Cintai Aku Pak Guru

Cintai Aku Pak Guru
Episode 11


__ADS_3

Malam hari ini Udara terasa begitu dingin, belaian angin malam dan bunyi rintik - rintik hujan dari angkasa seolah bagaikan mantra yang mampu membuat para insan manusia semakin terhipnotis untuk terlelap ke alam mimpi.


Namun sepertinya mantra ini tidak mempan kepada sang gadis remaja yang berstatus istri sekaligus ibu ini, siapakah dia ? tak lain dan tak bukan dia adalah Adelia.


Malam ini, Adelia tidak bisa memejamkan mata nya sama sekali, sudah bolak - balik ganti posisi tetap saja tidak terlelap. apakah Alasan nya ? alasan nya adalah, Saat ini Adelia tengah merasakan sakit pada area dada nya, dan rasa sakit itulah yang menganggu waktu tidurnya.


"Ya Allah dada ku sakit sekali, apakah ini reaksi dari terapi hormon induksi laktasi yang aku lakukan tadi pagi ya ?" kata Adelia pelan.


Iya, Setelah menimbang beberapa lama, akhirnya Adelia pun memutuskan untuk bersedia menjadi ibu susu bagi Rania. dan setelah persetujuan nya itu, maka terapi pun langsung dilakukan saat itu juga.


Meskipun ada keraguan dalam hati nya, namun sekuat tenaga Adelia pun menepis hal itu, ditambah lagi status nya yang sebagai seorang ibu menjadi sebuah pendorong bagi nya untuk melakukan terapi ini. Yang terpenting sekarang Rania bisa tumbuh dengan baik.


"Kau bisa diam tidak ?" bentak Revan dengan mata tajam nya meskipun terlihat begitu mengantuk


Sementara itu, Adelia yang tengah melamun seketika kaget kala melihat Revan terbangun dan menatap nya tajam.


"Ke-kenapa pak ?" tanya Adelia tidak mengerti


"Kau masih tanya kenapa hah ? Sedari tadi kau terus bergerak di kasur dan itu menganggu waktu tidur ku sialan" bentak Revan.


"Maafkan saya pak, jika pergerakan saya mengganggu waktu tidur bapak. Habis nya saya tidak bisa tidur pak, dada saya begitu sakit, seperti nya ini reaksi terapi hormon itu pak" ucap Adelia berterus terang


"Halah alasan saja kamu, Sudah ganggu tidur orang, masih saja beralasan. sudah sana pindah tidur di sofa. bawa bantal dan selimut, malam ini kamu tidur saja di sana. Cepat" perintah Revan


Mendengar hal itu Adelia pun terdiam.


"Cepat tunggu apa lagi, apa kurang jelas perintah ku ?"


"Eh i-iya pak saya akan pindah" kata Adel, lantas setelah itu ia pun buru - buru mengambil bantal Dan selimut lalu bangkit dan berjalan menuju sofa, setelah itu Adel pun berbaring dengan posisi memunggungi Kevin.


Melihat hal itu, Revan pun menyunggingkan senyum tipisnya. Akhir nya ia bisa tidur dengan nyenyak juga, begitulah fikirnya. Dan tanpa berlama - lama Revan pun akhirnya kembali masuk ke alam mimpi.


Sementara itu, Adel yang pura - pura tertidur pun lantas berbalik dan mengintip ke arah Revan, terlihat di sana Revan telah tidur dengan lelap nya. Melihat hal itu, Adel pun merasa sedih sekaligus kecewa.


"Aku kesakitan seperti ini juga untuk anak nya. tetapi kenapa pak revan tidak peduli dan tidak menghargai sama sekali dengan pengorbanan yang aku lakukan ?


Ya Allah kuatkan dan sabarkanlah diri hamba dalam menjalankan semua ini, luluhkan hati pak Revan agar dia bisa menerima ku" pinta Adel dalam hatinya.

__ADS_1


.........


Keesokan hari nya, Adel yang telah bersiap untuk pergi ke sekolah pun terlebih dahulu menyempatkan diri nya untuk Membantu Sarah di dapur dan menyiapkan sarapan pagi.


Namun sepertinya, Ada yang berbeda dengan tampilan wajah Adelia pagi hari ini. Bagaimana tidak ? wajah nya terlihat lebih pucat dengan kantung mata yang menghitam dan terlihat jelas dari sana, bahwa Adelia kurang beristirahat semalam.


"Selamat pagi mah" sapa Adelia kepada Sarah yang saat ini tengah mengaduk sayur di wajan


"Eh sayang, selamat pagi juga" jawab Sarah, lantas setelah mengecilkan kompor dia pun berbalik, lalu seketika tertegun dan menatap Adelia lekat.


"Emh ada apa mah ?" tanya Adel


"Sayang, apa kamu baik - baik saja ? kamu terlihat pucat dan ini juga kantung mata nya terlihat jelas" kata Sarah sambil mengelus pelan pipi Adel.


"Adel baik - baik saja kok mah, cuman semalam dada Adel terasa nyeri sampe gak bisa tidur, mungkin itu reaksi terapi hormon kemarin mah" kata Adel tersenyum lembut.


Mendengar hal itu, Sarah pun terdiam hingga tanpa sadar mata nya berkaca - kaca sampai membuat Adel memandang nya heran.


"Loh mamah kenapa, mamah nangis ?" tanya Adel


"Nggak sayang, mamah gak nangis. mamah cuman merasa bersalah saja sama kamu, karena permintaan mamah dan Revan kamu harus menanggung rasa sakit dan mengorbankan masa muda kamu nak" ucap Sarah


"Ya Allah mah gak papa, Adel ikhlas kok. lagian ini juga sebagai bentuk pengorbanan Adel sebagai seorang ibu untuk Rania. Jadi mamah gak usah sedih ya" kata Adel menenangkan Sarah


Lantas setelah itu, Sarah pun memeluk Adel dengan erat begitu pun sebaliknya.


"Kamu sungguh dewasa sayang, tak salah Revan menikahi kamu. Semoga kamu selalu mendapatkan kebahagiaan dan cinta yang berlimpah ya nak" kata Sarah


"Aamiin mah, Terimakasih doa nya" jawab Adel di sela pelukan nya.


.........


"Adellllll" teriak Mitha antusias begitu melihat Adel yang berjalan menuju bangku nya.


Dan tanpa berlama-lama Mitha pun lantas berdiri dan memeluk Adel erat.


"Aduh jangan kencang - kencang meluk nya Mit, aku engap nih" kata Adel sambil berusaha melepaskan pelukan Mitha.

__ADS_1


"Ehehehe sorry deh, aku kangen banget tau gak sih." ucap Mitha


Mendengar hal itu, Adel pun tertawa.


"Hahaha, kamu lucu banget sih mit. aku gak masuk sehari aja kamu udah heboh gini"


"Ih kamu mah gitu, nyebelin banget" kata Mitha sambil mengerucutkan bibir nya.


"Uluh uluh, iya deh maaf. aku juga kangen sama cerewet nya sahabat aku ini" ucap Adel sambil mencubit ke dua pipi Mitha


"Aduh sakit del Ampunnn"


Akhirnya sebelum bel masuk berbunyi, kedua sahabat itu pun saling mengobrol untuk mengisi waktu.


"Eh iya Del, saudara kamu udah sehat ?" tanya mitha tiba - tiba yang membuat Adel seketika bungkam


"I-iya Alhamdulillah saudara aku udah sembuh ma-makannya aku udah pulang lagi ke sini" jawab Adel gugup


"maaf mit, aku harus bohong sama kamu. bukan saat nya kamu tahu untuk tau yang sebenernya" batin Adel


"Oh gitu, eh sakit apa katanya ?"


"Typus, iya typus. dia udah di rawat kok jadi nya gak perlu khawatir hehe"


"Hmm iya sih, typus mah mending di rawat aja biar cepat sembuh"


"Iya mit" jawab Adel sambil tersenyum lega, karena akhirnya Mitha pun berhenti bertanya lebih lanjut mengenai ketidakhadiran nya di sekolah kemarin.


.........


Assalamualaikum readers, maaf sebelumnya Author baru up sekarang.


Jika ada yang bilang, author sudah mah up nya lama Eh sekali up cuman sedikit. Author sungguh minta maaf dan maklumi author ya.


kesibukan dan keterbatasan Author membuat nya seperti ini.


Dan author berjanji akan berusaha up dan menghadirkan kisah yang indah buat readers.

__ADS_1


dukung terus karya author ya🤗


__ADS_2