
akhirnya aku memutuskan beli sayur padang gulai ikan , dan semur jengkol , dan indomie pesanan ibu.
selagi makan aku dan ibu , ibu membahas lagi tentang kak dewi
" Kakakmu terlalu bebas dan feeling ibu gak enak sama sekali pasti terjadi sesuatu sama dia " kali ini ibu yang buka suara terlebih dahulu
"gak enak kenapa bu?" tanyaku walaupun aku malas sebenarnya karena sudah terlanjur sakit hati mendalam , tapi yang namanya seorang ibu tidak ada kata sakit hati di dalam hatinya untuk anak anaknya.
" ntah lah ibu pun tidak tau , semenjak kakakmu pergi ibu rasa ada yang janggal di hati ibu...ibu tidak suka lihat dia dekat dengan Hendra.." perkataan ibu sudah berulangkali aku dengar tentang gak suka dengan mas Hendra tapi apa daya ibu tidak bisa berbuat apa-apa karena kerasnya kakak melebihi batu.
" itu cuma perasaan ibu aja karena kakak kan pergi nya lagi gak baik sama ibu , udah lah bu ibu makan aja ngapain terus terusan mikirin kak dewi...dia senang disana ibu sengsara disini , emangnya aku gak ibu pikirin juga..." aku yang merasa risih akhirnya malas untuk melanjutkan omongan ini , kali ini aku merasa ibu seperti pilih kasih selalu aja prioritas kan kak dewi dibandingkan aku yang ada di depan mata nya.
" bapak kapan pulang Bu? " tanyaku memecahkan keheningan kami , aku merasa ibu lebih sayang sama kak dewi tapi beda dengan bapak yang lebih memanjakan diriku , karena laki laki yang paling ku cintai pertama kali yaitu bapak , kedua baru suamiku kelak.
" 2 hari lagi " ibu merespon biasa perkataan ku seakan tak ingin di ajak ngobrol , mungkin ibu tersinggung dengan apa yang aku ucapkan
ibu berlalu pergi ke dapur memasak mie rebus dan setelah selesai di santap dan gak lama ...
10 menit kemudian...
tok...tok...tok...
ada yang ketuk pintu ,
klek... ( membuka pintu )
" siapa ? " sahutku dari dalam sambil membuka pintu
__ADS_1
" penggemar mu " ucap seseorang yang ternyata mas Indra
"hmm mas ini ada ada saja , emangnya aku artis punya penggemar " ucapku sambil membuka pagar rumah
" bahkan artis pun kalah dengan ade cantiknya.... " gombal mas Indra mulai kumat lagi...
"mas suka kali gombal jangan jangan semua wanita mas gombalin" sahutku sambil senyum kecut dan menyuruh mas Indra masuk ke dalam..
" siapa yang datang Tika?" tanya ibu dari arah belakang
" kawan ku bu mas Indra" jawabku karena tadi udah dapat izin membolehkan mas Indra untuk datang ke rumah
" itu ibumu de? " nanya ke aku sambil jalan ke arah belakang menemui ibu yang lagi mencuci piring bekas kami makan tadi
mas Indra mencium tangan ibu dan memperkenalkan diri nya
" waduh tangan ibu kotor ini lagi nyuci nak , kamu asli mana nak? " tanya ibuku ke mas Indra dan aku menyusul ke belakang setelah menutup pagar depan.
" sini Bu biar indra bantuin , kasian ibu nanti capek ... " ucap mas Indra yang langsung menggulung kemeja lengan panjang nya ke atas
" Jangan nak , gak papa ini udah kerjaan ibu , lagian masa laki laki nyuci piring..." ucap ibu ku sambil tersenyum manis dengan mas Indra
" Tika buatin minuman buat indra ada sirup di kulkas " ucap ibu sambil memberikan kode untuk ku supaya bisa mengobrol dengan nya di depan
" gak papa bu , Indra sudah biasa dulu Indra juga suka membantu mamak pas di rumah " ucap mas Indra sambil memegang sabun cuci piring dan mencuci nya...
" sekarang ibu Indra dimana? " tanya ibuku yang penuh kagum lihat anak muda mau sekarang membantu orang tua apalagi anak laki-laki
__ADS_1
" di Aceh Bu , Indra disini kerja bu , dulu ibu Indra seorang guru bahasa Inggris Bu " mas Indra menjelaskan tentang mamaknya ke ibu
kelihatan sekali mas Indra sangat menghargai orang tua nya dan bahkan tata krama bicara nya sangat baik , mungkin mas Indra melakukan hal yang sama dengan orang tuanya
" jauh sekali ya , ibu hari ini gak ada masak apa apa ini nak , lagi gak enak badan ibu , maaf ya ibu gak bisa kasih apa apa ini malah Indra datang malah kerja hehe " ibu merasa gak enak hati karena ada tamu tapi tidak ada jamuan makanan malah cuci piring...
Adegan cuci piring yang dari tadi ku saksikan antara ibu dan mas Indra sudah selesai dan pemenang nya mas Indra yang banyak cuci piring ibu hanya banyak ajak gobrol dengan mas Indra
" hooo gak papa bu ini ada sedikit cemilan untuk ibu dan tika " sambil menyodorkan bungkusan plastik dari toko roti , terlihat cap roti di bungkusan plastik nya ...
" terimakasih ya nak , titip salam buat ibumu ya nanti kapan-kapan kalau datang kemari ibu buatin kue untuk Indra , kamu sayang sekali ya jauh dari mamak , sering aja datang kemari ya indra anggap aja ibu seperti ibumu juga lagian juga ibu tidak punya anak laki-laki... " ibu menerima bungkusan dari mas Indra , dan mengelus bahu mas Indra dan membukanya dan meletakkan nya ke piring..
" banyak sekali rotinya , lagian disini cuma aku dan ibu yang ada " ku lihat ada 12 macam roti dibeli mas Indra sambil meletakkan 2 gelas sirup di atas meja ruang tamu
" kemana bapak ade? kok cuma ada Ade dan ibu aja " tanya mas Indra yang merasakan suasana sepi di rumah aku
" keluar kota lagi ada tugas dari tepat kerjanya" kali ini yang jawab pertanyaan mas Indra adalah ibu.
"hooo iya Bu , saya juga sering gitu bu dari tempat kerja selalu di tugaskan ke luar kota kadang sebulan sekali baru pulang " mas Indra merespon baik perkataan ibu
"emangnya kamu kerja apa de?"
" kerja di bioskop Bu , supervisor kebersihan bioskop " mas Indra menjelaskan dirinya ke ibu , diriku sudah tau dari awal sejak kami gobrol di telpon
" hooo bioskop ? ibu belum pernah nonton bioskop , maklum dari kampung haha " ibu memang belum pernah ku ajak pergi ke bioskop karena ibu kurang suka nonton dan apalagi kebanyakan film di bioskop selalu ada adegan panasnya
" nanti kita pergi sama sama ya bu , ibu suka film apa?", ajak mas Indra
__ADS_1
" haha ibu suka film yang biasa biasa aja , bapak nya Tika yang suka film barat apalagi kalau banyak berantemnya " ibu terlihat akrab dengan mas Indra...
" nak ibu mau istirahat sebentar Indra gobrol aja sama tika ya " ibu izin ke kamar mau mengistirahatkan pikiran bahkan hatinya yang luka karena perbuatan anak pertamanya.