
Sinar mentari perlahan terlihat mulai meredup dan berpamitan menuju ke singgasana megah nya di ufuk barat. Semburat cahaya jingga nya menemani langkah kaki Adelia menuju ke kediaman baru nya, yaitu di rumah Sang Suami, Revan.
"Assalamualaikum" ucap Adel kala membuka pintu rumah.
"Waalaikumsalam, eh kamu baru pulang del" jawab dari dalam, terlihat di sana Sarah tengah duduk di sofa dengan sebuah majalah fashion di tangan nya.
"I-iya mah, maaf ya adel pulang nya telat. soalnya tadi sepulang sekolah harus kerja kelompok dulu sama teman - teman. Tapi Adel sudah izin kok sama pak revan"
"Oh begitu, iya Del gak papa. mamah cuman khawatir aja sama kamu takutnya tersesat atau bagaimana soalnya kan kamu masih baru di daerah sini"
"Iya mah Alhamdulillah Adel gak papa kok"
"Hem, baiklah kalau begitu kamu sekarang istirahat ya." kata Sarah tersenyum lembut.
"Iya mah terima kasih, kalau begitu adel permisi" ucap Adel.
"Okay sayang"
.........
Sesampainya di depan pintu, tiba - tiba perasaan Adel menjadi begitu gugup. Perlahan ia pun menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaan nya.
"huft, tenang Adel tenang. Kamu pasti bisa, Ayo semangat lagi pula dia kan suami mu. Jadi, apa yang kamu takutkan ?" kata adel menguatkan dirinya.
Lantas setelah itu, Adel pun langsung membuka pintu kamar dengan perlahan.
Ceklek
Setelah dibuka terlihat di sana Revan tengah duduk bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya, Sejenak ia berhenti dalam kegiatan nya kala mendengar pintu kamar terbuka dan ia pun sempat menatap Adel sekilas.
"Permisi pak" kata Adel formal.
"Hem" jawab Revan dingin tanpa mengalihkan pandangan nya.
Dan Melihat respon Revan yang seperti itu, Adel pun seolah tersentil karena secara tidak langsung Revan begitu tidak peduli kepadanya. Lantas, tanpa berlama - lama Adel pun segera melangkahkan kaki nya menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya dan setelah itu ia pun pergi mandi.
20 menit kemudian, Adel pun telah selesai membersihkan dirinya dan sekarang ia tengah duduk di kursi meja rias untuk mengeringkan rambut nya. Dan di tengah - tengah kegiatan itu, Sesekali adel melirik Revan dari balik cermin yang berada di sana.
"Apa yang kau lihat ?" kata Revan seolah tahu kalau Adel tengah memperhatikan nya.
"Eh e-enggak pak, saya tidak melihat apa pun" ucap Adel terbata.
__ADS_1
"Hm terserah, karena saya sangat tidak suka bila selalu diperhatikan diam - diam seperti itu, kau faham ?" ucap Revan tegas
"I iya pak, saya faham"
"Hem, baguslah kalau begitu. Dan sekarang kau siap - siap nanti malam kita jemput anak saya di rumah sakit" pinta Revan tanpa ingin di bantah.
"Baik pak" jawab Adel singkat.
.........
"Selamat tuan, nona ini bayi nya. Sekarang keadaan nya sudah lebih baik dan sehat" ucap sang dokter sambil menyerahkan bayi mungil tersebut ke pangkuan Revan
"Terimakasih dok," kata Revan tersenyum senang sambil menatap sang anak.
"Sama - sama pak, kalau begitu saya permisi dulu"
"Iya dok sama - sama" jawab Sarah.
Iya, malam hari ini tepat nya jam 7. Revan, Adelia dan Sarah pergi bersama ke rumah sakit untuk menjemput bayi Revan bersama Thalita. Sementara itu, Farel hari ini absen karena ia sedang Pergi keluar kota untuk mengurus proyek pembangunan mall yang baru.
"Alhamdulillah ya van, Akhirnya anak kamu sudah sehat dan bisa kita bawa ke rumah. Uh seperti nya mamah harus membuat perayaan ini, bagaimana menurut kalian Van, Del ?" kata Sarah Antusias
"Ehm kalau menurut Adel bagus sih mah" jawab Adel
"Oke kalau begitu, mamah anggap kalian setuju ya. nanti biar mamah yang siapkan semuanya"
.........
"Cup cup cup, Rania sayang kok kamu menangis terus sih nak ? kan sudah nenek kasih susu" kata Sarah panik kala baby nya yang terus saja menangis.
Iya, Rania Kusuma William Adalah nama yang dipilihkan oleh Revan dan Alm.Thalita untuk putri kecil mereka yang menggemaskan ini.
Sementara itu, Revan yang sekarang ini tengah berada di kamar merasa kaget kala mendengar tangisan Rania yang begitu kencang, dan karena khawatir ia pun lantas segera pergi menuju kamar sang anak.
"Ada apa mah ? kok rania menangis terus ?" tanya Revan
"Nggak tau Van, mamah udah coba kasih dia susu formula tapi tidak di minum dan Rania malah tambah menangis. mamah jadi khawatir" jawab Sarah
Dan di tengah - tengah percakapan itu, datanglah Adelia ke dalam sana.
"Mah Rania kenapa ?"
__ADS_1
"Nggak tau Del, dari tadi nangis terus"
"Oh begitu, ehm boleh gak kalau Adel gendong dia ?" pinta Adel
"Kamu mau menggendong nya ? ya udah nih boleh tapi hati - hati ya" kata Sarah sambil menyerahkan Rania ke pangkuan Adel.
Selang beberapa menit kemudian, dengan ajaib tangisan Rania pun seketika berhenti dan hal itu membuat Sarah tersenyum sambil menghela nafas lega, berbeda dengan Revan yang hanya diam memperhatikan dengan muka datar nya.
"Wah seperti nya Rania ingin di gendong sama mamah ya sayang" kata Sarah yang membuat perasaan Adelia menggelitik kala ia mendengar sebuah gelar baru untuknya.
"Hehehe iya mah sepertinya begitu" kata Adel tertawa.
Sementara itu, Revan mendelik tidak suka kala mendengar panggilan mamah untuk Adel, karena bagaimanapun di dalam hati nya hanyalah Thalita seorang berhak untuk di panggil mamah.
"Aku keluar" pamit Revan
"Iya nak" kata Sarah.
15 menit pun berlalu, Akhirnya setelah di timang - timang oleh Adel. Rania pun tertidur dengan pulas nya.
"Mah, ini Rania nya sudah tidur"
"Oh iya ? sini sayang kamu baringkan di kasur ini ya" pinta Sarah yang langsung di angguki oleh Adel.
"Terimakasih ya nak, kamu sudah membantu mamah menenangkan Rania"
"Iya mah sama - sama, lagipula kan ini juga kewajiban Adel yang sekarang menjadi ibu untuk nya. ya sudah kalau begitu Adel pamit ke kamar ya mah" kata Adel
"Iya del silahkan" kata Sarah, lantas ia pun menatap punggung Adel yang perlahan-lahan menghilang dari balik pintu.
"Kamu sungguh dewasa dan penyayang Del, tak salah Thalita langsung menitipkan Revan dan Rania sama kamu meskipun waktu itu ia hanya sekali ketemu kamu" ucap Sarah dalam hati nya.
.........
Hello, Adel dan Revan Come back guys!
Sebelumnya author minta maaf ya,
author bukan nya lelet up, atau kalau pun up eh malah sedikit atau bagaimana.
author juga gak mau up cepat tetapi ceritanya kurang Sreg dan author tuh pengen ngasih cerita yang terbaik buat readers tercinta.
__ADS_1
jadi mohon di maafkan plus di maklumi ya readers.. love you all 😘