
Rasa malas di diriku udah mulai keluar , pertemuan yang di janjikan hilang begitu aja bagaikan di embus angin .
Malas memikirkan dirinya ataupun menghubungi nya , aku tetap menjalankan rutinitas bisnis ku .
Ku lihat di notifikasi aplikasi ku ada pesanan 17 orang yang memesan barangku di apli-kasi shop** , ku fokuskan diriku untuk membalas pesan costumer dan packing barang pesanan mereka , tapi ntah kenapa di dalam benak hati diriku selalu terbayang mas indra , seperti bosan rasanya tidak gobrol dengan dirinya.
ku tetap harus fokus dengan kerjaan ku untuk apa memikirkan hal yang gak penting dan bukan siapa-siapa untuk diriku , tapi hati dan otakku tidak sinkron hatiku rasanya hampa dan hilang semangat , tapi otakku memilih untuk berfokus dalam kerja .
Apa ku telpon aja mas Indra? tapi...ha udah lah biarin aja , biar dia aja yang menghubungi diriku , lagian pun aku juga punya kerjaan yang harus di kerjakan.
setelah membalas pesan 1 per 1 costumer , ku lihat jam masih pukul 3 sore masih sempat untuk mengirimkan barang mereka , karena malas lagi ke luar rumah karena mood ku belum pulih gara gara mas Indra ku putuskan untuk pick up aja , ku hubungi ekspedisi pengiriman langganan ku untuk jemput barang costumer ku.
setelah kurir datang jemput barangku , diriku bergegas membersihkan diri mandi mungkin bisa kembalikan mood ku yang rusak.
Luluran , dan maskeran adalah ritual sebelum mandiku , sengaja aku gak mau membuat diriku seperti orang kampungan yang tidak ngerti perawatan diri , seperti kakaku yang sering menyebut ku perempuan kampungan .
kampungan? haha itu dulu , ku pastikan tidak akan ada lagi yang berani mengatakan ku kampungan .
__ADS_1
beberapa perlengkapan mandi , make up , baju sudah ku koleksi bahkan ku latih diriku untuk merubah tampilan walaupun sebenarnya aku risih rindu dengan diriku yang dulu tampil selalu apa adanya .
setelah 9 menit masker di wajahku kering , aku mandi , pas mandi ponselku berdering berulang kali , aku memang mandi selalu bawa hp karena dengar musik sambil mandi seakan penyanyi yang menari di atas panggung , yang membuat ku lebih pede dan berani untuk berhadapan dengan orang luar , ntah kenapa kalau mandi suaraku bisa merdu bahkan bisa nyanyi ngikutin irama musik yang aku putar dan bisa keluar semua bakat yang terpendam kalau sudah masuk ke kamar mandi , tapi setelah keluar dari kamar mandi justru rasa percaya diri itu hilang.
ku lihat ada 3 panggilan tak terjawab dari nomor tak di kenal , siapa kira kira?
mungkin saja orang yang mau memesan produk ku karena di setiap sosial media ku ku catumkan nomorku jadi banyak sekali panggilan masuk tanpa ku kenal. nanti ku telepon balik setelah aksi panggung ku di kamar mandi selesai.
Sambil mandi ku perhatikan seluruh badanku yang ideal dan tidak ada kekurangan 1 apapun , kulit ku dulu yang hitam sudah putih mulus di tambah dengan bulu halus di seluruh tangan dan kaki , tidak ada yang kurang tentang fisikku sekarang jika aku memakai baju seksi seperti gadis gadis disini pasti banyak lelaki yang menggoda ku , karena buah dadaku yang berukuran besar dan bokong ku juga besar montok , senada dengan wajahku yang memiliki hidung mancung , alis tebal , dan bulu mata yang indah.
aksi panggungku sudah selesai ku lanjutkan merias wajah dengan skincare yang baru baru ini ku beli , dan teringat ku ada yang nelpon ku pas di kamar mandi ku hubungi ulang nomor yang tadi nelpon.
ku ulangi lagi sekali lagi untuk menghubungi nya dan panggilan ku di jawab
" hallo , dengan siapa ya?" sapaku duluan Setelah panggilan telepon ku di angkat olehnya
"Hallo , mba aku mau pesan tas 3 bisa kirim ke Medan?" terdengar suara lelaki yang menjawab sapaanku
__ADS_1
" hoo bisa mas , langsung di shop** aja ya biar saya packing langsung , di shop** ready semua barang nya mas.." ku sarankan costumer ini menggunakan aplikasi, sengaja ku sarankan supaya toko ku naik rating.
"maaf mba saya gak ngerti pake aplikasi , kalau pesan langsung bisa gak? saya transfer aja duitnya..."
"hoo yaudah mas kirim aja alamat lengkapnya dan foto tasnya yg mana biar saya siapkan... " tanpa menaruh curiga sama sekali aku percaya dengannya karena selain pemesanan dari aplikasi pemesanan melalui transfer ku layani asalkan amanah.
" oke mba terima kasih , kirim rekening nya ya mba biar saya kirim uangnya "
"oke mas sama sama.." lalu ku buka galeri ku ku kirim gambar berupa kartu rekening bank
masuk pesan dari dirinya , ku cek ongkir nya setelah dirinya memberikan alamat lengkap.
gak nunggu waktu lama dirinya mentransfer uang yang berjumlah 280 ribu ke rekening ku , kebiasaan diriku kalau ada costumer yang memesan lewat transfer selalu ku cek saldo ku ada bertambah atau tidan aku langsung ke ATM terdekat rumah ku tapi error' , lalu pergi ke minimarket sebelah nya , karena di dalamnya ada mesin atm bersama.
setelah ku cek ternyata saldoku tetap sama saja seperti kemarin tidak ada tambahan , ku hubungi langsung mas yang memesan tasku , dia bilang uangnya kalau mau masuk harus ikuti apa yang dia bilang...
ternyata dia mengarahkan ku untuk mengetik kode yang dia bilang tapi gak aku ikuti fix!!! dia mencoba menipuku , untung saja barangnya belum ku kirim kalau gak bukannya untung malah buntung.
__ADS_1
ku blokir nomor orang tadi , kesal kali rasanya berlagak polos gak ngerti apa-apa tapi mencoba membodohi orang lain.
Kalau gak ada uang sok mau belanja online dengan cara menipu , pasti udah ada korban dari perbuatan dia makanya seperti ahli dalam meyakinkan orang lain.