Cintanya Cinta

Cintanya Cinta
Kok jadi doyan banget yang beginian


__ADS_3

"Dirumah megah itu... " Ratna yang sudah mulai membaik .Jika keadaan nya sehat,dia pasti mulai beraktivitas didalam rumah megah itu, Selayak rumah nya sendiri.


"Hari ini dia lagi berada ,di taman belakang..." Sibuk mengurus Bunga-bunga kesayangannya. dibantu sama bi utin yang setia menemani ratna , mau di dapur atau pun di taman.


Lama ratna sudah tidak melihat dan membersihkan taman nya.


"Kini eka dan thata sudah sampai di rumah megah itu... " Thata masuk kerumah beriringan dengan eka.


Thata langsung mencari ratna.


Dilihat nya ratna, ada di taman belakang, thata dan eka pun melangkah menuju ke taman belakang yang masih asri itu.


"Assalamu'alaikum... ibu sayang... " Bersamaan thata dan eka memberikan salam.sambil melangkah mendekat ratna. diciumnya punggung tangan wanita paru baya itu.


"Waallaikum salam... kalian sudah pulang.sini sayang... " Ratna pun melepaskan gunting bunganya. Dia pun beranjak, memeluk dan mencium pucuk kepala thata dan eka.


"Nak eka..." Bagaimana kabarmu nak.


Mereka bertiga pun melangkah kearah gazebo ,yang terletak taman belakang rumah.


"Alhamdulillah... eka baik ibu sayang... " Semoga ibu selalu baik dan tetap sehat terus.


Mereka bersamaan mengucapkan Aamiin...


"Aamiin...Ya Rabbal Allaamiin... " Mereka pun ngobrol saling bercanda ria. entah apa yang mereka cerita kan, saking asiknya. hingga waktu pun sudah sore.


Eka berpamitan pulang,Thata mengantar eka 'sampai di perkarangan depan rumah.


Thata yang baru mau masuk rumah, dikagetkan sama klakson mobil suaminya.


Thata pun menoleh kearah mobil yang masuk ke gerasi mobil.


"Dr herry 'yang baru sampai pun turun dari mobilnya... " Thata yang masih mematung didepan pintu masuk, menunggu suaminya.


Thata menyambut suaminya dengan pelukan, seakan dia takut kehilangan suaminya.


"Sayang... " Cantik kenapa kok seperti ini hem...Dr herry yang melihat thata seperti itu ,diciumnya pucuk kepala thata.


"Setelah itu digendongnya ala bridal masuk ke rumah langsung menaiki anak tangga, menuju ke kamar mereka... "


"Sesampainya di kamar..."dibaringkannya tubuh mungil istrinya perlahan . Thata yang masih memakai hijab pun , langsung thata buka .


"Honey... " Thata kangen ituan . Thata pun 'langsung mengecup bibir suaminya, dr herry membalas lembut, thata semakin bersemangat menikmati kecupan demi kecupannya, thata menikmati bibir suaminya seperti, menikmati es crem.


Dr herry pun berbisik mesra.


"Sayang,Kok doyan banget yang ginian hem... " Hari sudah sore sayang, kita mandi dulu ya.


"Iya honey..."Thata mau itu dulu honey...Dia pun mengecup bibir suaminya kembali. Dr herry pun membalas,sambil memainkan gunung kembar itu,yang masih berpakaian,dr herry pun perlahan, membuka pakaian yang dikenakan istrinya ' sehingga tinggal pakaian dalam yang tersisa.


" Dikecupnya kembali bibir istrinya dengan lembut..." Thata membalasnya,sehingga kecupan itu berubah panas,dengan napas yang saling memburu ,diangkat nya tubuh thata, kaki thata pun langsung melingkar ketubuh suaminya.


"Dr herry pun membopong tubuh thata melangkah ke kamar mandi tanpa melepaskan kecupan nya .


Kini sepasang suami-istri itupun, menikmati pemain barunya kembali ,dibawah air shower yang mengalir.


" Pasangan suami istri itu, beberapa kali melakukan nya. akhirnya mereka kelelahan, saling puas mendekap tubuh pasangan nya .


Kerinduan pasangan suami istri itupun,sudah terbalas.


"Kini dr herry pun membersikan tubuhnya dibawah air shower yang terus mengalir.


Dr herry pun' keluarga dari kamar mandi, Selang gak berapa lama kini thata keluar dengan tubuh yang masih bugil ditutup dengan rambut panjangnya.

__ADS_1


"Thata melangkah kearah dr herry yang masih memakai handuk..."


Sambil tertawa thata memainkan kembali barang berharga milik suaminya.


Dr herry yang sudah ingin siap-siap ingin mengerjakan sholat maghrib,menghentikan tangan thata dengan cepat.


"Stop Sayang... " Sudah dulu ya cantik? Nanti malam lagi ya sayang. Dr herry pun memeluk istrinya dari belakang.


Tadikan sudah tiga kali sayang? kita melakukan ibadah batinnya, Dengan lembut dr herry membisikkan ke kuping thata.


"Sayang ..."sekarang,kita harus ibadah sholat maghrib dulu ya sayangku..." Sudah itu kita sholat isya pula ya sayang .


Dilihatnya wajah thata yang masih tersenyum genit.seakan mau lagi.


Dr herry bukan tidak mau ,melayani istrinya,tapi waktunya yang salah.


Sebentar lagi sudah mau masuk magrib.


"Iya honey..." Tapi janji ya ok. thata menunjukkan jari kelingking nya, gaya nya seperti anak kecil.


"Iya sayang ku, janji ..."Dr herry pun membalas dengan kelingkingnya. Thata pun masuk kembali kekamar mandi.


"Dr herry ' yang melihat istrinya seperti itu..." Merasa ada yang aneh pada diri thata.


Kenapa cantik seperti ini ya , kok jadi doyan banget yang beginian .


Apa kah ini tanda kehamilan.


Dr herry, baru ke sadar kenapa istrinya, masuk kamar mandi lagi.dr herry takut istrinya menunggu dia didalam kamar mandi.


Dia pun' berlari kearah kamar mandi , langsung masuk.


"Sayang... " kenapa masuk ke kamar mandi lagi sayang. Dr herry yang melihat thata yang sudah memakai piyama mandi ,yang lagi mau ber hudhu.


"Walah cantik... " kok doyan banget yang ginian sayang.


Dr herry pun keluar dari kamar mandi,sambil menggaruk kepalanya,langsung menuju ruang pakaian.


***


"Diluar kamar... " Tepat nya diruang televisi . Dr davin lagi ngobrol sama ratna.lagi membahas soal lamaran.


Dr davin' yang sudah gak sabaran , kepengen cepat menikah.


Ratna mengiyakan dr davin.


"Sayang... " Kapan kita perginya nak, apa semuanya sudah disiapkan barang buat antara hem.


Ratna melihat kearah dr davin.


"Iya ibu sayang... " Besok dav, kerumah orang tua eka dulu ya, sekalian mengajak eka cari cincin buat lamaran. dr davin dengan wajah cerianya.


"Iya anakku sayang... " Ratna pun memeluk dr davin sambil mencium pucuk kepala dr davin.


Ya sudah sekarang mandi dan sholat maghrib dulu gih bentar lagi mau habis sayang .


Dr davin beranjak, pergi ke kamar nya.


***


"Dalam kamar sepasang suami istri itu lagi bersantai di balkon kamar mereka.


Sehabis maghrib, mereka ngobrol di sana, thata yang duduk diatas pangkuan suaminya.

__ADS_1


Dr herry menanyakan kepada istrinya.


Karena dia lupa kapan terakhir nya istrinya telat datang bulannya.


"Sayang... " Ry mau tanya, kapan terakhir nya cantik datang bulan. dr herry sambil memainkan rambut istrinya.


Thata yang kebingungan kenapa suaminya menanyakan soal datang bulan segala.


Dengan wajah polosnya .


"Honey... " Thata lupa honey, soalnya , sebelum kita menikah thata belum ada datang.


Thata melihat wajah suaminya.


"iya sayang... " Jangan dipikirkan ya?..ayo kita makan malam dulu yo.


Dr herry pun menurunkan tubuh istrinya nya, dibimbing nya thata.masuk ke kamar.


Thata langsung memakai hijabnya.


Mereka pun , keluar dari kamar mereka.


Langsung menuju keruang makan.


"Disana sudah pada hadir semua,tinggal menunggu kedatangan dr herry dan thata.


Kini makan malam mereka pun, berlangsung dengan tenang.


Hanya sesekali aja dr davin 'membuat onar jika lagi makan.


Sampai makan malam pun berakhir.


" Setelah makan malam selesai. dr davin mengajak dr herry ngobrol ditaman depan rumah, yang ada gazebo nya,tempat tongkrongan pak muzi setiap malam jika sehabis makan malam .


"Hlo pak muzi... " Kami numpang bentar ya. dr davin meminta ijin kepada pak muzi.


"Tumben tuan... " Mau kemari. saya pergi dulu ya tuan.pak muzi yang ingin pergi namun dicegah sama dr herry.


"Bapak mau kemana... " Gak papa disini aja pak. dr herry pun duduk disamping pak muzi.


"Kini mereka bertiga pun, ngobrol panjang lebar.


Dr davin membicarakan soal dia yang mau ngelamar eka.


Dr herry hanya ok saja, begitu juga pak muzi.


Lalu mereka ngobrol lama disana.


Dan dr herry pun 'ijin pamit ,dia takut thata ngambek


Dan tinggal pak muzi dan dr davin.


Entah sampai berapa lama mereka ngobrol nya.


********** Bersambung**********


Hlo sahabat baca author... πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ˜˜


πŸ™Terima kasih 🀝


πŸ‘€Sudah mau mengikuti cerita cintanya cinta. πŸ’‹


πŸ’ͺSemoga suka 😘😍 Thank you.πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2