Cintai Aku Pak Guru

Cintai Aku Pak Guru
Episode 8


__ADS_3

Hampir semua orang berkata, salah satu malam terindah yang pernah terjadi dalam perjalanan hidup adalah malam Pertama sebagai pasangan pengantin baru. Harum bunga dan minyak wangi, ranjang nan empuk, suasana romantis dan Penuh cinta menjadi beberapa faktor yang akan membuat malam pertama ini begitu berkesan.


Namun sepertinya hal ini tidak berlaku bagi pasangan pengantin baru berbeda usia dan status ini yaitu Revan dan Adelia.


Guling berwarna putih ini menjadi isyarat dan pembatasan jarak antara mereka.


Terlihat di sana, Revan sudah terlebih dahulu tidur dengan posisi memunggungi Adelia.


"Huftt, kamu harus kuat Adel. ingatlah kamu harus berubah mulai sekarang kamu bukanlah lagi Adelia si gadis SMA. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dan ibu, dan jangan sampai kamu mengecewakan amanat dari mbak Thalita" kata Adel sambil melirik ke arah Revan.


Lantas setelah itu, Adel pun langsung berbaring miring ke arah kanan dan mulai memejamkan matanya, sungguh ini merupakan hari yang agak melelahkan untuknya.


Dan tanpa sepengetahuan adel, ternyata sedari tadi Revan pun belum juga tidur dan samar - samar ia juga mendengar semua perkataan Adel.


"Thalita mengapa kamu harus pergi secepat ini sayang dan malah membuat ku harus menikahi murid ku sendiri?" kata Revan dalam hatinya.


.........


Keesokan paginya, Adelia telah rapih memakai seragam sekolahnya, rambut hitam bergelombang nya dibiarkan tergerai indah dan sapuan bedak serta lip ice berwarna bening menyempurnakan tampilan gadis remaja yang sudah menjadi istri ini.


Ia pun terburu - buru turun ke bawah karena sedari tadi sudah di panggil oleh sang mertua untuk sarapan pagi bersama, ya sarapan pertamanya sebagai menantu di rumah ini.


"Selamat pagi semua" sapa Adel dengan senyuman manisnya.


"Selamat pagi" jawab farel dan Sarah


Sementara itu, Revan terlihat begitu acuh dengan kedatangan sang istri dan ia juga terlihat tidak menjawab sapaan nya. Adelia yang merasakan hal itu pun hanya bisa tersenyum miris melihat respon sang guru yang merangkap menjadi suaminya itu.


"Maaf ya mah, Adelia telat turunnya dan gak sempat bantu mamah tadi" kata Adel menunduk tak enak.


"Gak papa Del kamu gak usah gak enak kaya gitu, ya sudah sekarang kamu sarapan dulu ya nak"


"Iya mah, terimakasih" kata Adel tersenyum.

__ADS_1


"Sama - sama sayang"


lantas setelah itu, mereka berempat pun mulai menyantap makanan nya dengan hening. Hingga tak lama kemudian suara sang Pemimpin rumah memecah keheningan.


"Oh iya Adel, nanti kamu berangkat sekolah nya sama Revan saja ya" kata farel


"Gak bisa Pah, Revan mau ke makam Thalita dulu. biarkan saja dia berangkat duluan" kata Revan buru - buru menyela jawaban Adel.


"Ehm, iya pah Adel naik angkot aja. lagian dari sini lebih dekat ke sekolah dari pada rumah orang tua Adel, jadi gak perlu di antar ataupun berangkat bersama pak Revan."


"kamu yakin del ? gak mau di antar sama sopir juga ?" tanya Sarah


"Iya mah, Nggak usah." kata Adel mantap


"Huft, ya sudah kalau begitu" jawab Sarah pasrah.


.........


Namun sebelum itu langkahnya mendadak terhenti Kala ia melihat mobil mewah berwarna hitam milik Revan mulai memasuki parkiran sekolah.


Tak lama kemudian, Revan pun keluar dari sana sambil merapikan jas yang dipakainya. Hal itu pun membuat kening Adelia mengernyit dengan pandangan bertanya - tanya.


"Bukankah tadi pak Revan bilang nya mau ke makam mbak Thalita dulu, tetapi kok dia dan aku datangnya hampir barengan sih, gak mungkin kan kalau pak Revan cuman 3 menit diam di pemakaman ?"


"Atau jangan - jangan tadi dia berbohong mengatakan ingin ke makam mbak Thalita supaya aku gak pergi bareng sama dia ?


Astaghfirullah jangan suudzan kamu Adel. mungkin benar tadi pak Revan mau kesana tapi gak jadi, ah sudahlah terserah dia" kata Adel lagi sambil menggelengkan kepalanya tanpa ingin pusing menerka - nerka.


.........


"Di rumah sepi sekali ya pak gak ada Adel, padahal dia baru saja semalam pergi meninggalkan rumah" kata Ratih mamah Adel dengan pandangan lurus.


"Iya sih bu, tapi apa boleh buat. Adel kan sekarang sudah bukan tanggung jawab kita lagi, dia sudah menjadi tanggung jawab suaminya dan mau tak mau Adel pun harus pergi ikut dengan nya meninggalkan kita"

__ADS_1


"Heem, tapi ibu merasa begitu ragu dengan suami Adelia pak. Dia menikahi Adel dengan paksaan tanpa ada rasa cinta sedikitpun apalagi Adel adalah murid nya sendiri di sekolah. mamah takut Adel gak bisa bahagia"


Mendengar hal itu, bapak Adel pun menghela nafas panjang. sebenarnya ia juga memikirkan hal yang sama apalagi sebagai seorang laki - laki ia tau betul dan bisa merasakan perasaan Revan saat ini.


"Kita berdoa saja bu, semoga Revan bisa dengan cepat menerima kepergian almarhumah istri nya dan menerima Adel dengan baik." kata pak Hadi mengelus bahu sang istri untuk menenangkannya.


.........


"Sil, Lo kenapa sih ? yang fokus dong. dari tadi kita udah beberapakali ganti gaya dan Lo masih aja tetap monoton kaya gitu" kata sang fotografer terlihat tengah memarahi sesil.


"I - iya maaf bang, gue lagi gak enak Badan soalnya. bisa gak kasih gue waktu buat istirahat 15 menit aja please ?" kata sesil.


"Huftt, ya udah sana. Dan ingat setelah ini Lo harus tampil maksimal dan gaya Lo harus memukau jangan kaya tadi"


"Iya bang siap" kata sesil.


lantas setelah itu sesil pun segera berjalan menuju ruang istirahat, lantas ia pun segera minum untuk menetralkan rasa haus yang mendera kerongkongan nya.


"Sil, Lo kenapa sih hari ini hah ? gue tadi ditegur tuh sama si boss" kata Boby manager sesil.


"Ya maaf Bob, Lo tau kan gue kenapa ? bayangan kematian dan perasaan kehilangan gue akan kepergian Thalita yang begitu tiba - tiba membuat gue sedih dan gak ada gairah Sama sekali" kata sesil dengan mata berkaca - kaca.


"Iya gue tau soal itu, gue juga ikut ngerasa kehilangan atas kepergian thalita. tetapi kita juga harus tetap bangkit jangan terus - terusan terpuruk pada kesedihan" kata Boby menenangkan


Iya dulu semasa SMA. Thalita, Sesil, Boby, dan Revan adalah teman seangkatan satu sekolah. Dan mereka pun saling mengenal satu sama lain nya, terlebih kedekatan mereka semakin akrab setelah sesil dan Thalita terjun bersama ke dunia modelling ditambah dengan kehadiran Boby yang dipinta oleh sesil secara pribadi untuk menjadi manager nya.


"Maafin gue Boby," kata sesil yang langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang Boby.


.........


haii readers, jangan lupa untuk like, momen & vote yaaa ♥️🥰


maafkan author yang Baru sempat up 😢

__ADS_1


__ADS_2