
Ntah lah dirinya berbohong atau tidak diriku percaya begitu saja dengan apa yang di bilang nya , perasaan nyaman dan dihargai olehnya sudah mulai muncul di hatiku , aku merasa cuma mas Indra yang bisa ngerti dengan keadaan ku dalam kondisi apapun dia siap sedia untuk ku ,.. cuma mas Indra yang menghargai diriku disaat semua orang mekucilkanku diriku malah sebaliknya untuk nya aku berharga di matanya.
Aroma parfum maskulin yang melekat di tubuhnya mas Indra berhasil membuat ku lebih betah berlama-lama gobrol dengan nya...aku menyukai pria yang wangi dan rapi , sangat sesuai dengan type kriteria suami idaman ku .
Mas Indra beda sekali dengan mas Hendra kekasih kak Dewi yang sangat menghargai seseorang karena uang bukan dari kasih sayang , mas Indra justru merendah diri walaupun dirinya berasal dari keluarga kaya , aku sangat beruntung punya teman seperti mas Indra orang kaya tapi tidak malu untuk mendekatkan diri dengan orang yang jauh dari kata kesempurnaan.
ya , aku type wanita yang suka dengan pria yang wangi , bersih dan rapi , bagaimana pula mas indra bisa pas dengan keinginan ku . Karena menurut ku wangi eskulin pria dapat menarik keperkasaan nya , apalagi kalau bersandar di pundaknya ataupun bersentuhan fisik pasti terhanyut dibuatnya , rendah diri dan baik hati nya sudah ku rasakan lembut dari bicara nya bahkan rasa peduli nya seakan aku istrinya padahal aku cuma teman biasa peduli dengan kondisi yang aku alami.
posisi duduk kami hadap hadapan , mas Indra tepat sekali ada di depan ku tapi rasanya aku ingin lebih dekat nya bahkan di sampingnya , tidur di pundaknya sambil menceritakan tentang isi hatiku mungkin sangat lega tapi karena dirinya bukan siapa-siapa untuk ku dan aku gak ada status yang special untuk dirinya aku masih mengontrol diriku untuk tidak terlalu terbuka dengan nya , apalagi melewati batas wajar.
Ku perhatikan wajah nya sangat tampan seperti nya mas Indra ada blasteran darah arab sehingga wajahnya seperti orang luar , tinggi , putih , memakai kemeja hitam dan celana jeans membuat tampilannya lebih fantastis. Selama obrolan kami dirinya menunjukkan foto saudaranya tapi menurutku dirinya lebih ganteng daripada yang lain , mas Indra anak ke 5 dia adalah ke 4 dari 5 saudaranya.
mas Indra seperti nyaman dengan ku , perbincangan kami yang sudah membahas kemana mana sangat jauh dari nyambung .
"De hari Sabtu kita jalan yuk nonton bioskop bareng " ajaknya dengan ku
sambil menyeruput secangkir sirup dan tersenyum kepadaku.
" Aku kurang suka nonton mas , ngantuk yang ada haha" aku memang kurang suka nonton film .
"yaudah kita belanja aja de nanti mas beliin apa yang ade mau" tawarnya lagi kepada ku
Binggung rasanya apa yang harus ku bilang apa ke mas Indra , rasanya senang disaat ada seseorang yang peduli dengan ku .
dirinya yang mentraktir kita tapi di satu sisi mas Indra juga bukan siapa-siapa ku bukan pacar ataupun suamiku.
" ya mas nanti ku kabari lagi ya , soalnya aku juga harus jaga ibu di rumah "tolak ku secara halus dengan mas Indra beralasan karena ibu , sebenarnya sudah dosa membawa peran ibu tapi mau gimana lagi daripada mas Indra terus memaksa.
" maaf ya Bu , aku jual nama ibu demi kebohongan belaka" bathin ku dalam hati merasa disaat ibuku seperti ini aku malah berbohong kepadanya.
waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore ..
gak terasa sangat cepat berlalu , dan mas Indra izin pulang karena dirinya harus bersiap siap untuk masuk kerja sift malam .
"De mas pulang dulu ya , titip pamit untuk ibu dan bapak ade , ho iya ngomong ngomong ade lebih cantik aslinya 3daripada di foto" hmmm gombalan mas Indra gak pernah dilepas nya .
__ADS_1
"adehhh mas Indra ini suka kali berlebihan , jelek gini di bilang cantik " ucapku sambil memasang wajah tersipu malu dan menunduk tidak berani menatap wajahnya , mata mas Indra sangat tajam dan tatapannya sangat susah untuk di artikan .
" betul mas de , mas gak bohong , cantiknya muka ade natural bukan karena tempahan bedak , jarang mas lihat perempuan cantik natural kayak gini..." sambung nya lagi , mukaku bagaikan tomat merah merona akibat menahan malu dari apa yang dibilang mas Indra.
aku menatap wajah mas Indra dengan penuh senyuman yang bahagia karena baru ada seseorang yang memuji ku dengan apa adanya.
" terima kasih mas " ucapku dengan mas Indra sambil tersenyum dengannya
"sama sama de , yaudah mas mau pulang dulu ya , nanti kapan-kapan mas datang lagi " ucapnya sambil melambaikan tangan kepada ku untuk berjabat tangan.
"oke mas " ... aku membalas uluran tangannya dan disitu dia menggenggam erat tanganku dan sambil menatap wajahku dan berkata...
"De sebelum mas pulang , boleh gak kita Selfi bareng... untuk kenang kenangan kita "... mas Indra mengajak foto berdua dengannya tanganku belum di lepasnya bahkan dia tarik secara pelan supaya aku lebih mendekat diri ke tubuhnya dia rangkul bahuku dan " cekrekk'!!" foto pertama berhasil di ambilnya , kini aku rasanya ingin lebih dari sentuhan mas Indra..
" mas pulang dulu ya , terima kasih ya de , sirupnya buatan ade enak kali " ucapnya sambil mengangkat tanganya dari bahuku sambil melambaikan tangan untuk dada denganku.
aku hanya tersenyum mendengar ucapanya , mas Indra berlalu begitu aja sambil sesekali menoleh ke belakang melihat ku..
ketika bayangan dirinya pergi aku seperti merasakan kehilangan sosok yang hangat di hidup ku.
badanku bersandar di pintu senyum senyum sendiri mungkin baru ada yang pertama kali memuji diriku.
Aku mandi karena waktu sudah sore sambil mandi tiba tiba pikiran ku terbayang wajah mas Indra , wangi parfumnya juga masih membekas di ruangan depan. Ku harap suatu saat nanti aku dapat suami seperti mas Indra , baik , tampan dan menghargai orang tua ku dan diriku.
tok...tok...tok..
pintu kamar mandi ada yang ketuk
"kenapa bu"?
aku yakin itu pasti ibu karena cuma ada aku dan ibu di rumah.
ku buka sedikit pintunya dan mengintip ke luar karena aku belum siap mandi ..
"ada apa Bu"?
__ADS_1
" Tadi dewi telpon ibu katanya mau pulang , kamu jaga sikap ya seakan-akan ibu gak ada cerita apapun ke kamu" aku pikir ntah apa rupanya soal kak dewi.
"hmmm..." responku malas dengan ibu dan ku tutup kembali pintu kamar mandi.
jaga sikap? emangnya aku ada buat apa dengan dia harusnya dia yang jaga sikap dan jaga omongan bukan aku, kesal mendengar perkataan ibu barusan seakan ibu memanjakan kak dewi makanya kak dewi menginjak kepala .
mandi selesai ... disaat mau pakai baju ada yang ketuk pintu depan buru buru keluar dari kamar mandi
"kemana sih ibu ada yang datang kok gak bukain pintu"ngoceh aku dari dalam hati...
ku jemur handuk dan lap kaki biar gak tercap di mana mana.
tok..tok..tok...
"iya sebentar" teriakku dari dalam
klek ...( suara pintu terbuka )
Oalah rupanya biang kerok yang datang "umpat ku dari dalam hati ternyata kak dewi yang ngetuk pintu dari tadi
"buka pintu aja lambat kali kayak keong aja kamu" gak pas pergi gak pulang selalu ngomong suka hati
"iya tadi lagi mandi"jawabku ketus sambil jalan ke arah kamarku.
"nih bawa barangku ke kamar aku capek" perintah nya
" bawa lah sendiri punya tangan kan " jawabku balik dari perkataannya.
" hooo jadi kamu udah gak nurut lagi sama ku " kak Dewi ngoceh sambil menyusul aku di kamar.
"iya aku cuma nurut apa yang di ibu bilang bukan orang lain"ku tekan kata kata ku biar dirinya tidak seenaknya samaku.
darrr!!!!
pintu kamar ku di banting nya keras dari luar , dirinya gak terima apa yang aku ucapkan..
__ADS_1
emangnya dia bisa samakan aku kayak ibu di apain aja mau diam.