hidup dengan mandiri dan membuat bisnis nya sendiri sejak duduk di bangku SMA.
"Semuanya baik pah, dan rencananya juga Revan mau buka cabang bengkel yang ke 4 di Surabaya" ucap Revan
"Benarkah ? baguslah kalau begitu Van. papah bangga sama kamu"
"Terimakasih pah" ucap Revan.
Sementara itu, Sarah dan Adelia hanya duduk diam menikmati makanannya sambil menyimak perbincangan antara ayah dan anak itu.
Namun sepertinya, ada hal lain yang kini bersemayam di fikiran Adelia.
"Ternyata masih banyak hal lain nya yang tidak aku ketahui tentang pak Revan. Sungguh dia penuh dengan kejutan. Andai saja pak Revan mau menceritakan tentang diri nya padaku, pasti aku akan sangat senang" ucap Adel salam hati nya.
.........
__ADS_1
Readers, jangan lupa dukungan nya ya🥰🥰