
Hari demi hari berlalu begitu cepat, sehingga tidak terasa usia pernikahan Adelia dan Revan telah menginjak 6 bulan, dan selama itu pula tidak ada yang berubah di antara mereka. Revan masih sama dengan sikap dingin dan tak peduli nya serta Adelia yang masih tetap bertahan dan bersabar akan semua yang telah terjadi di dalam hidup nya.
Dan tepat pada hari ini pula si cantik Rania telah berusia 6 bulan, itu artinya dia sudah bisa mulai makan MPASI. Seperti pada saat ini Adel tengah menyuapi Rania di taman belakang rumah sambil menikmati terpaan sinar mentari pagi.
"Wah, hebat ya anak mamah makan nya lahap" ucap Adelia kala melihat bagaimana antusias nya Rania.
"makanan nya enak ya sayang ? ya sudah besok mamah bikin lagi ya, besok mamah kasih parutan wortel biar Rania makin sehat dan lahap makan nya" ucap nya lagi.
Dan di tengah - tengah kegiatan nya itu, Tiba - tiba Revan datang dan duduk tepat di samping Adelia sambil membawa secangkir kopi di tangan kanan nya. Melihat hal itu, Adel pun terdiam dan tetap melanjutkan kegiatan nya menyuapi Rania tanpa mengindahkan kehadiran sang suami.
"Bagaimana hubungan kamu dengan anak baru itu ?" tanya Revan tiba - tiba yang membuat Adel menoleh seketika.
"Hubungan ? maksud mas Revan apa ? aku tidak mengerti" jawab Adelia.
Iya, Sudah sejak 2 bulan lalu Adelia mengubah panggilan nya kepada Revan menjadi mas, karena ia sempat di Tegur oleh Sarah dan kedua orang tuanya. Dan akhirnya mau tidak mau Adelia pun akhirnya memanggil Revan dengan panggilan mas dan hal ini pun di setujui juga oleh Revan.
"Hubungan kedekatan mu dengan Agas, apa kau masih tidak mengerti ?" tanya Revan dengan pandangan tajam nya.
"Apa yang mas maksud adalah kedekatan ku dengan dia di sekolah ? sungguh mas itu hanya sebatas teman saja tidak lebih" sanggah Adelia.
Iya, semenjak agas pindah ke sekolah tersebut. Agas hanya memiliki kedekatan yang baik itu dengan Adelia, tidak dengan perempuan lain. Meskipun banyak siswi di sana yang mengagumi bahkan menyukai agas karena ketampanan dan kepintaran nya.
Tetapi tetap saja, hanya Adelia lah yang membuat Agas nyaman untuk berteman dan hanya Adel pula lah satu - satu nya wanita yang dekat dengan agas. Bahkan kedekatan mereka sudah terkenal seantero sekolah.
"Hem benarkah ? tidak ada yang nama nya pertemanan sungguhan antara perempuan dan laki - laki Adelia. Entah kamu ataupun agas pasti ada salah seorang dari kalian yang memiliki perasaan lebih"
"Nggak mas, kamu bisa jamin kalau aku gak ada perasaan apapun sama agas. Kamu bisa pegang perkataan aku mas" ucap Adelia sambil menatap lekat wajah Revan.
"Apakah dengan Agas, kamu bisa menjamin perasaan dia ?" tanya Revan
Mendengar hal itu, Adelia pun terdiam.
"Aku memang tidak bisa menyelami sedalam apa hati dan perasaan seseorang. Tetapi aku juga yakin kalau agas tidak memiliki perasaan apapun padaku, karena ia pernah bilang kalau dia memiliki seorang di dalam hati nya, dan aku yakin itu bukan aku mas" jawab Adelia penuh keyakinan.
"Hem terserah apa katamu Adel, tetapi aku ingin mengingatkan bahwa status mu sekarang berbeda, kau bukanlah lagi wanita single yang bebas untuk berdekatan dengan pria mana sesuka hatimu" ucap Revan, lantas setelah itu ia pun pergi meninggalkan Adelia yang kini tengah menatap nya intens.
__ADS_1
"Aku akan selalu setia dan ingat akan statusku mas, terlepas dari sikap dan perbuatan mu padaku. Aku akan selalu menyayangi mu, suamiku" ucap Adel.
.........
"Adel"
Panggil seseorang yang seketika membuat langkah kaki adelia terhenti.
"Eh kamu agas, ada apa ?" Iya, yang memanggil Adel adalah Agas.
"Kamu udah kerjain tugas yang dari pak Revan ?" ucap Agas
"Tugas pak Revan ? yang mana sih ?"
"Itu loh yang ada di buku paket halaman 134"
"Buku paket, yang mana ya" ucap Adel sambil memutar otaknya mengingat tugas yang sepertinya ia lupakan.
"Oh astaga, ya tuhan Agassss aku belum mengerjakan tugas nyaaa" ucap Adel panik sambil menghentikan langkah kaki nya.
"Benarkah ? tumben sekali kamu gak ngerjain tugas, biasanya kan kamu paling rajin"
"Hehehe iya, aku keasikan maraton nonton Drakor jadi nya gak ingat sama tugas" ucap Adel dengan penuh kebohongan, padahal mah boro - boro nonton film yang ada ia keasikan gendong Rania.
"Waduh, makan nya jangan keasikan del jadi nya kan lupa sama tugas" jawab agas.
"Iya nih, nanti mah aku usahain gak bakalan nonton terus"
"Nah gitu dong"
.........
Saat ini, Di kelas 11 MIPA 1 terlihat siswa - siswi di sana tengah bersiap untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran pada pagi hari ini, dan kebetulan di jam pertama ini akan diisi oleh Revan. Riuh Dan sorak siswa terdengar seperti biasa kala memandang wajah tampan nan dingin milik sang guru idola.
"Baiklah anak - anak sebelum kita berlanjut pada materi, saya ingin menagih terlebih dahulu tugas yang saya beri di pertemuan kemarin. Silahkan tugas nya kumpulkan di meja saya" titah Revan.
__ADS_1
lantas setelah itu, para siswa pun mulai melangkahkan kaki nya menuju meja guru untuk memberikan tugas. Dan hal ini, berbanding terbalik dengan Adelia yang duduk dengan perasaan takut.
Dan dari bangku belakang, Agas yang sedari tadi memperhatikan Adelia merasa begitu khawatir sekaligus kasihan.
"Kasihan Adel, pasti dia sedang ketakutan sekarang" ucap agas di dalam hati nya.
"Siapa yang belum mengerjakan tugas yang saya berikan ?" ucap Revan dengan sorot mata tajam nya.
Mendengar hal itu, Adel seketika terkejut dan keringat dingin mulai keluar, Seperti nya saat ini ia akan tamat.
"Sa-saya pak" ucap Adelia sambil mengacungkan tangan nya.
"Saya juga pak" ucap seseorang dari arah belakang.
"Loh agas ? bukan nya kamu udah ngerjain ?" ucap Adel spontan
"Nggak Del, buku aku ternyata ketinggalan di rumah" jawab agas sambil menyunggingkan senyum manis nya.
Dan setelah itu, Adel pun kembali terdiam masih dengan posisi yang sama. Sementara itu, Revan yang sedari tadi memperhatikan interaksi sang istri dengan Agas. membuat nya mengernyitkan dahi heran, seperti nya ada sesuatu di sini.
"Kalian berdua, silahkan keluar dan hormat kepada bendera sampai mata pelajaran saya selesai, cepat" titah Revan dengan tegas nya.
"Baik pak" jawab agas dan Adelia kompak.
Lantas setelah itu, mereka berdua pun bangkit dan tempat duduk nya dan mulai berjalan pergi untuk melaksanakan hukuman yang diberikan oleh revan.
.........
Assalamualaikum readers🤗
Sebelum nya, author Ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak noveltoon dan para readers tercinta kesayangan Author.
karena apa ?
karena author setelah sekian lama, baru up lagi.
__ADS_1
Mohon maaf kesibukan dan keterbatasan author di kehidupan nyata sehari-hari mengalihkan waktu dan perhatian author untuk melanjutkan Novel.
So, jangan kapok dan tetap dukung karya Author ya♥️