
setelah siap aku kembali menuju ke kamar kak dewi , ku lap wajahnya dengan air hangat dan menyisir kan rambutnya yang sangat berantakan , ku poles kan bedak sangat tipis karena wajah kak dewi banyak sekali goresan luka cakaran kuku dan matanya yang bengkak akibat kebanyakan nangis.
" Yuk kak kita ke bidan " ajakku sambil merangkul bahu kak Dewi tapi tangan ku di hempas nya begitu saja
" tidak perlu , aku tidak ingin anak ini !!! " bentak kak dewi yang spontan membuat ibu dari dapur langsung ke kamar kakak
" apa katamu ! kamu harus tanggung jawab atas perbuatan mu , jangan pembunuh apalagi membunuh anak sendiri !! " bentak ibu yang sudah gak tahan diri
" tanggung jawab? apa aku yang harus tanggung jawab sendiri ! aku mau ke rumah hendra dia harus bertanggung jawab apa yang dia perbuat !! " teriak kak dewi di hadapan aku dan ibu
plakkk!!!
kali ini tangan ibu berhasil mendarat di pipi kak dewi , tamparan ibu belum seberapa sakit nya dibandingkan perasaan ibu yang di usir mentah mentah sama kakak
aku binggung posisi ku harus seperti ini , akhirnya aku membawa ibu ke luar kamar , dan menutup pintu kamar kak dewi jangan sampai perdebatan dan pertengkaran ini membuat cabang bayi terganggu.
" kak ayoklah kita ke bidan habis itu kita akan hubungi hendra " ajakku sekali lagi dengan nada yang sangat lembut
ishhhh....issshhh...isshhhh
kali ini kak dewi memelukku dengan erat , sambil menangis menjadi jadi..
"De maafin kakak ya selama ini udah banyak kasar dengan kamu dan ibu , kalau suatu saat kakak gak ada tolong jaga anak Kakak maafin kakak udah membuat kalian seperti ini " ucapan kakak membuat ku gak bisa lagi berucap apa apa lagi
" kakak jangan ngomong kayak gini harus semangat ka , jangan tinggali aku " kali ini air mata ku yang keluar menjadi jadi sambil memeluk tubuh kak dewi
" yaudah ayuk kita ke bidan kak kasian sih ade bayinya pasti dia ikutan nangis juga kalau ibunya sedih terus " sambung ku lagi sambil mengelus perut kak dewi
kak Dewi mengangguk apa yang aku ucapkan , akhirnya kami berdua pergi ke bidan ibu masih belum bisa nerima kenyataan yang pahit ini sehingga ibu tidak mau ikut kami ke bidan.
__ADS_1
sesampainya dibidan , banyak sekali pasien ibu ibu hamil yang di temani dengan suami nya bahkan ada yang sangat perhatian sama istrinya sambil membawa barang bawaan istrinya , aku melihat kak dewi yang melihat pemandangan seperti ini membuat dirinya semakin terpuruk , aku tau apa yang di pikiran kak dewi saat ini.
" kak masuklah , kakak duduk aja dulu biar aku daftarkan ambil nomor antrian nya " aku sambil membopong tubuh kak dewi untuk duduk
" ada yang bisa di bantu Bu " tanya seorang petugas dibalik meja
" mau periksa kandungan Bu " jawabku dengan sopan
" atas nama siapa? Bu "
"Julia dewi " jawabku sambil melihat ke arah kakak
" baik Bu silakan di tunggu dulu ini nomor antrian nya jika sudah giliran kamu panggi Bu " kakak petugas memberikan kartu nomor antrian kepada ku dan aku hanya membalas anggukkan senyuman kepadanya.
Kulihat nomor antrian kami 80 dan sekarang sudah dalam urutan 35 , masih lama kayaknya aku harus beli cemilan dulu dari tadi pagi kak dewi belum ada makan apapun.
" kak tunggu disini ya , aku beli roti dulu , kakak mau minum susu apa? " tanyaku sambil berdiri
" kak , Kakak harus makan kasian ade bayi pasti merasa lapar dan haus didalam " aku merayu lagi agar kak dewi sedikit bersemangat
" terserah mu saja Tika " hanya itu respon kak dewi
akhirnya aku pergi tinggalkan kakak sendirian di bidan , aku mampir ke supermarket beli susu kotak kecil untuk ibu hamil dan mampir ke toko roti.
Sudah selesai membeli susu untuk ibu hamil , aku menuju ke toko roti di seberang nya , tapi sekilas ku lihat seseorang mirip sekali dengan mas Hendra....
" tunggu !!! " teriakku sama seorang lelaki yang mirip sekali dengan mas Hendra kekasih kak dewi
mendengar teriakkan ku lelaki itu membalikkan badanya dan melihat ke arah ku
__ADS_1
" ada apa!? " tanyanya cetus denganku , dengan muka seperti tidak suka kepada ku
rupanya betul ini mas Hendra tapi kali ini dia berduaan dengan seorang wanita yang berpakaian seksi dan cantik , tapi seperti tidak asing wajahnya , kayak pernah melihat dia sebelumnya tapi dimana ....
" mas kak dewi lagi di bidan , mas harus tanggung jawab apa yang perbuat ! Kak Dewi hamil anak mas" kali ini aku to do point untuk mengatakan bahwa kak dewi hamil anaknya dan tanpa menunggu lama karena aku juga harus cepat balik ke bidan karena kak dewi sendirian dan kondisinya juga sangat memprihatikan.
" terus ... urusan ku apa ! aku gak peduli , pergi sana , jangan ganggu hidupku , suruh aja dia gugurin anak itu...jangan bermimpi kalau aku mau nikah sama perempuan kampungan seperti dia..." di dorongnya badanku hingga aku terjatuh di pinggir jalan dan wanita di sampingnya hanya melihat sambil tersenyum dan berkacak pinggang membuang muka disaat aku melihat dia.
" tunggu ! dasar laki laki gak ber*tak , apa kamu bilang , gugurin ??? memang ya adab kamu gak ada , dari pada anak yang tidak berdosa mati lebih bagus kamu aja yang mati..." tanganku menampar pipi nya kali ini aku gak peduli jika di lihat banyak orang dan aku mendorong badan wanita itu hingga genggaman tangan nya yang di lengan mas hendra terhempas.
" kamu perempuan gak tau malu sama aja kayak kakakmu , makanya jangan jadi wanita liar , lihat aja kamu dan kakakmu itu , gak selevel dengan hendra , dan jangan kamu sentuh badanku bahkan sampah aja lebih berharga dibandingkan dirimu...." saut wanita yang aku tak tau siapa nya mas Hendra , kali ini dia andil dalam turun tangan , tanganya menunjuk pas ke jidatku...
" diam kamu !! ini bukan urusan mu ! lagian kamu siapa nya hendra , mau aku dan kakakmu dari kampung tapi kami masih punya harga diri " aku membentaknya dan kali ini mas Hendra tidak terima perbuatan ku terhadap wanita itu sehingga suaranya lebih di kencang kan berbincang dengan ku
" berani sekali kamu bentak calon istri ku ! kamu sama kakakmu wanita kampungan pergi dari sini , jangan coba coba kamu kasar dengan calon istri ku , mau taruk dimana muka ku kalau nikah dengan kakakmu " usir mas Hendra kepada ku dan kali ini suaranya berhasil membuat siapapun orang yang lewat di dekat kami melihat dia bentak diriku
" pergi katamu ? betul dugaan ku kau bukan laki laki yang bagus , he kau , suatu hari nanti kau pasti merasakan apa yang kakaku rasakan ! suatu saat kau akan kenak karma seperti apa yang kak dewi rasakan suatu saat dirimu juga akan di buang begitu aja dengan laki laki yang gak bermoral ini " aku beranikan diri melawan walaupun badan ku setengah remuk akibat di dorong nya dan aku menunjuk pas ke wajah wanita yang terakui calon istri nya mas Hendra
Wanita itu hanya terdiam mendengar perkataan ku tapi mas Hendra masih saja melanjutkan perdebatan ini , sampai sudah banyak orang berkumpul untuk menonton pertikaian kami.
" Kalian tau , laki laki ini tidak bertanggung jawab atas perbuatannya , dia telah menghamili kakakku dan sekarang dia cari wanita lain " teriakku sambil menatap ke seluruh warga yang sudah berkumpul di dekat kami
terlihat ada ibu ibu yang bisik bisik seperti nya mencela mas Hendra dan kekasihnya.
" mas tanggung jawab donk , nikahi kakaknya masa di tinggalin gitu aja , kamu juga udah tau pacar kamu sudah membuat wanita lain hamil kamu masih mau sama dia " saut ibu ibu yang sedari tadi memperhatikan mereka.
" De laporin aja ke polisi , biar mereka ketangkap atas perbuatan pelecehan " keluar lagi saran dari ibu ibu yang di sampingnya
" dasar laki laki gak tau malu dan perempuan murahan " sorak ibu ibu kepada mereka
__ADS_1
akhirnya mereka pergi dengan muka yang merah dan sambil menunduk malu.
" Terima kasih ya Bu " ucapku dengan ibu ibu yang sudah membantu ku untuk menyerang mereka walaupun tidak ada hasil ujungnya tapi setidaknya aku berhasil membuat mereka kalah malu.