Cintaku Sebatas Angin Lalu

Cintaku Sebatas Angin Lalu
Belajar menjadi gadis kota!


__ADS_3

sampai di rumah ku berikan bakso ikan yang ku beli tadi kepada ibu , dan ibu menerima nya dan langsung memainkan kemahiran ibu dalam membuat masakan...


hmmmm wangi sop sayur buatan ibu berhasil menerobos masuk ke hidung ku , "semoga kakak suka ya tuhan " doa di dalam batin ku semoga terkabul supaya tidak mengecewakan perasaan ibu , karena yang ku takut kan kakak membuat kekacauan depan pacarnya ..


selang beberapa menit kakaku tiba , dan betul dugaan ibu kakak membawa pacar barunya , memangnya pacaran bisa gonta ganti ya? banyak hal yang belum ku tau tentang bagaimana berpacaran bahkan memikirkan nya pun aku sudah pusing duluan...


Datang dari kampung ke kota membuat ku ingin lebih banyak tau tentang kehidupan , bahkan ku lihat kakak sudah punya pacar , ya memang penampilan kami jauh berbeda.


Kak Dewi pandai dalam merawat diri sedangkan ku hanya biasa saja bahkan selalu dasteran di rumah saat berpergian aku juga tidak pandai bermake up seperti kak dewi.


dilihat dari penampilan pacar kakak seperti laki laki yang berkelas dan berwibawa dari cara berpakaian , dan bawa mobil pula , mobil Pajero sport .


Cantik dan ganteng cocok sekali mereka berdua.


tapi kenapa raut wajah ibu seperti lain? apakah ibu tidak suka dengan kekasih kakaku ini?


atau mungkin ibu sedang capek sudah masak belum lagi harus membereskan rumah sebelum ayah pulang kerja.


"Apa"an kamu tika kamu tuli atau memang telinga kamu lagi gangguan? aku tadi bilang apa sama kamu? tampilan kamu itu di rubah jangan kayak kampungan gini aku malu , kamu ini harusnya sadar udah miskin tapi jangan malu maluin aku donk , kamu gak lihat pacarku? dia orang kaya , harusnya kamu bisa hargai dia bukan kamu menghina dia dengan caramu itu..." bisik kakak ke telinga ku sambil menarik pergelangan tangan ku dengan kasar ke arah kamarku


"aku gak punya baju yang lebih bagus dari ini kak , jangan marahi aku kak , aku minta maaf , aku akan segera ganti baju dulu , sebelum mengantar minuman ke depan" ucapku setengah ketakutan dan bibirku bergetar melihat mimik wajah Kaka yang terlihat sangar dan membanting pintu kamarku dengan kasar ...


hiksss...hiksss...hiksss aku bersandar di belakang pintu kamar dengan melihat ke cermin yang tepat ada di depan ku ini , apa salah dari diriku , aku harus pakai apa supaya terlihat cantik?apa aku sehina ini?


hikss....hiksss... ku lap air mataku

__ADS_1


aku mencoba cari baju di lemari pakaian dan ku temukan dress selutut dengan paduan warna cream dan ku semprotkan parfum vanilla sedikit supaya gak kecium bau asem karena aku belum sempat mandi sore kakak udah keburu datang.


aku lap wajah dengan tisu basah , dan memakai riasan setipis mungkin aku lebih suka ke natural daripada menor , ku ubah lagi rambutku jepit tengah dengan jepitan yang kecil berwarna putih , sipp sempurna semoga tidak membuat kaka marah lagi dan tidak ada kata kampungan yang terus di sebutkan di telinga ku.


klek! suara pintu kamarku terbuka terdengar oleh ibu


"Kamu mau kemana nak , cantik sekali..." tanya ibu kepadaku , wajar saja mungkin ibu heran kenapa aku dandan seperti ini tiba tiba..


"gak kemana-mana Bu , gak enak aja ada pacar kakak datang penampilan ku kurang rapi hehehe..." aku nyengir untuk menutupi apa yang kakak suruh ke aku...


lalu aku kembali menuju ke ruang tamu dan sambil membawakan piring dan gelas untuk makan bersama...


"oh iya mas , kenalin ini Tika adikku yang paling kecil , dia owner fashion di shop**" ucap kakaku kepada pacarnya sambil mengenalkan diriku...


lalu kami bersalaman sambil mengucapkan nama masing-masing...


" Tika Putri Lestari " ucap ku sambil senyum dan pelan pelan berjalan ke arah dapur sambil menunduk ...


Firasat ku tidak enak saat berkenalan dengan mas Hendra , ada yang tidak beres kayaknya , saat aku bersalaman dengannya , mata mas Hendra di kedipkan sebelah mata ke diriku seakan mencoba menggodaku.


seperti nya aku merasakan aura tidak baik dengan mas Hendra, seperti ada maksud yang negatif ke kakak dari gelagat nya seperti nya dia laki laki yang kurang tepat untuk kakaku ...


tapi ntah lah apa cuma pikiran ku saja mana mungkin kakak salah pilih pasangan , karena dibandingkan aku ia lebih mahir dalam soal menjalani hidup toh aku juga tidak mengerti tentang laki laki karena aku aja hanya anak rumahan dan kampungan seperti kak dewi bilang ...


setelah berkumpul semua , mas Hendra tak henti"nya memegang tangan kakaku walaupun itu di depan ibu , dan ibu sangat risih dengan pemandangan itu .

__ADS_1


" Hendra sudah berapa lama menjalin hubungan dengan dewi..?" tanya ibu untuk mengalihkan genggaman tangan mereka .


" baru 1 bulan Bu ... " jawab mas Hendra


dengan 1 bulan tapi udah seperti suami istri , berpegangan tangan dan tidak ada etika nya sama sekali


ibu hanya menghela nafas panjang tidak tau apa lagi yang ingin di bilang nya , dilihat dari lirikan mata ibu tampak sekali kalau ibu tidak menyukai mas hendra .


"silakan di minum airnya , tadi ibu buatkan sayur kesukaan dewi semoga Hendra juga menyukainya" ucap ibu sambil tersenyum dengan kakaku dan mas Hendra untuk tidak menunjukkan ketidak sukanya...


mas Hendra mengenal kan dirinya lebih dalam kepada ibu , aku hanya menjadi pendengar setia karena apa yang di bilang mas Hendra juga aku gak paham karena mas Hendra bercerita tentang pekerjaan nya dan tempat perusahaan nya yang ia kerja.


tidak lama kemudian bapak pulang , bapak merasa heran kenapa ada sepatu casual dan mobil di depan teras rumah ... lalu bapak masuk dan bapak lihat kami berkumpul di ruang tamu .


"Mas ini bapakku , bapak baru pulang kerja , dia kerja di perusahaan ternama dan bekerja sebagai supervisor" dengan bangga nya kakakku berbohong dengan mas Hendra , ntah apa maksud kakaku ngomong kayak gitu.


mas Hendra terlihat akrab saat berbincang dengan bapak dan ibu begitu pula dengan kakak terlihat senang melihat orang tuanya gobrol dengan kekasihnya , padahal Kaka tidak tau kalau itu semua hanyalah kebohongan belaka.


mas Hendra mengulurkan tangannya untuk mencium pundak tangan bapak ,


bapakku bukan kaget lagi mendengar pernyataan-pernyataan yang aneh dari kakaku , karena ini bukan hal pertama kali yang ia dengar , sebab kita semua sudah tau maksud kakak berbuat seperti itu mencari simpatik dari kekasihnya.


" Maaf pak , Bu , kayaknya sudah mulai malam , saya harus pulang dulu Bu , pak , terima kasih ya buat sayurnya Bu , sayurnya enak , kayaknya saya bakalan sering kemari buat cicipin masakan ibu yang lain hehee..." pamit mas Hendra kepada ibu dan bapak , aku yang sedari tadi duduk mendengarkan perbincangan ini segera berdiri , membalas senyuman mas Hendra lalu beranjak pergi ke kamar.


Seketika aku mulai berkaca diri sambil berkacak pinggang kayaknya memang iya aku harus merubah tampilan diriku ini , harus merawat rambut , kulit , wajah , dan badan .

__ADS_1


Okelah tantangan di mulai mulai besok...!!!


Aku mencoba mensugenti pikiran ku bahwa aku jelek dan harus berubah menjadi cantik dan anggun.


__ADS_2