
Di rumah mulai sepi karena orang yang hoby buat kegaduhan pergi ke puncak bersama teman teman nya dan sang kekasih.
bapak pun sedang ada kerja di luar kota dalam seminggu ke Padang .
jadi cuma diriku dan ibu di rumah, karena cuma 2 orang di rumah jarang masak karena lebih hemat beli sayur matang.
udah 2 hari berturut-turut ibu melamun , ku ajak aja ibu ke mall yang tidak jauh dari rumah , jaraknya bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 15 menit , mungkin ibu merasa kesepian karena bapak ke luar kota .
Sebenarnya aku juga jarang pergi ke mall kalau bukan sekedar menghilangkan jenuh dan bosan di rumah tapi tidak pernah membeli barang branded ataupun shopping yang banyak , hanya membeli beberapa sandal ataupun makanan yang ku sukai .
Keliling di ruangan besar ini akhirnya kami memutuskan untuk makan siang di satu tempat makan yang sudah tersohor di mana mana KFC yang udah pasti tidak akan ada orang kecewa yang makan disini.
bukanya makan dengan tenang tapi ibu malah merasa risih seperti orang linglung , di tanyain mau menu apa ibu hanya memilih asal dan tidak seperti biasanya .
Kerisihan di hati ibu ternyata mempunyai alasan tersendiri , ternyata kak dewi sudah tidak menghargai harga diri ibu bahkan tidak lagi menghargai ibu yang sudah melahirkan serta membesarkan selama ini..
ibu bercerita kalau kak Dewi tidak suka kalau kami tinggal dengan nya karena penampilan kami sangat memalukan dan membuat dia hampir di putuskan sama cowoknya dan di ejek dengan teman-teman nya yang selalu berpakaian modis , dengan style orang tuanya yang selalu memakai barang bermerek yang seharga jutaan , beda dengan kami yang selalu dasteran dan hanya memakai barang murahan...
__ADS_1
"Tika apa gak sebaiknya kita balik saja ke ke kampung? bukanya disana hidup kita lebih baik?" kali ini ibu bersuara tapi membuat aku binggung dengan apa yang ibu katakan
kenapa ibu tiba tiba ngomong seperti ini pasti ada yang gak beres , selama ini ibu malah nyaman tinggal di kota karena suasana kota lebih ramai dan ibu lebih mudah mencari uang dibandingkan di kampung.
"Kan disini juga enak bu , lagian pun kalau di kampung aku gak bisa kerja bu disana rata rata penghasilan bulanannya kecil dan pasti akan kurang untuk kebutuhan hidup kita".tolak ku secara halus tapi aku binggung kenapa ibu tiba tiba mengajak ku ke kampung.
"Tika , tika janji ya nak jangan usir ibu jika Tika sudah jadi orang yang berada , walaupun ibu melahirkan mu dan kakakmu dalam keadaan susah ibu tetap lah orang tua kalian" perkataan ibu makin lama makin gamang saja yang membuat suasana menjadi tidak seru.
" Ibu ngomong apa sih , lagian sejak kapan aku mau tinggalin ibu? lebih baik aku mati di tangan ibu daripada aku senang sedangkan ibu merasakan kesusahan , ada" aja ibu ini , lagian aku sama kakak mana mungkin mau usir ibu dari sini , kita ini keluarga bu...hmmm udah lah bu jangan ngomong yang aneh aneh..." ku tekankan kata kataku supaya ibu tidak merasa seperti orang asing di posisi anak anaknya.
sementara pembicaraan kami terhenti ada pelayan yang mengantar kan pesanan makanan ke meja kami dan aku pun berdiri langsung menuju ke wastafel terdekat yang sudah di sediakan untuk mencuci tangan .
Sambil makan ku perhatikan ibu melamun dengan wajah sedih ...
aku yakin pasti ada terjadi sesuatu sama ibu kalau gak , gak mungkin ibu sampai seperti ini.
" Bu ada apa? kenapa ku perhatikan ibu dari tadi murung aja?ibu gak suka makanan nya? apa mau ku gantikan yang lain?" tawarku mungkin ibu gak selera melihat ayam goreng yang lezat ini di hadapannya.
__ADS_1
" Tika , kakakmu gak suka ibu berada disini , dia malu punya seorang orang tua kayak ibu , karena tampilan ibu tidak seperti ibu nya Hendra dan orang tua temannya " ibu to do point menjelaskan apa yang membuat dirinya tertekan , tapi perkataan yang di sampaikan ibu membuat panas telingaku apa maksud kakaku ngomong kayak gini..
"Hendra malu punya mertua seperti ibu yang modelnya seperti pembantu , Hendra tidak akan mau sama tika jika ibu tidak berubah" ibu masih melanjutkan ceritanya...
"Tika malu jika bawa pacarnya ke rumah , ibu disuruh ke kampung , karena orang kampung seperti ibu cocoknya di kampung gak pantas tinggal di kota " sambung ibu terhadap ku
"Jika ibu masih mau tinggal disini ibu harus bisa seperti ibunya hendra yang rajin perawatan , ke salon , dan punya mobil.." ibu berhenti bercerita sambil menangis baru sampai sini aku sudah geram mendengar semua yang di sampaikan ibu dari kata kata kakaku .
" ngapain ibu harus memikirkan hal yang tidak masuk akal , lagian mas Hendra juga belum jadi menantu ibu , kalau dia laki laki yang baik seharusnya perlakuan dia tidak seperti itu Bu " aku merasa geli dengan mas Hendra yang dibilang ganteng juga gak tapi gaya sok berkelas
" ibu tidak memikirkan Hendra nak , ibu gak nyangka kakakmu bisa ngusir ibu demi laki laki seperti dia " ibu menangis sambil menceritakan unek-unek dalam hatinya
aku mulai naik spaning dan rasanya ingin mencabik-cabik mulut kak dewi , aku selama ini mengalah untuk nya tapi diamku dia gak di hargai , dan demi laki laki yang gak bermutu dia berani tunjukkan taringnya sama ibu.
udah hilang selera makan ku dan ingin langsung ku telepon kak Dewi apa maksudnya ngomong seperti itu sama ibu , tapi sayang aksi ku di tahan sama ibu , ibu tidak mau sampai aku ribut dengan kakak , belajar mengalah lebih baik pasti akan ada hikmahnya...
" jangan hubungi dia Tika , ibu gak mau sampai kamu disalahkan sama dia , biarin aja , lagian pun sampai kapanpun ibu tidak akan merestui hubungan mereka " kali ini ibu menyeka air matanya dengan tisu dan langsung tegas dengan ucapannya
__ADS_1
"kali ini ku maafkan perbuatan nya sama ibu tapi sampai kedua kali tidak akan aku ampuni dia , walaupun aku selalu menuruti kemauan kak dewi bukan berarti bisa semena-mena terhadap ibu" aku berbicara dengan nada cukup tinggi sehingga beberapa orang yang memerhatikan kami
"Tunggu saja pasti kenak batunya , udah nyakitin hati orang tua apalagi hati seorang ibu gak akan lama kak Dewi akan kena karmanya " kutukan dari dalam hatiku kini ku ucapkan langsung depan ibu aku gak peduli mau ibu terima atau tidak ucapan dari mulut ku.