
Hari ini aku ada temu janji dengan mas Indra , yang telah kami sepakati di ujung telepon kemarin , dia ajak jumpa untuk menunjukkan hasil produksi sandalnya dan sambil makan siang bersama supaya pertemanan kami lebih dekat dan saling sharing , sebenarnya aku masih ragu mau berjumpa dengan dirinya atau tidak apalagi aku tidak tau arah jalanan ibu kota ini karena keseringan nonton berita tentang penculikan dan pemerkosaan itu yang membuat ku parno sampai saat ini .
kalau gak bukan urusan bisnis / urusan rumah aku juga gak berani keluar terlalu jauh dari rumah . Yang tau seluk beluk dan arus jalanan disini cuman bapak dan kakaku saja karena mereka selalu menghabiskan waktu di luar rumah , apalagi kak Dewi sudah tau arah keluar kota bahkan sering gak pulang berminggu-minggu keliling mengarungi daratan luas dan liar ini.
Kayaknya aku harus tanya saran ibu terlebih dulu apa aku harus berjumpa mas Indra atau gimana apa aku suruh dia datang aja ke rumah langsung.
hmmm....sungguh bimbang hati ini baru kali ini merasakan ingin berjumpa dengan laki laki yang baru aja di kenal melalui sosial media...
hati ini sungguh bimbang dan penuh dengan keraguan , entah kenapa setiap mengingat tawaran berjumpa dengan dia hatiku selalu grogi dan rasa takut bahkan penuh tanda tanya , kayaknya aku harus bicara dulu dengan ibu tentang hal ini , biar aku gak salah ambil keputusan dan perasaan ku biar sedikit lebih tenang.
ku alihkan pandangan ku ke arah kamar ibu ku pastikan ibu pasti masih di kamar karena ibu jam segini biasanya lagi beberes pakaian di lemari.
"Bu....aku mau bicara sebentar bisa ibu ke kamar ku sebentar?..." masuk diriku ke kamar sambil ngomong dekat ibu mungkin jarak kami bisa di ukur berapa cm aja karena aku lihat bapak masih tidur karena hari ini hari libur bapak kerja dengan sengaja ku dengan suara pelan sambil membisikkan kalau aku baru aja di ajak jalan ketemuan dengan mas Indra.
sebelumnya aku pernah cerita ke ibu tentang mas Indra , karena diriku selalu terbuka dengan ibu tentang apapun , cuma ibu orang yang ku percaya dalam hidup ku.
aku terbuka bahwa mas Indra adalah pembeli ku dulu dan sekarang sudah menjadi teman dekat ku , dan baru kali ini aku merasa ada lawan jenis yang mau berkawan dengan ku biasanya aku selalu jadi bahan olokan dari teman sekolah bahwasanya tidak akan ada laki laki yang mau dekat dengan orang kampungan apalagi berkawan dengan ku .
Ku jelaskan ke ibu kalau mas Indra mengajak kerja sama dengan ku dan makan siang bersama .
__ADS_1
" Ada apa nak?...kenapa bisik bisik kayak gini? kamu ada masalah?..." ibu bertanya seakan aku mengalami masalah serius....
" hmmm gak ada apa-apa bu cuma kawan ku ajak ngumpul sebentar di luar , tapi aku gak tau jalan ke sana Bu dan takut kesasar , apalagi aku baru aja kenal dia di Facebook dia ingin menunjukkan sample sandalnya bu. Dia ajak kerjasama kalau aku bagian pemasaran dan dia bagian produksi nya bu "...
ku jelaskan dengan ibu apa yang sebenarnya terjadi , sejujurnya aku parno lihat berita di tv tentang penculikan dan pemerkosaan itu juga salah satu alasan ku gak berani terlalu percaya dengan orang lain , walaupun mas Indra yang ku kenal selama ini baik tapi aku masih belum yakin kalau dirinya yang terbaik.
" siapa nak? perempuan atau laki-laki? kalau perempuan kamu ajak kakakmu aja jalan sama-sama kalau dia lelaki , jangan segampang itu kamu terima apa yang dia mau nak , jangan sampai kamu di nilai gampangan , kalau mau ketemu di sini aja tika , jangan keluar jauh dari sini , karena kita orang baru belum paham betul sifat sifat orang disini..." kayaknya apa yang dibilang ibu ada betulnya juga , harusnya gak semudah itu aku mengiyakan ajakannya , aku harus cari alasan biar dia aja yang kemari , aku gak iri dengan kak Dewi yang selalu di berikan izin untuk keluar rumah pergi tempat kawan nya ataupun ke rumah pacar nya , lagian memang omongan ibu bagaikan sampah yang berguna di telinga kak dewi semakin di larang semakin kuat keinginan nya...
tapi kalau mas Indra ke rumah alasan apa yang harus ku bilang ke bapak kalau aku punya kenalan laki laki.
ku lihat bapak udah mau bersiap siap untuk ritual paginya di kamar mandi , kayaknya ini saat yang tepat untuk ku hubungi mas Indra . suara keran air lumayan agak kencang , sehingga pembicaraan ku lewat telepon dengan mas Indra pasti tidak kedengaran oleh bapak
berdering tapi tidak terangkat olehnya...
sampai 3x ku hubungi tapi masih tidak ada respon jawaban dari panggilan ku..
uhhh...kemana dia ini janji mau ajak ketemuan tapi sekarang malah di hubungi susah sekali , mumpung aku ada celah untuk menghubungi nya , aku terus menghubungi nomor nya bahkan gak ada balasan sedikitpun , ku kirim chat wa untuk nya...
" mas jadi jumpa nya?..." pesan terkirim tapi ceklis 1 terkahir dilihat juga jam 12 malam , apa dia habis paket , ku coba kirim pesan yang sama melalui SMS tapi juga gak ada balasan darinya
__ADS_1
mungkin lagi sibuk atau pun lagi bersama kekasihnya , itulah yang ada di pikiran ku saat ini..
berarti pertemuan pertama kami gagal dan untung saja kemarin aku gak cepat cepat mengambil keputusan untuk berjumpa dengan nya di luar rumah kalau gak mungkin aku udah seperti anak kucing yang hilang , kebingungan gak menentu menunggu dirinya.
Kali ini nasib baik masih berada di tangan ku...
aku yakin mas Indra cuma main main ataupun haaaa udahlah udah malas aku memikirkan orang yang bukan siapa-siapa untuk ku.... ucap ku dalam hati
udah siang hari juga tidak ada kabar darinya bahkan wanya juga tidak aktif....
fix!!! dia pembohong , dia pasti ingin menjebak ku dan membawa ku lari seperti berita di tv" banyak gadis yang berakhir tragis akibat mengenal lelaki dari sosial media , entah karena di perkosa ataupun wajah nya lain tidak sama seperti di foto , ataupun dihipnotis ....
" Gak jadi dia datang Tika?" tanya ibu tiba tiba yang menyadarkan aku dari lamunanku...
" gak Bu , di hubungi juga gak bisa " jawabku cuek pertanyaan ibu...
" udah mungkin dia main main samamu gak serius lagian hati hati sama laki laki zaman sekarang tika jangan terlalu terbuka dan terpercaya " ibu yang melihat raut wajahku dengan penuh kekesalan dan dari tadi murung akhirnya menasehati ku
" iya Bu " aku cuma merespon biasa perkataan ibu pikiran ku bercabang kesana kemari apa iya mas Indra mau membohongi ku dan masa mas Indra sama seperti laki laki yang sering ku lihat di tv.
__ADS_1