
akhirnya aku dan mas Indra yang tersisa...
ada rasa canggung dan grogi baru pertama kali gobrol dengan laki laki secara langsung , apalagi cuma berduaan.
Disaat sekolah dulu jangan kan untuk berkawan dengan laki laki bahkan berbagai hinaan yang didapat karena dari sisi penampilan dan gaya bahasa ku. Laki laki di sekolah ku dulu sangat memandang fisik dan membully jika kita terlihat tidak menarik , disini aku kadang trauma dengan lingkungan sekitar , ciri khas ku dari kampung susah ku hilangkan karena dari kecil sudah terbiasa dengan tampil apa adanya bukan ada apanya.
Tapi kali ini aku menemukan seseorang lelaki yang bisa menghargai ku bahkan bisa menghormati Marwah ku , semoga kelak aku mendapatkan suami seperti mas Indra yang bisa menerima ku dari segala kekurangan yang ku miliki , ku ucapkan doa dalam batin ku sambil menatap wajah mas Indra.
"Di minum dulu mas" aku memberikan segelas sirup yang ku buat tadi..
"Terima kasih de , gak usah repot-repot de ," ucap mas Indra sambil tersenyum yang terlihat sangat menghargai pelayanan dari ku.
hening....
" ho iya mas gak kerja?" tanyaku memecahkan keheningan kami , dan sambil ingin lebih tau tentang dirinya , aku merasa mas Indra bukanlah type orang yang sombong maupun sok berkelas
"masuk malam de , pulang pagi de , mas kerja nya di bioskop XXI , mas sebagai supervisor pembersih bioskop ", mas Indra menjelaskan tentang pekerjaan nya dan aku menyimak apa yang di bilang nya , menurut ku status pekerjaan nya lumayan karena disini rata rata mencari pekerjaan susah walaupun kita sudah bersekolah tinggi.
__ADS_1
percakapan kami sudah sangat dekat , lebih banyak mas Indra yang berbicara dan aku hanya mengikuti irama pembicaraan nya Nyaman iya cuma itu aku rasakan saat ini , bahkan tertawa aku terbahak-bahak dari tadi dibuatnya , obrolan mas Indra juga banyak yang lucu , dia menceritakan tentang masa masa sekolahnya dan kuliahnya , mas Indra type orang humoris siapapun yang dekat dengan nya pasti nyaman dengannya dari bicara nya dan sangat berwibawa.
Dan pembicaraan kami pun kembali serius tentang kerja sama yang di tawarkan mas Indra , dan aku mensetujui nya , mungkin kerja sama dengan nya membuat usaha ku berkembang , ( itulah yang ada di pikiran ku saat ini ). Saat ini aku belum ada sedikitpun perasaan dengan dirinya hanya sebuah kaguman jika diriku melihat wajahnya yang tampan dengan darah keturunan Arab.
Ada yang ganjel di perasaan ku saat ini , dan malu rasanya mau bertanya dengan mas Indra , tapi jika gak di tanya pikiran ku terus di penuhi rasa penasaran..
ku beranikan untuk tanya denganya mungkin dia gak akan marah ataupun tersinggung , dan aku juga bisa tau batasan diriku sampai dimana.
"Mas datang ke rumah ku pacar mas gak marah?".. tanyaku pelan takut mas Indra merasa tersinggung
" pacar? mas belum ada pasangan , Waktu itu ada kami pacaran 5 tahun dari sejak mas masih sekolah SMA tapi mantan mas di jodohkan dengan orang lain sama orang tuanya , semenjak itu mas belum ada cari pengganti yang lain" Aku hanya mengangguk akhirnya rasa penasaran selama ini hilang juga , ternyata status kami sama , sama sama jomblo dan sama sama merasakan sakit hati , cuma beda pengamalan saja.
" Iya lagipula orangnya membosankan de , tadinya mas ada rencana untuk melamarnya tapi dilihat dari kelakuan nya seperti nya dia gak berubah , sudah berulangkali ketahuan dengan mas dirinya berselingkuh dan yah mas ikhlas aja dengan keputusan dia menikah dengan yang lain , asalkan dirinya bisa bahagia , Kalau dia aja bisa tinggali kita begitu aja kenapa mas gak bisa cari yang lain " penjelasan mas Indra menurut ku cukup masuk akal kebanyakan perempuan sekarang kalau udah ada simpanan belakang pasti sikapnya berubah dengan pasangan nya , apalagi zaman sekarang yang dilihat hanyalah kekayaan bukan ketulusan.
" Entah pun dia nikah dengan pamannya sendiri " lanjutnya lagi ...
" paman? kok bisa? tanyaku yang merasa gak masuk akal apa yang dibilang nya
__ADS_1
" iya de mantan mas pernah katanya di tiduri dengan pamanya sudah 3x " spontan kaget aku mendengar penjelasan dari mas Indra 3x? masa iya tuh cewe diam aja gak ada melakukan tindakan apapun ataupun di laporkan ke polisi atau memang sama sama mau aku jadi binggung mendengar nya tapi mungkin saja memang mereka melakukan nya dengan sadar dan sama sama suka ...
" terus kok mas tau dia kayak gitu kenapa masih mau?" aku tertarik untuk membahas hubungan mas Indra dengan mantan nya rasaku jarang ada laki laki yang mau menerima wanita nya jika sudah di lecehkan dengan lelaki lain , apalagi sudah sampai berulang kali.
" Perawan atau gak nya itu gak satu masalah de , yang penting dia bisa di jadikan istri dan ibu yang baik untuk anak mas nantinya kalau sudah nikah karena kalau kita cari yang sempurna pasti tidak akan dapat de , walaupun semua laki laki ingin wanita yang perawan untuk mas itu gak penting , cinta tidak pernah memandang kekurangan pasangannya jika masih memandang apa kekurangan nya bukan cinta namanya de tapi nafsu" ucapan mas Indra membuat ku sedikit kagum karena jarang ada orang yang seperti ini yang mau menerima kekurangan kebanyakan menerima kelebihan dari yang kita punya.
Gak lama mas Indra mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menunjukkan foto mantan kekasih nya , menurut ku jauh dari kata cantik dan cuma menang putih aja , cuma aku gak bilang takut membuat perasaan mas Indra tambah sakit hati
" ini orangnya de , gak cantik hidungnya pesek gak kayak ade mancung cuma mas nerima dia tulus gak pandang dari apapun...Mas sayang sama dia karena dia juga wanita sederhana beda dengan wanita yang lain ...." sebenernya apa yang dibilang mas Indra ada betulnya , mas Indra wajahnya ganteng hidungnya mancung dan bola mata nya yang berwarna kecoklatan kayak orang bule gak sebanding dapat pasangan seperti nya.
masih banyak lagi yang ingin ku ketahui tentang diri mas Indra ntah kenapa diriku jika tau tentang nya diriku merasa nyaman dan dari apa yang di ceritakan nya aku percaya karena ku yakin mana mungkin mas Indra mau membohongi diri ku ataupun type mas Indra seperti bukan orang yang pembohong.
Mas Indra bertanya balik pertanyaan ku yang ku tanyakan dengan nya.
" Ade sendiri udah ada pacar? " tanya mas Indra kepada ku yang membuat ku langsung menggelengkan kepala ...
" boro boro pacaran , gak ada yang mau dekat sama aku mas karena aku gak cantik dan tampilan ku ya seperti ini mas lihat sendiri " jawabku sambil meminum seteguk sirup yang ku buat untuk kami berdua
__ADS_1
" ha kampungan? mana ada , Ade jangan berpikiran seperti itu justru wanita yang sopan dengan cara berpakaian dan tampil sederhana jarang de zaman sekarang , kebanyakan memamerkan tubuh nya dan sengaja menjatuhkan harga dirinya sendiri , mas salut sama ade bisa jaga diri , udah cantik pintar lagi " puji mas Indra kepada ku karena memang kenyataannya disini rata rata wanita berpakaian terbuka dan jarang sekali yang tutur katanya yang sopan.