
Setelah selesai kerjakan beres beres rumah , aku duduk di ruang tengah sambil menikmati hangatnya teh manis , terkadang merasa diri ini seperti tidak adil , punya saudara seperti musuh , diri ku harus banting tulang untuk keluarga . Lamunan ku buyar mendengar ada panggilan masuk dari mas Indra , rasanya lega hati ini ada seorang teman yang bisa di ajak ngobrol disaat seperti ini.
"halo mas" sapa ku saat mengangkat telepon
ting...ting...
hpku malah bergetar , ternyata mas Indra mengajak vc ( video call )
" angkat de " sautnya
ku angkat vc tapi aku malu setelah beberes wajahku jadi kusam dan terlihat berantakan..
" ngapain de? udah makan belum? " tanya mas Indra saat aku sambil berjalan berpindah tempat ke teras biar terlihat terang karena di dalam ruangan agak gelap..
" habis bersih bersih rumah mas , udah tadi , mas ngapain?" tanyaku balik
" hooo pantesan banyak keringatan kayak gitu , kalau mau makan apa apa bilang ya de , mamak ade udah sehat? mau mas belikan jus? " tawar mas Indra karena pas kedatangan nya ibu terlihat lesuh dan lemas
" gak usah mas terima kasih , ibu juga barusan makan jadi masih kenyang kayaknya , ibu juga masih istirahat mas " tolak ku secara halus biar tidak membuat perasaan nya tersinggung
" baiklah , besok mas ke rumah ade boleh?" pertanyaan mas Indra yang tadinya aku senang saat mas Indra datang malah tiba tiba ada perasaan takut , karena di rumah ada kak dewi yang udah pasti bikin onar
__ADS_1
" hmm nanti ku kabari ya mas soalnya takutnya aku lagi gak di rumah " aku beralasan mana mungkin aku bilang gak bisa datang karena ada kak Dewi
" mas gak kerja? " tanyaku mengalihkan percakapan kami
" ini lagi siap siap de , mas pengen kali ajak Ade nonton di tempat mas kerja " sebenarnya juga aku ingin sekali nonton bioskop dengan mas Indra tapi aku juga harus jaga jarak gak boleh percaya gitu aja apalagi kami baru kenal beberapa hari.
" iya mas mungkin lain kali , ho iya mas udah dulu ya aku mau mandi dulu udah bau asem nih hehehe " aku melihat kak dewi dari arah ujung gang mau menuju ke rumah dan aku aku langsung matikan video call mas Indra.
" oke de , Selfi ya " mas Indra mengirimkan pesan WhatsApp
" astaga , baru juga tadi video call " balasku sambil senyum senyum sendiri
aku gak merespon ucapan nya dan ku diamkan karena kesal di hatiku masih ada kejadian tadi siang.
" gitu donk rumah bersih rapi , jangan main hp aja kerjaan nya " kak dewi melanjutkan omongan nya sambil tersenyum sinis denganku.
ingin ku balas perkataan nya tapi aku masih memikirkan ibu kalau tidak peperangan pasti terjadi lagi.
"uueeekkk" sambil menutup hidung dan mulut kak Dewi gak tahan wangi makanan yang ada di meja makan
"kenapa?" tanyaku merasa aneh perasaan sayurnya tidak basi tapi kenapa kak Dewi mual
__ADS_1
" ishhh sayur apa ini gak tahan aku baunya " dia lari menuju kamar mandi dan muntah muntah
padahal tidak ada yang salah dengan makanan yang di beli ibu tadi cuma ikan sambal dan sayur capcai .
Aku merasa kasian lihat kak Dewi terkulai lemas karena mual muntah nya ku kasih air hangat dan gosok punggung kak dewi...
mungkin dia masuk angin akibat keluar kota dengan teman teman nya ataupun efek kecapean aku berpikir positif .
ibu yang mendengar kak Dewi muntah muntah lalu keluar kamar...
"kenapa kamu dewi?" tanya ibu yang merasa aneh seperti diriku
" gak tau Bu aku tiba tiba mual cium masakan itu " kak dewi masih menutup mulutnya sambil menunjuk ke meja makan
" mungkin kamu masuk angin dan pasti, belum makan , yaudah ibu gorengkan telur aja mau?" tanya ibu yang merasa khawatir dengan keadaan kak Dewi
" telur? gak Bu dewi gak suka telur , aku tidur aja bu " tumben sekali kak Dewi menolak telur padahal telur dadar adalah makanan kesukaan nya..
ada yang aneh dari kak Dewi....
akhirnya aku putuskan buat beli roti beberapa bungkus dan segelas susu hangat lalu mengantarkan nya ke kamar kak dewi , ku lihat dirinya tertidur pulas mau ku bangunkan tapi pasti dia merasa kecapekan yaudah akhirnya ku letakkan saja di meja samping tempat tidur nya .
__ADS_1