
hai namaku Kartika Putri Lestari
biasa di panggil *Tika.....
dan saat sekolah teman teman ku biasa memanggil Putri atau tari
usia ku menginjak 23 tahun aku kelahiran tahun 99 dan lahir di kota Medan ,kami bertempat tinggal di kota besar Jakarta...
karena bapakku sering di utus dengan atasannya untuk ambil alih dalam cabang lain , kali ini cabangnya di Karawang tapi aku dan ibu lebih suka tinggal di Jakarta dan kebetulan juga dekat dengan sekolahku.
kota Metropolitan yang penuh dengan kekerasan hidup dan kekejaman nasib...
Ya... nasib ku berubah disaat aku menginjak kaki ke kota yang terkenal dengan sebutan ibu kota negara ini.
Nasib ku berubah menjadi wanita yang hancur dan menjadi wanita tangguh , mandiri untuk melanjutkan sisa waktu hidupku.
lahir di kampung dan menjadi gadis kampung bukanlah halangan untuk ku untuk menetap di kota ini... bersekolah di Jakarta dan bisnis di kota ini bukanlah hal yang gampang...
sudah banyak ku lalui bahkan dari sekolah , diriku sering di ejek dan dihina karena penampilan lusuh dan beda dengan mereka yang selalu rapi dan tampil modis , ada yang kaya yang punya mobil ataupun motor sendiri , aku hanya naik ojek pulang pergi sekolah bahkan terkadang jalan kaki pulang pergi.
Aku hanya mempunyai teman 1 dan itupun sekarang sudah menjauhi diriku saat beberapa kali dirinya selalu mengajak ku untuk nongkrong di cafe ataupun tempat makan elit , aku selalu menolaknya karena tidak punya uang untuk membayar makanan , uang jajan ku hanya 10.000 disaat itu pun aku jarang memakai uang jajan supaya bisa aku bisa menabung untuk modal jualan online.
wajahku tidak lah seputih seperti artis Korea maupun secantik bule di luaran sana , dengan warna kulit sawo matang kecoklatan membuat ciri khas diriku menjadi manis...manis? kata siapa? hahaha....bukan nya semua orang memimpikan menjadi gadis yang putih?
bahkan di kota ini lebih di hargai dengan penampilan fisik daripada hati.
ya...aku pernah di bullying di sekolah lantaran warna kulitku yang seperti ini...tapi tidak menghalangi semangat ku untuk mendapatkan ilmu...
ilmu masa bodo juga ku pelajari supaya aku selalu kuat mental untuk diriku supaya tidak cengeng saat ada yang membuli diriku.
__ADS_1
aku harus bisa melewati masa masa sulit...masih banyak yang harus ku lalui, ...dengan orang tua yang bermodal pas-pasan yang tidak mempunyai cukup harta untuk masa depan kami...
jangan kan harta , rumah , motor , mobil kami tidak punya , motor yang kami punya itu adalah pinjaman dari bos bapak ku saat bekerja supaya bisa pergi kerja tepat waktu.
Dan rumah yang kami sewa hanya lah sepetak rumah dengan 2 kamar dengan seharga 17 juta , pinjaman uang dari kantor bapak , setiap bulan bapak harus potong gaji untuk melunasi hutangnya pada bosnya.
ayahku seorang supir di suatu perusahaan pupuk di Karawang , saat ini perusahaan nya sudah terkenal dan sudah banyak buka cabang di berbagai daerah .
terkadang bapakku jarang pulang karena harus mencari kerjaan sampingan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari...
hidup di kota Jakarta serba mahal dari bahan pokok ataupun yang lainnya untung saja sekolah ku tidak bayar hanya membayar iuran bulanan untuk keperluan kegiatan sekolah.
ibuku hanya lah seorang ibu rumah tangga , walaupun cuma ibu rumah tangga tapi ibuku adalah sosok yang hebat yang tidak ada duanya . ibuku membantu mencari nafkah untuk keluarga , menjual kue titip ke warung ataupun terkadang ku jual online .
aku memiliki seorang kakak , yang bernama Julia dewi...dia memiliki watak yang keras dan arogan...
ntah siapa yang di contohnya mempunyai kepribadian yang buruk...
Dulu kakaku orang yang baik , penyabar, dan sangat menghargai orang tua , tapi seiring waktu berjalan sifat kerasnya makin bertambah semenjak mempunyai teman sekolah nya dulu.
Usia kakaku tidak terlalu jauh degab usiaku kami hanya berbeda 5 tahun , usia ka dewi 28 tahun .
setelah tamat sekolah menengah atas aku ingin sekali melanjutkan perjalanan ke jenjang lebih tinggi tapi apa daya ku , semuanya pupus terhalang dana ...
jangankan untuk biaya sekolah untuk makan sehari-hari aja kami pas pasan bahkan sering tidak masak karena tidak ada uang belanja.
tapi aku gak mau membuat beban kepada orang tua ku , aku mencari kesibukan dengan menjadi owner jualan online dan menjual makanan di FB , ol* , shop** , dengan gitu aku bisa membantu orang tua ku untuk makan sehari-hari.
bagaikan anak ayam aku tidak berani keluar kandang alias tidak ada keberanian untuk jalan jalan keliling kota emas ini...
__ADS_1
mungkin jika aku bisa keluar sana kemari aku bisa dapat pekerjaan yang lebih baik untuk menaikkan derajat orang tuaku.
walaupun temanku sering mengajak nya sering kali aku menolak nya karena aku tidak terbiasa dan takut terbawa arus...
arus di kota ini sangat lah deras bagaikan ombak di laut , jika tidak kuat akan terbawa dan tenggelam dibawa nya .
kalah dengan pengalaman dan pengetahuan tentang lingkungan hidup... membuat ku enggan untuk merantau ke kota orang untuk mencari sesuap nasi...
Padahal diriku tidak bodoh aku sering mendapatkan ranking dan nilai yang tinggi saat sekolah , bahkan sering memenangkan lomba tapi apa daya semua sia dia jika tidak di gunakan.
jangan tanya kehidupan kakak perempuan ku , ya...dia bagaikan kupu kupu yang bebas terbang kesana kemari bahkan berani mengambil resiko untuk dirinya sendiri....
sangking berani nya inilah kisah hidup kakakku berakhir tragis dan mengenaskan , dari sini aku belajar bahwa wanita yang harus di perjuangkan bukanlah uang ataupun kekayaan melainkan harga diri dan martabat marwah nya .
segala ucapan dan tindakan dia keluarkan untuk memiliki apa yang dia mau , tanpa memikirkan resiko pahit dan manisnya...
bekerja di toko baju tidak membuat hatinya luluh untuk membantu ibu dan ayah , ya..kami berbeda....dari perbedaan cara berpikir , cara mengambil resiko dan mengambil tindakan.
mungkin inilah kisah hidup ku dimulai...dan terungkap dalam tumpahan air mata yang selama ini mengalir membasahi pipiku...
ya gadis polos yang hancur berkeping-keping karena cinta...
cinta? haha apa itu cinta? cinta adalah goresan luka yang akan terukir di hati dan pikiran jiwa seseorang jika mendapatkan permata pasti akan bahagia tapi jika yang didapatkan hanyala segenggam batu habislah kerasnya hidup ini... dengan minimnya pengetahuan yang ku miliki sangat gampang sekali terbodohi oleh perkataan yang manis di lontarkan di bibir lelaki...
cerita ini berdasarkan kisah nyata dan fakta seputar kehidupan yang ku alami...
pahit? lebih pahit dari obat pil dan pahit nya kopi...
menelan semua nya bagaikan harus menelan racun siap gak siap akan segera berakhir*...
__ADS_1