Cintaku Sebatas Angin Lalu

Cintaku Sebatas Angin Lalu
Kak Dewi hamil


__ADS_3

Habis dari kamar mandi ku dengar pembicaraan kak dewi di telepon , karena ada 3 x kak dewi mual muntah bolak balik ke kamar mandi.


"Aku mau kita nikah!!!.." terdengar teriakan kak dewi , suara nya sangat lantang dan kencang bahkan aku kaget mendengar tiba tiba kak dewi ingin menikah!!.


Pagi pagi buta bukan ayam yang berkokok membuat mata orang terbuka di pagi hari tapi suara kak dewi , ku rasa tetangga sebelah juga mendengar teriakannya.


"Kamu pria brengs*k ... awas aja kamu lari , kamu harus bertanggung jawab mas " sambungnya lagi , kali ini bukan suara teriakan yang ku dengar tapi tangisan dan terdengar suara barang terjatuh bagaikan kenak gempa bumi kamar kak dewi hancur karena barang di depannya semua di campakkan nya.


duaaarrr!!!!! barang di depan muka kakak tercampak dengan penuh emosi tanpa memandang barang elite nya , kini terbang semua berserakan di lantai.


" Aku minta dalam Minggu ini kamu urus semuanya "sambung nya lagi dan aku semakin penasaran ada apa dengan kak dewi.


ucapan kak Dewi berhasil membuat aku dan ibu penasaran ada apa yang terjadi , sambil menangis sesenggukan , bertanggung jawab? apa maksud dari perkataan nya?...apa jangan-jangan kak dewi hamil? astaga... walaupun aku gak pernah merasakan hamil tapi karena keseringan nonton sinetron aku tau ciri ciri orang hamil pasti mual mual dan muntah di pagi hari atau sering di sebut juga morning sickness.


Ibu dari tadi menggedor pintu kamar kak dewi tapi gak ada respon sama sekali , bahkan panggilan ibu di cuekkin.


"Dewi buka pintunya , kamu kenapa? dari tadi bolak balik ke kamar mandi dan teriak teriak di dalam ?" tanya ibu yang penasaran dengan keadaan kakak...


akhirnya pintu kamar di buka olehnya , wajah kak dewi hancur bekas di cakar sama dirinya sendiri merah , berdarah dan mata bengkak akibat kebanyakan nangis , aku pun penasaran ada apa dengan kak dewi akhirnya aku menyusul masuk ke kamar nya.

__ADS_1


Ka Dewi gak berani menatap wajah ibu dan bahkan tidak berhenti menangis , ku ambil air hangat buat kak dewi biar tenang dan bisa bercerita ada apa yang terjadi dengan dirinya..


2 teguk diminumnya tiba tiba ....


"uekkk"...sambil menutup mulut nya


kak dewi merasa mau muntah dan selalu merasa mual , ku usap punggung leher dengan minyak kayu putih dan ku gosokan ke hidung kak dewi agar hilang rasa mualnya...


"buu...aku minta maaf bu selama ini udah buat ibu kecewa , aku udah banyak nyakitin ibu mungkin ini karma ku bu selama ini aku gak pernah menghargai ibu dan selalu melawan perkataan ibu..." kak dewi menangis sambil memeluk tubuh ibu , terlihat penyesalan di wajahnya bahkan keganasan nya selama ini langsung sirna bahkan dirinya tidak seperti dulu lagi jika bicara dengan ibu dengan nada bentakan.


ibu masih binggung dengan ucapan kak dewi gak terjadi masalah tiba tiba minta maaf.


"ada apa dewi cerita lah , apa kamu sakit?" tanya ibu Kate melihat keadaan kak dewi seperti orang yang sakit parah ataupun seperti orang depresi


Ku ingat sekali perkataan kakak waktu itu Karena aku kampungan tidak ada 1 pun lelaki yang mau dengan ku tapi setidaknya aku masih bisa menjaga marwah ku dan tidak memberikan mahkotaku selain kepada suamiku.


aku dan ibu beradu pandang kaget mendengar apa yang di bilang kak dewi..


"gak , nak gak mungkin kamu hamil kamu pasti masuk angin aja ayuk ibu bawa ke dokter" ibu masih gak percaya dengan apa yang diucapkan kak dewi barusan , apalagi tadi dirinya menyebut mengandung anak mas Hendra sedangkan mereka saja baru menjalin hubungan belum sampai bertahun-tahun.

__ADS_1


"Gak Bu , aku beneran hamil " Ka dewi menunjukkan kertas kecil yang panjang alat tes urine kehamilan , yupss tespack nya menunjukkan hasil positif sudah terlihat jelas 2 garis merah kecil berwarna berfdmksg⁷l...


aku yang dari tadi diam akhirnya buka suara.


"Bu kak dewi harus kita bawa ke bidan biar dikasih vitamin , habis itu kita buat mas Hendra nikahin kakak jangan sampai semua orang tau bu" saranku jangan sampai keadaan ini bisa membuat kandungan kak dewi lemah apalagi jika di diamkan perut kak dewi membesar pasti tetangga tau pasti kami di kucilkan bahkan jadi bahan olokan 1 kampung , gak heran tempat kami tinggal ibu ibu disini jago untuk bergosip.


aku gak nunggu waktu lama bersiap siap untuk temani ibu untuk periksa kakak ke bidan.


Ibu yang dari tadi diam dan gak tau mau bicara apa , akhirnya meneteskan air mata , ya orang tua mana yang tenang disaat anak perempuan nya hamil di luar nikah.


"kenapa kamu bisa hamil nak?ibu kecewa sama kamu , kamu harusnya jadi contoh yang baik untuk adikmu dan kamu sudah banyak membuat kita semua dalam masalah...


kamu bohongi mengaku ngaku kita orang berada sama pacarmu supaya apa? supaya kamu di hamili? kamu keterlaluan dewi mau taruk dimana muka ibu , kamu keterlaluan dewi "...unek unek dalam hati ibu akhirnya keluar


bagaimana tidak selama ini ibu selalu mengiyakan apa yang kak dewi bilang bahkan harga diri seorang ibu tidak dihargai sama sekali mungkin ini teguran dari Tuhan dari apa yang kak dewi buat ke ibu...


"maafin aku bu , aku memang anak gak berguna , aku minta maaf bu , aku tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi..." kak dewi bertekuk lutut sambil memegang tapak kaki ibu dengan mengelus nya dan mencium kaki ibu dengan tangis yang tiada henti nya , terlihat ada penyesalan di wajah kak dewi...


" sudahlah nak semua sudah terjadi sudah gak bisa lagi di balikan , ini semua harus kamu jalani ini pelajaran hidup untukmu , dan biar ibu yang akan kasih tau ke bapakmu " walaupun duri yang menusuk di pundak , seorang ibu pasti akan memaafkan kesalahan anaknya.

__ADS_1


"jangan bu , aku takut , aku takut ayah usir aku Bu" kak dewi memohon agar ibu tidak bilang ke bapak , pasti bapak akan marah besar kalau tau kak dewi hamil..


"gak nak ibu harus cerita ke bapak dan datang ke rumah hendra minta tanggung jawab nya dari apa yang dia buat , Hendra harus nikahin kamu..." tukas ibu dengan kak dewi


__ADS_2