Cintanya Cinta

Cintanya Cinta
Papi Eric Koma


__ADS_3

"Ini hari ke enam Eric' terbaring masih belum bangun dari tidur komanya"


Cinta' yang selalu setia menemani suaminya,tanpa air mata,hanya lantunan Alquran, do'a ,zikir, mengiringi tidur panjang Eric.


Setiap pagi Cinta membersihkan tubuh Eric.


"Papi,mommy lap, tubuh papi dulu ya?pakai air hangat,biar gak acem papi sayang.


Cinta' ngomongin Eric' seakan suaminya, menyambung omongannya


dia merawatnya Eric' seperti merawat baby yang baru lahir.


Mulutnya selalu komat kamit, ngoceh ngobrol dan bernyanyi lagu mereka berdua.


***


"Beda lagi dengan Ratna' yang lagi ngobrol sama Herry' Diruang keluarga di rumahnya, Eric dan Cinta"


"Nak, ada kabar gak dari nak Eric.


"Tidak ada ibu, malah HP nya tidak aktif, Terakhir dia nelpon, hanya nitip anak-anak, dia ada urusan mendadak ibu sayang.


" Waktu itu, Kalifa' telpon dia bilang baik-baik saja, tapi aneh suara papi nya, lain tidak seperti biasanya.Ratna menjelaskan kepada Herry.


"Cinta' tidak aktif ibu sayang?Ibu, firasat ry' mengatakan kalau Eric' sakitnya kambuh ibu.


"Ya Allah.. Semoga nak Cinta' kuat menghadapinya, sayang.


" Ry' harus bagaimana ibu, no HP nya Cinta' gak aktif lagi,Oh ya Eka, pasti tau ibu.


Herry panik, karena dia tau jiwa Cinta' yang sangat mencintai Eric.


"Iya coba nak, hubungi nak Eka. Raut wajah Ratna' didalam kekuatiran akan nasib Eric dan Cinta.


Herry menghubungi Eka' secepatnya.


" Assalamualaikum... "Wassalamu'alaikum salam...Mas Herry' ada apa?


"Dek Eka lagi dimana?sibuk gak, bisa gak kita ngobrol sebentar.


"Eka' di rumah sakit mas?Iya, bisa mas silahkan.


" Kamu dapat kabar dari Cinta' tidak? apa dia pernah menghubungi mu.


"Kemarin ada mas?Cuma dia bilang, kalau di Singapura, buat cek up, sakit mas Eric' ,Eka disuruh mengurus di rumah sakit itu aja mas Herry.


" Oh gitu, ya kamu ingat gak alamat mereka di sana.


"Tau sih mas Herry' tapi Cinta berpesan tidak boleh kasih tau siapa-siapa mas.


" Oh gitu ya?ok dek Eka' terima kasih.


Telpon pun terputus oleh kedua belah pihak.


Eka' melihat ponsel nya.


"kasihan banget mas Herry' apa dia takut cinta' tidak pulang lagi, Cinta' aku harus bagaimana cin...


Eka terdiam sambil berpikir. akhirnya diapun menghubungi telpon Tama.


"Assalamualaikum... "Wassalamu'alaikum salam... kak Eka.


"Tama' kamu dimana? Cinta ada gak di sana?


"Di rumah sakit kak, bareng kak Cinta. ini kak Cinta kak Eka.

__ADS_1


Tama memberikan ponsel nya kepada Cinta.


" Iya hello Eka?bagaimana kabarnya di sana, aman.


"Cinta... Eka bingung, barusan mas Herry' telepon Cin... Eka harus bagaimana?..


" Abaikan saja ka' thata lagi fokus ngurus mas Eric' koma Eka?... hiks... hiks... hiks...


Sudah satu minggu Cinta tidak menangis, akhirnya diapun menangis lagi.


"Cinta' kamu yang sabar ya?aku tidak ada di sana, kamu harus kuat,biar bisa ngerawat mas Eric' cin... Aku yakin mas Eric akan bangun, karena dia sayang kamu Cin...


" Iya ka' bantu do'a, ya say?... hiks... hiks.. hiks... Tolong jaga rumah sakit kita, rawatlah seperti milik mu, say.... Sudah dulu ya ka' Terima kasih.


telpon pun diputuskan Cinta.


Eka' terdiam kembali, setelah itu dilihatnya setiap ruangan tempat dia bekerja.


Didinding ruangan, banyak photo mereka bertiga.


Dilihatnya senyum Eric dan Cinta terpancar di sana.


Seakan mereka bertiga tidak bisa terpisahkan.


***


"Setelah dia memutuskan telpon,dia kembali ke bad tidur Eric' dilihat nya,wajah Eric' yang sudah putih itu, karena sudah sepuluh hari Eric' terbaring tidak bergerak, Walaupun bergerak,itu karena Cinta' yang menggerakkan tubuh,suaminya biar tidak kaku, di gerakkannya setiap persendian tubuh Eric"


"Pi,bangun sayang? barusan Eka' telepon pi, dia bilang mas Herry' ingin tau tentang kita pi, hiks... hiks... hiks... bangun dong pi, thata harus bagaimana pi' thata gak bisa sama mas Herry' papi, thata mau papi saja, kalaupun papi pergi thata akan menyusul papi hiks... hiks... hiks...


Cinta' yang masih duduk di samping Eric' sambil menangis, mencium tangan suaminya,ditaruhnya tangan Eric di hidung, akhirnya dia tertidur karena dia cape, banyak menangis hari ini.


"Papi..hiks...hiks...jangan pergi pi,itu bukan thata papi!!!hiks...hiks...thata' disini pi, thata tidak sanggup pi!!! hiks...hiks...Papi hiks...hiks...Jangan piiiiii...tidak !!! Papi!!!


Eric' yang mendengarkan jeritan Suara istrinya, lantang di kupingnya, langsung terbangun,membuka


Menangis sambil menjerit.


"Kak Eric' Alhamdulillah... kakak bangun. Eric ' yang sudah terbangun menyuruh tama diam.


Karena Cinta' masih tertidur disampingnya, masih memanggilnya.


Dibelainya kepala Cinta' yang tertutup hijab itu.


Cinta' yang terbangun langsung memeluk tubuh suaminya.


" Papi, jangan pergi pi? thata gak sanggup.


"Tidak sayang, papi tidak akan pergi meninggalkan Cintaku disini.


Cinta' melihat arah suara suaminya, dia berpikir kalau dia masih bermimpi.


"Papi sudah bangun,pi,tidak pergi kan. Cinta menepuk mukanya.


" Kenapa sayang?Cintaku' bermimpi lagi hem...ayo ceritakan mimpi apa sayangku. Eric membelai wajah cantik istrinya.


"Thata' mimpi, papi pergi bersama wanita itu seperti thata,wajahnya mirip persis sama thata' tapi hanya tersenyum kearah thata, anehnya, wanita itu gak pakai hijab pi?Saat itu perasaan thata takut dia membawa papi ke sisinya.


Thata menjerit karena papi hilang kegelapan.


"Iya sayang, papi juga bermimpi, sama persis dengan Cintaku, awalnya papi asik di sana tenang dan damai namun sepi hanya ada Sindy, yang tidak mau berbicara sama papi., tiba-tiba ada angin datang entah dari mana, begitu juga cahaya putih, tapi anehnya, didalam angin itu ada cintaku menangis memanggil papi, papi lihat sindy, namun kaki papi berjalan kearah Cintaku.


Eh papi, kaget deh ternyata emang benar Cintaku memanggil, pun papi berusaha buka mata.


"Alhamdulillah... akhirnya thata' yang menang ya pi. Cinta pun mendekap tubuh suaminya sudah tidak ada alat medis lagi, karena Tama' sudah yakin, kakaknya sudah tidak dikuatirkan lagi.

__ADS_1


"Kak maafkan Tama' bukan sok tau atau pun menggurui kakak.


Mungkin kakak lebih pintar dari Tama' tapi Tama mohon jangan ceroboh lagi, cek up lah setiap saat jika pengen hidup bersama kak Cinta, jika tidak jangan dengarkan kata-kata Tama, jadi kalaupun kakak pergi kak Cinta akan Tama jadi istri ha-ha-ha...


"Ujung kata-kata mu bikin kakak, pengen koma lagi Tama, ha-ha-ha... enak banget Cintaku tetap milikku,iya kan sayang, cium lagi dong sayang.


Eric tanpa malu sama Tama' langsung menarik tubuh istrinya, dilumatnya bibir mungil istrinya.


Cinta' yang merindukan sentuhan suaminya, membalas lembut, seakan dia tidak mau melepaskan ciumannya.


"Wow... mikir dong, Tama masih dibawah umur jangan mesumnya disini, entar kalau sudah keluar dari sini. Tama memang muka datar langsung pergi meninggalkan mereka.


" Ha-ha-ha... Sayang, papi disini, sudah berapa lama hem....


"Belum lama pi, baru aja sepuh hari. Cinta pergi meninggalkan Eric yang masih bengong, langsung melangkah ke kamar mandi.


"Sayang, kok pergi ke kamar mandi, hi-hi-hi..


" Papi jahat, bikin thata' nyesek sendiri.


Cinta' menjawab dari dalam kamar mandi.


"Sabar sayang, kemungkinan besok papi, sudah boleh pulang, Cintaku.


Eric tertawa didalam hati, karena dia tau istrinya pasti lagi kepengen.


Eric' sudah hapal betul dengan karakter Cinta' jika dia menikmati ciuman suaminya, pasti dia ingin lebih dari itu.


"Papi, thata' tidak apa-apa kok. Cinta' menjawab sambil melangkah kearah suaminya.


"Iyaa, sayangku? sini Cintaku... Eric memeluk tubuh istrinya, seakan dia takut kehilangan Cinta.


***


"Jauh di negeri seberang, Herry' yang gelisah menunggu kabar dari Cinta' bolak balik didalam ruang kerjanya.


Entah apa yang ada kepalanya,suka atau kah duka.


Namun yang pasti hatinya gelisah, akan kekuatirannya kepada Cinta, bukan kepada Eric.


" Cinta' bagaimana keadaan mu sayang, ry' takut cantik kenapa-kenapa sayang.


Kasihan Kalifa dan Akhtar, mereka masih memerlukan mu sayang.


Honey kangen sayang.


Matanya mulai mengabur.


Seakan dia berharap Cinta 'akan kembali kepadanya.


Tanpa membawa Eric' pulang lagi.


Namun segalanya sudah ada yang mengaturnya.


Yang mungkin, menjadi tidak mungkin dan yang tidak mungkin, akan menjadi mungkin.


Disinilah kesalahan Herry' Dia mencintai Cinta hanya segi fisik saja.


Sedangkan Eric' mencintai Cinta' didalam segi apa pun.


Tidak perduli Cinta itu seperti apa, bahkan rela mempertaruhkan hidup dan matinya.


Hanya untuk Cintanya Cinta.


*****_*****_Bersambung_*****_*****

__ADS_1


😍


💋


__ADS_2