
kak Dewi berhasil membuat mood ku jelek seharian. kepulangan nya membuat ku gak betah berada di rumah jika kalau bukan karena mikirin ibu aku udah angkat kaki dan pindah tinggal tempat lain , Saudara kandung tapi seperti musuh yang selalu menganggap diriku sebagai orang asing di keluarga ini .
dengan gaya sok berkelas nya pergi ke arah dapur dan melihat atas meja makan dan ternyata... Zonk!!!! , Tidak ada makanan 1 pun yang tersisa di atas meja makan , yah karena aku dan ibu memang tidak pernah masak semenjak kepergian bapak dan dirinya.
dibuka nya lagi kulkas yang cuma berisi cabe , bawang dan es batu.
cckkk!!!!
" Tika apa yang kau lakukan seharian apa yang kau urus cuma wajah mu aja ! kau lihat di dapur gak ada makanan apa apa ! masak kek atau apa gitu malas banget jadi perempuan ! ...." protes kak Dewi dengan ku yang seakan dirinya sebagai ratu yang harus semuanya siap sedia untuk nya.
" malaas? kakak bilang aku malas? kakak sadar gak apa yang Kaka bilang barusan !!! kakak tuh yang pemalas gak pernah sedikitpun mau bantu ibu di rumah bahkan keluyuran gak jelas di luar gaya sok elit tapi kere !! " jawabku dengan suara lantang sehingga berhasil membuat kak dewi gak terima dengan apa yang ku bilang
ppllaakkk !!!!
tangannya berhasil mendarat sempurna di pipiku kali ini aku tidak akan mau diam lagi kak Dewi udah keterlaluan sudah main tangan bahkan tidak lagi menghargai ku sebagai saudara kandung nya.
" aduhhhh !!! " teriakku sambil memegang pipiku yang perih atas tamparannya
kali ini aku akan membalasnya , disaat aku udah angkat tangan ingin membalas tamparan kak dewi ibu muncul memegang tangan ku dan menahannya !.
" CUKUPP !!! " teriak ibu yang membuat tanganku yang di atas langsung ke bawah...
__ADS_1
" kalian 2 bersaudara tapi selalu saja ribut hal sepele , ibu tau Dewi belum makan bukan seperti itu caramu perlakukan adikmu , ibu keluar tadi beli makanan untuk mu " ibu menasehati kak Dewi tapi mimik wajah kak Dewi membuat ku ingin mencakar mukanya nya bukannya menghargai ibu malah ia buang muka di kasih tau.
" Tolong ajarkan anak kesayangan ibu untuk tidak ikut campur urusan ku , mau aku kemana mau aku ngapain itu urusan ku urus aja penampilan dia yang kampungan dan sok kecantikan makanya tidak ada laki laki yang mau sama dia " kak Dewi bukanya berubah setelah di nasihati ibu malah kembali berkoar koar gak jelas
" yang di bilang Tika itu benar dewi setidaknya kamu jangan suka keluyuran nanti apes nya ke kamu juga apalagi kamu perempuan jaga diri kamu baik baik " ibu kali ini berpihak kepada ku dan telinga kak dewi semakin panas mendengar perkataan ibu
" belain aja terus anakmu itu !!! " teriaknya...
darrr....
hiasan bunga kecil di atas kulkas di campakkan nya dan berhamburan kemana mana
kak dewi pergi begitu aja meninggal kan aku dan ibu di dapur , tanpa ada rasa bersalah dirinya langsung membanting pintu depan dan pergi entah kemana
makanan yang ibu belikan untuk kak dewi di taruk di atas meja makan dan ibu terduduk sambil memijit kening.
" ibu rasanya gak tahan lagi kayak gini , kakakmu kerasnya gak berubah , padahal dulu dia gak seperti ini " ibu curhat sambil meneteskan air mata
aku tau perasaan ibu pasti sakit sekali jika lihat anaknya melawan kayak tadi apalagi sudah main tangan dengan ku , 2 bersaudara saja tidak akur apalagi kalau banyak...
" biarin aja Bu paling ntar juga kualat..." jawabku enteng karena aku juga malas dengan sikap ka Dewi
__ADS_1
"yaudah ibu istirahat aja di kamar nanti biar Tika lanjutkan pekerjaan rumah , ibu jaga badan biar nanti bapak pulang ibu gak sakit " ku bopong lengan ibu sambil masuk ke arah kamar , karena ku lihat keadaan ibu yang tadinya sudah membaik malah menjadi melow lagi akibat perbuatan kak dewi.
" dulu ibu ngidam makan apa sih punya anak kek dia " tanyaku dengan wajah kecut sambil memijit kaki ibu
" dulu kakakmu orangnya baik sekali , tapi semenjak dia ikut bergaul dengan Alena dia jadi seperti itu , ibu gak suka lihat dia , karena Alena bukan anak yang baik baik ..." jawab ibuku sambil melihat wajahku yang sedari tadi cemberut
" Alena siapa Bu? " tanyaku yang tidak tau siapa orang yang di sebut ibu tadi
" Alena teman sekolah kakakmu ibu pernah bertemu dengannya sebelumnya di jalan , penampilan nya sangat tidak sopan bahkan tutur bahasanya juga tidak bermoral sama sekali ..." ibu menjelaskan tentang Alena kepadaku
" kakak aja yang bodoh , mau berteman dengan orang kayak gitu " jawabku langsung kepada ibu yang merasa gak masuk akal .
" udah lah nak buanglah rasa kesal di hatimu jangan sampai kamu sama dengannya , rasanya ibu ingin sekali memarahi dewi tapi ibu masih bisa sabar menghadapi nya belum saatnya kita untuk menasehati nya sekarang , ibu yakin dia akan mengakui dan menyadari perlakuan dia selama ini sama kita " ibu menasehati ku sambil memegang tangan ku
" ibu masih bisa sabar , aku belum tentu Bu , bahkan melihat mukanya aja aku udah malas rasanya kalau bukan kakak sendiri udah ku usir dari sini " entah kenapa perasaan ku masih belum bisa menerima kenyataan
" sabar Tika , belajar sabar apalagi kamu perempuan harus banyak sabar untuk menghadapi apapun suatu hari kamu akan mengerti apa arti dari sebuah kesabaran , tidak ada ruginya jika kamu yang mengalah tika , mengalah bukan berarti kita kalah tapi melainkan kita membuat diri kita berkelas , jika kamu bisa menahan emosi dan banyak bersabar pasti hidupmu lebih bahagia.." ibu menasehati aku sambil tersenyum seakan menghibur ku
" iya Bu , aku janji tidak akan mau marah marah lagi Bu , aku gak mau umurku masih muda tapi udah keriputan hahaha....." aku tertawa membayangkan umur masih 20an tapi wajah udah kayak nenek lampir
" gitu donk ... ibu yakin kamu pasti akan jadi perempuan yang hebat dan menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga mu nanti " ibu kembali membuka suara
__ADS_1
" ha ibu , pikiran ibu jauh sekali , mudah mudahan aja Bu aku dapat suami yang baik juga " aku menjawab sambil tersenyum dan menundukkan kepala seakan malu rasanya membahas tentang cinta dengan ibu
" pasti donk , orang kamu udah cantik , baik , ramah , semuanya bisa pasti laki laki yang baik pun ada untukmu " ibu kembali menggoda ku dengan perkataan nya