
Gimana perasaan ku saat itu? jangan di tanya kan lagi sudah seperti terbang ke atas awan .
Baru kali ini aku merasakan senang di dalam hati ada yang memuji diriku yang tadinya hanya ku terima sebuah hinaan dan cacian , tapi kali ini di depan publik wajahku di puji.
"terima kasih mas " jawab ku dengan kegugupan yang membuat diriku semakin minder...
apa benar aku cantik? aku senyum senyum sendiri sambil membalas komentar nya , dan masih dengan penuh rasa gak percaya diri aku berlalu ke kamar dan berkaca lagi , apa iya wajahku cantik?
cantik karena alami atau cantik make up? aku berharap ada seseorang yang akan menerima ku apa adanya tanpa memandang fisik ku seperti apa.
ya habis sudah semangat ku saat itu , bukan karena kesenangan akan di puji melainkan merasa minder sendiri , aku beranggapan apa yang di ucapkan Indra cuman lah bualan belaka , karena wajahku yang tak jauh dari kata "biasa saja" kini malah di nilai plus dari orang yang baru ku kenal ...
akhirnya cukup sampai disini live jualan ku. Sudah ada 15 baju aku pakai untuk contoh dari produk ku dan berkat live ada beberapa orang memesan produk kepada ku... Walaupun tidak banyak tapi ada yang membeli karena mereka sudah melihat sendiri bagaimana barangnya secara langsung .
memang betul kata pepatah "Usaha tidak akan mengkhianati hasil ". itulah yang aku alami sekarang , walaupun gerah menggunakan baju baju jualan yang penuh dengan modifikasi rumbai rumbai tapi setidaknya usaha ku tidaklah sia sia.
Ku buka kembali video live ku ku catat barang yang di pesan dengan ku packing lalu mengantarkan ke ekspedisi , kerjaan seperti ini adalah rutinitas ku sebagai owners terpercaya dan amanah sebagai toko online...
semoga dengan kejujuran ku dalam berbisnis dan pengalaman ku lebih bertambah suatu saat aku bisa membuka toko sendiri dan menjual produk sendiri tanpa lagi jadi reseller ataupun dropshiper.
Hari sudah mulai sore , dan langit pun terlihat sangat mendung lalu aku bergegas cepat cepat menuju ke warung Bu santi untuk mengambil wadah kue dan mengambil uang tip yang seberapa laku yang ibu titip kue tadi pagi...
" maaf ya Tika , masih ada sisa banyak kue ibumu , lagi sepi warung ibu " perkataan Bu Sinta seperti ini sudah biasa ku dengar , bahkan telinga ku sudah mempunyai ilmu kebal untuk mendengar seperti ini... Dagangan ibu bukanlah tidak enak melainkan hanya saja banyak juga orang yang menitipkan kue ke warung bu Santi
"iya Bu , gak papa , terima kasih banyak ya Bu " balasku dengan nada yang sopan dan lapang dada , dan dengan apa yang aku lihat di box kue ibu , ternyata masih tersisa 15 dari 30 potong kue yang ibu buat tadi berarti yang laku hanya 15 .
tidak lama bu santi keluar dan memberikan uang kue kepadaku tapi di saat aku mengulurkan tangan ingin menerima uang itu Bu Santi langsung memasukkan nya kembali ke dalam laci.
"potong hutang aja ya..." Bu santi tidak mau memberikan uang itu karena hutang ibu juga sudah banyak.
" hmmm gimana ya Bu , yaudah lah gak papa " aku pasrah kalau aku kekeh tetap minta uang yang ada diriku di gosipin sama ibu ibu disini.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan pulang apa yang harus ku bilang ke ibu kalau uangnya tidak di berikan dan kue nya juga sisa banyak .
drttt....drrrt....drttt...
hpku berbunyi saat perjalanan pulang ke rumah , ternyata dari kak Dewi
"Halo kak , ? " sapaku menjawab telepon dari kakak ..
" halo de , kamu tolong siapkan makanan ya , karena sebentar lagi aku dan cowokku akan datang ke rumah , ho iya kamu jangan malu"in aku dengan penampilan kampungan kamu itu"... ucap kakak enteng sekali seakan tidak memikirkan perasaan ku sama sekali
tittttt.titttt*
panggilan di matikan gitu aja, apa kaka sadar apa yang dibilangnya barusan? tampilan kampungan? dari mana kampungan nya? sedangkan tampilan ku hanya berdasarkan kesopanan dan menutup ke elokan tubuhku...
tubuhku mungil dengan berat badan yang ideal sama setara untuk wanita seumuranku ...
tapi yasudah lah jika itu maunya kakak akan ku ikutin kemauan nya daripada buat kegaduhan lagi di dalam rumah...
"mana uangnya de" tanya ibu sehabis melihat ada sisa di kotak kuenya
" hmmm Bu santi tidak mau kasih bu katanya untuk potong hutang ibu " aku berbicara apa adanya mau berbohong tidak berani.
"hooo yaudah lah nak tidak apa apa lagian hutang ibu juga sudah menumpuk denganya" kali ini ibu juga tidak berkutik dari keputusan bu Santi.
"Bu tadi kakak telpon katanya sebentar lagi kakak pulang tapi bersama cowok nya , kakak suruh aku hidangkan makanan di rumah..." apa yang tadi kakak sampaikan ku di telepon ku sampaikan juga kepada ibu...
ibu merasa heran dan menatapku dengan tatapan yang susah di artikan...
"cowok? cowok yang mana dia maksud dalam sebulan bisa 3x dia mengganti pacar aduh Tika ibu gk ngerti lihat perlakuan kakakmu itu ,". keluhan ibu bisa ku rasakan , bagaimana tidak? orang yang paling dekat ibu cuma aku dibandingkan ayah yang pergi pagi pulang malam apalagi kakaku yang tidak betah bertahan di rumah bersama ibu..
"yasudah Bu , ibu tenang aja cepat atau lambat pasti kakak berubah kok Bu menjadi lebih baik , sekarang kita siapkan makanan ya bu karena sudah mau sore bu pasti bapak pun segera pulang kerja.." Ajakku sambil merangkul pundak ibu menuju dapur , aku tau ibuku sedih dengan apa yang kakaku perbuat tapi sifat kakak yang keras tidak bisa membuat kami berbuat apa-apa
__ADS_1
"De gimana kalau kita buat sop sayur campur dengan bakso ikan ini kan sayur kesukaan kakakmu Tika , pasti dia senang..." lirih Ibuku , yasudah jika itu cara ibu bisa menenangkan pikiran dan membuat kakak menjadi lebih sadar dan tidak lebih kasar ....
" yaudah biar aku ke pasar dulu beli baksonya Bu , ada yang lain lagi Bu?" tanyaku yang ingin bergegas menuju ke pasar yang jaraknya sangat dekat dengan rumah.
" itu aja nak , hati - hati jangan ngebut bawa motornya ... " pesan ibu kepada ku saat kaki ku sudah di teras rumah sambil menyalakan mesin motor.
Setelah tiba di pasar , tidak sengaja seseorang menyenggol diriku,
"aaaadduhh " kaget dan sambil mengusap lenganku karena lumayan sakit juga karena bersenggolan dengannya
macam terbuat dari besi lengan pria itu kuat sekali.
" maaf , saya sedang terburu-buru kak" ucap seorang lelaki dengan tubuh yang kekar , berkulit putih , tinggi , dan berwajah tampan
aku lihat suara orang yang barusan menyenggol lengan ku dan melamun melihat dia , bukan karena kegantengan nya tapi karena wajahnya seperti tidak asing bagiku.
" Oh ya ya gak papa mas , lain kali hati hati " cuma itu respon ku kepadanya sambil berusaha mengingat siapa dirinya dan kenapa seperti orang yang pernah ku lihat sebelumnya..
" kak Tikaaa... gak nyangka ya bisa jumpa di sini , kenalin saya Indra kak " lelaki itu sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman Kepada ku dan ternyata aku juga baru sadar kalau itu ternyata mas Indra costumer ku...
dan aku membalas salaman tangan nya dan aku ingat bahwa dia adalah costumer ku bahkan laki-laki yang berhasil memuji ku di depan publik walaupun di dunia maya.
astaga kalau di lihat-lihat wajahnya sangat tampan sekali seperti nya dia ada campuran blasteran dan dirinya nya dia orang yang baik , bahkan terlihat sopan dari nada bicaranya...
"Ohh iya mas jangan panggil kakak panggil Tika aja , mas kebetulan saya lagi buru buru saya duluan ya " ucapku kepada mas Indra supaya gak telat karena hari udah mulai gelap
"ok Tika , nanti malam aku telpon ya , hati hati ya "
deg !!! apa maksud mas Indra barusan? nelpon? ada apa ? apa yang mau dibicarakan nya? apa tentang tawaran bisnis nya atau yang lain?....ha udah lah yang penting sekarang aku harus cepat pulang karena ibu pasti udah nunggu aku di rumah.
" oke mas " aku mengiyakan perkataan nya sambil berlalu ke toko untuk beli bakso
__ADS_1