Cintanya Cinta

Cintanya Cinta
Sudahi tangisnya Sayang


__ADS_3

"Dua hari sudah di Singapura, Eric bersama istri tercintanya Cinta"


Menikmati suasana suka-duka mereka berdua saja.


Cinta dengan air mata terus mengalir, didalam pelukan suaminya.


"Sudahi tangisannya,sayangku?jika Cintaku' seperti ini, jujur papi gak kuat menghadapi kehidupan ini.


Eric' yang memeluk erat tubuh istrinya tercintanya.


"Hiks...hiks...tapi, kita terlambat papi, kenapa papi tidak menceritakan masalah sakit papi,sehingga kita terlambat pi hiks... hiks... hiks... thata' pikir papi diam, sudah sembuh pi? hiks... hiks... hiks...


Eric' tidak sanggup melihat Cinta menangis, usapnya air mata istrinya, dengan hidungnya, sehingga Eric' merasakan manisnya air mata Cinta.


"Sayang, harus bersyukur, Allah' sudah menitipkan Papi hidup, selama bertahun-tahun di samping cintaku., kurang apa coba, Dia sudah menitipkan anak untuk kita, agar bisa menemani Cintaku, jika papi pergi nanti.


" Papi, thata' tidak sanggup untuk saat ini pi, bertahanlah papi di samping thata pi? thata' tidak minta apa-apa, hanya minta papi aja hiks... hiks... hiks...


"Sayang, yang seperti inilah, papi tidak mau bercerita pada Cintaku, karena papi tidak mau melihat sayang seperti ini.


Cinta' menghentikan tangisannya, dilihatnya wajah suaminya, dibelainya sambil mengusap air mata Eric.


" Maafkan thata' Pi sudah banyak bikin papi susah, sampai papi sakit lagi.


"Tidak sayang, jangan katakan maaf,Cintaku tidak pernah menyusahkan juga tidak punya salah dan dosa sama papi.


Eric' mempererat pelukannya, diciumnya pucuk kepada Cinta lembut.


" Sekarang, sayang ikuti kata papi, dengan sisa umur papi, kita lakukan hal yang positif ok, kita nikmati momen kebersamaan kita sayang.


"Iya papi sayang, I love u muach...


" I love u to ,Cintaku muach... Sayang? Terima kasih selalu ada buat papi. Sayang ada telepon masuk itu, anak-anak mungkin.


"Iyaa pi. Cinta berusaha, membenarkan suaranya


"Hem.... Ya hollo...baby girl mommy, kalian bagaimana kabarnya cantik mommy.


" Mom, papi kemana, sekarang mommy dan papi dimana?kenapa dua hari HP nya gak aktif.


"Mommy, mau jawab yang mana sayang? Papi ada ini di samping mommy, kami sekarang lagi ada urusan sayang.


Cinta memberikan HP nya kepada Eric.


" Hallo anak manja papi, kenapa hayo? Sayang papi sehat pintar.


"Papi jahat? kenapa pergi tidak bilangin ke alifa' pi hiks... hiks... hiks..


" Cantik papi, kok cengeng sih sayang. tidak mampu mendengarkan suara kalifa' dibenamkan nya mukanya di dada Cinta.


"Hiks... hiks... hiks... Papi! suara papi kok seperti itu, pi jawab pi, alifa kangen papi... hiks... hiks... hiks..


"Cintaku, tolong bilangin Kalifa, papi lagi ke kamar mandi,sayang.. hiks... hiks... hiks. .


" Sayang, alifa kenapa cantiknya mommy, papi lagi ke kamar mandi sayang.


"Mom, papi baik-baik kan mom!


"Iya sayang, papi baik nak? sudah dulu ya,sayang.


Cinta pun, menutup telponnya.


"Cintaku, ayo kita pulang yo, kepala papi sakit sayang.


"Iya papi,hati-hati papi sayang.

__ADS_1


Cinta' pun, melangkah beriringan,memapah tubuh suaminya,kearah mobil mereka.


Mereka,tadinya masih di taman rumah sakit.


Supir yang melihat, cinta dan eric' langsung berlari membantu cinta.


Mereka pun langsung masuk kedalam mobil, meninggalkan taman rumah sakit.


Eric' memilih, pulang dari pada nginap di rumah sakit, dia tidak tega melihat Cinta' menderita menunggu dia yang lagi sakit.


"Papi, mending dirawat aja pi, thata' tidak tega lihat papi, sakit seperti ini. Cinta' menyadarkan Kepala Eric' di lekuk lehernya.


" Gak pa pa sayang?mending kita pulang saja, menikmati sisa hidup, papi berdua saja di rumah cintaku.


Dibelainya wajah Cinta, dimainkannya bibirnya.


"Cantiknya, istri papi, beruntung sekali papi, punya istri seperti Cintaku.Sayang, cintaku?sayang gak sama Eric hem...


Matanya terpejam, namun mulutnya bergumam.


" Papi ngomong apa pi hiks... hiks... hiks...papi buka matanya pi? hiks..hiks...Pak,kita balik lagi ke rumah sakit Pak.


Cinta' memerintahkan supirnya.


"Iya ibu siap. Supirnya pun, memutar balik lagi, ke jalan kearah rumah sakit lagi.


"Halo...Dek tama, kamu dimana? Cepat ke rumah sakit.


"Iya kak Cinta?tama nanti langsung ke sana.


Cinta' dengan cepat menelpon tama.


"Papi bangun pi, hiks... hiks.. hiks... bangun pi, Cinta menepuk muka Eric' lembut, namun suaminya tidak bangun-bangun.


Akhirnya mereka pun, tiba lagi di rumah sakit.


Para perawat pada keluar membantu Cinta' menaikan tubuh Eric keatas bad pasien,dengan cepat langsung, berlari ke ruang UGD.


"Maaf ibu, mohon tunggu diluar. perawat ruang UGD pun menutup pintunya.


Cinta yang lagi bingung, menangis sejadi-jadinya.


" Ya Allah... selamatkan suami hamba ya Allah... hiks... hiks... hiks... hamba mohon ya Allah... hiks... hiks....


"Cinta' mematung di pintu UGD sambil menangis.


Dari jauh Tama dan Marco, berlari kearah Cinta.


Cinta yang masih panik.sambi menangis,menempelkan tubuhnya di pintu UGD.


" Cinta' Eric dimana. Tama bersamaan Marco bertanya.


"Di dalam. Cinta yang sudah tidak bisa bicara lagi, karena kelelahan menangis.


" Kak Cinta' yang sabar ya. Tama memeluk tubuh kakak iparnya.


Tiba-tiba pintu UGD terbuka.


"Keluarga pasien,yang baru masuk ada tidak?


perawat yang keluar dari ruang UGD bertanya.


" Sebentar ya kak Cinta? Saya Sus. Tama dan Marco menghampiri suster itu.


"Silahkan ikuti saya.

__ADS_1


Tama' pun masuk mengikuti langkah suster, yang bisa Berbahasa Indonesia itu.


Cinta' hanya bisa melihat, kepergian Tama, Marco terdiam melihat kearah Cinta' yang ada disampingnya.


" Cinta' kapan kamu tau kalau Eric' masih sakit.


"Tiga hari yang lalu mas Marco, itu pun, thata' yang memaksakan mas Eric' untuk pergi lagi kesini.


" Eric sudah aku, peringatkan jangan berpikir keras, lagian dia tidak pernah kontrol penyakitnya itu cin.


"Mas Marco' apa kah mas Eric' belum sembuh total mas? tapi kenapa thata tidak pernah melihat mas Eric' menderita sakit.


" Maafkan aku Cinta' sebetulnya Eric itu belum sembuh,mungkin pisik nya kuat dan dia selalu happy, makanya dia bisa bertahan hidup bertahun-tahun lamanya.


"Iya, maafkan Cinta' yang tidak memperhatikan mas Eric' hiks... hiks... hiks...


Tama keluar dari ruang UGD dengan langkah lesu sambil menangis.


" Tama' bagaimana keadaan Eric!


Cinta' yang belum tau lagi keadaan Eric' Langsung pingsan di samping Tama dan Marco.


Dengan cepat Tama menyambar tubuh Cinta.


Langsung membawanya masuk ke ruang UGD.


Dibaringkannya perlahan, tubuh kakak iparnya.


"Kak Cinta? bangun. Kak


" Waduh, kenapa macam gini pula cinta, tam!


"Biarkan kak Cinta istrahat dulu co.


" Iya Eric' bagaimana kondisi, tam!


"Kakak koma lagi co, aku kasihan lihat kak Cinta.


Tama yang masih memegang tubuh cinta yang sudah dibawanya didalam ruang UGD yang lagi berbaring bad pasien.


Lama tama di sana,menunggu cinta bangun dari pingsannya.


Sementara Marco sudah berada diruang ICU melihat Eric yang terbaring, tanpa sadarkan diri.


"Tama' mas Eric' mana? Cinta mulai mengeluarkan butiran bening lagi di matanya.


"Ada kak Cinta, ayo kita melihatnya.kak bisa bangun.


Cinta pun, membangunkan tubuhnya dibantu sama Tama.


Mereka pun,meninggalkan UGD melangkah ke ruang ICU yang tidak jauh dari ruang UGD itu.


Cinta pun masuk langsung kearah Eric yang terbaring di bad pasien itu.


"Papi, bangun pi. Cinta langsung memeluk dan mencium bibir suaminya.


Tidak ada tangisannya lagi, cinta teringat omongan suaminya beberapa jam yang lalu.


Menyuruh cinta' menyudahi tangisannya.


Cinta yang pasrah akan keadaan suaminya.


Dilihatnya wajah pucat Eric, seakan lagi tidur didalam senyumnya.


*****_*****_Bersambung_*****_*****

__ADS_1


πŸ™Terima kasih sahabat baca author 😘😍


πŸ’‹


__ADS_2