
"Adelia kau ?"
Panggil Revan melihat gadis berseragam SMA yang dikenali nya itu. Sejenak ia terpaku di tempat nya, Bagaimana bisa Adelia ada di ruang perawatan sang istri dan apa itu ? kepalanya di perban, Apakah sang murid yang sedang dalam masa hukuman nya itu juga terluka ? tetapi karena apa ?
Ya begitulah kira - kira beberapa pemikiran yang hinggap di kepalanya saat ini, lantas ia pun segera melangkahkan kakinya mendekati brangkar sang istri.
"Revan, kamu kenal dengan Adel ?" tanya Sarah menatap sang putra.
"Iya mah, Adel murid ku di sekolah" jawab Revan
"Wah benarkah ? baguslah kalau begitu. Kau harus berterimakasih pada Adel re, karena dia telah menyelamatkan Thalita"
"Menyelamatkan ? maksudnya ?" tanya Revan tidak mengerti sambil mengalihkan pandangannya menatap Adel.
Lantas tanpa berbasa - basi, Sisil pun segera menceritakan semua kronologi kecelakaan tersebut hingga Adelia yang sedang berjalan sepulang sekolah menyelamatkan Thalita dari tabrakan mobil tersebut.
Setelah mendengar hal itu, Revan pun kembali menatap Adelia. Terbesit sedikit rasa kagum dalam hatinya, melihat murid yang ia cap ceroboh itu ternyata memiliki hati yang mulia dan mau menolong orang lain.
"Huftt Adelia, Saya ucapkan terimakasih karena kamu mau menolong istri dan anak saya. Dan ya, kamu mau apa ? saya akan mengabulkan apa yang kamu minta" ucap Revan tanpa ragu
"Sama - sama pak, tapi maaf saya menolong mbak Thalita ikhlas tanpa menginginkan apapun juga" jawab adelia tegas.
__ADS_1
Dan di tengah - tengah percakapan itu, Tiba - tiba terdengar sebuah rintihan kesakitan dari Thalita dan hal itu membuat semua orang begitu panik. Lantas Revan pun segera berlari ke luar untuk mencari dokter.
Beberapa saat kemudian dokter pun datang, Dan beliau menyuruh semua orang untuk tunggu di luar selama pemeriksaan berlangsung.
.........
"Tuhan, selamatkanlah Adelia" pinta Revan dalam hatinya sambil sesekali melirik ke arah pintu kamar perawatan
Ceklek pintu ruangan terbuka.
Nampaklah disana dokter bersama beberapa orang perawat, Dan salah satu darinya menghampiri Kevin dan keluarga.
"Pasien ingin bertemu dengan keluarganya sekarang" ucap sang perawat.
"Thalita sayang, aku mohon bertahanlah" ucap Revan menggenggam tangan nya erat.
"M-mas, Papah, ma mah. A aku punya permintaan" kata Adelia.
"Apa sayang"
"Permintaan apa nak ?"
__ADS_1
"Apa yang kamu mau Thalita ?" Ucap ketiganya serempak
Lantas Thalita pun memanggil Adelia, dan menggenggam tangan nya.
"Adel, aku punya permintaan juga untukmu" kata Thalita, lantas ia pun membawa tangan Revan dan menyatukannya dengan tangan Adel di atas perutnya.
"Semuanya, Aku ingin mas Revan me menikah dengan Adelia Se sekarang juga" ucap Thalita.
Mendengar hal itu, lantas semua orang pun terkaget-kaget. Begitupun dengan Adelia yang langsung menarik tangannya, Sementara itu Revan wajahnya terlihat memerah menahan amarah.
"Apa yang kau ucapkan Thalita ? kau sadar dengan tindakan mu ini hah ?" ucap Revan menaikan volume suaranya.
"Aku sadar mas, Aku sudah tidak dapat bertahan lagi. Izinkan adelia menjadi pendamping mu dan ibu sambung untuk anak kita" kata Adelia.
Sarah dan farel yang melihat hal itu, merasa sedih sekaligus terharu. Apakah ini merupakan sebuah firasat akan kepergian sang menantu ?
"M mbak Thalita, I ini semua tidak benar mbak. Pak Revan adalah guru ku, bagaimana mungkin seorang guru menikahi muridnya sendiri ?" ucap Adel menggelengkan kepalanya.
"Aku mohon Adelia mas Revan, ini adalah permintaan terakhir ku. Aku mohon sebelum aku pergi aku ingin melihat kalian menikah. Cepat mas, waktuku tidak banyak" kata Thalita dengan linangan air mata nya.
Mendengar hal tersebut, semua orang yang di dalam ruangan ini begitu dilema. Apa yang harus mereka putuskan saat ini ?
__ADS_1
.........
Hai hai readers, maafin author yang baru sempat up sekarang 🥺