Cintanya Cinta

Cintanya Cinta
Cinta & Eric kembali lagi ke Singapura


__ADS_3

"Malam pun berlalu begitu saja, seperti perasaan Herry' pada masa lalunya"


"Hari ini hari minggu, Ratna, Herry dan kalifa' joging pagi"


Disusul Cinta dan Eric' Emang setiap hari minggu mereka melakukan joging bersama di alun-alun kota B, yang tidak jauh dari komplek mereka.


Biasanya, mereka hanya berempat saja, namun kali ini berlima.


"Kalifa' pemimpin dari geng, Ratna, Eric, Cinta kini tambah satu lagi Herry"


Kalifa tidak lupa dengan sepatu rodanya,setelan olahraga yang ****,kaus singlet dan celana pendek, sehingga bodynya kelihatan menarik perhatian siapa saja yang melihatnya.


Dia bolak balik mengiringi para orang tua kesayangannya.


"Alifa' Cantik mommy, jangan laju laju sayang, jangan bikin jantung mommy sakit dong.


" Biarkan saja sayang, papi rasa dia sudah mahir menggunakan sepatu rodanya, lagian itu sepetu termahal yang papi berikan buatnya.


"Kapan kamu membelikan ric' waktu kemarin saat di Turki! ry.


Mereka berempat,jalan beriringan.


Sambil melihat gaya kalifa' menaiki sepatu rodanya.


" Oh, pantesan ry 'baru melihatnya. "Iya, nak? ini ibu juga dapat oleh-oleh sepatu dari kalifa.


" Lo,honey juga ada kan pi, kalifa' yang pilih buat daddy nya.


"Iya, ry, apa kalifa lupa ya?memberikan sepatu kepadamu.


Cinta' melihat wajah Eric' dia meminta keyakinan.


" Iyaa sayang, mungkin, kemarin kan' dia ngambek sama daddy nya.


Eric dengan santainya berbicara sambil melangkah, dengan matanya kearah Kalifa yang lagi kearah mereka.


Herry' melihat wajah Eric' terus beralih kearah Cinta.


"Sayang, sini dulu cantik, mommy mau tanya. Cinta melambaikan tangannya.


"Ada apa mom? kalifa mendekati Cinta.


Cinta' setengah berbisik kepada kalifa' menanyakan oleh-oleh buat daddy nya.


"Hi-hi-hi... Alifa diumpetin, mom' sepatunya? abis daddy sihh gak pulang-pulang waktu itu, jadi alifa ngambek. hi-hi-hi... Maaf ya dad. kalifa menyambar pipi Herry' setelah itu, langsung pergi melajukan sepatu rodanya.


" Hay sayang, hati-hati nak. Herry melihatkan wajak kekuatirannya.


Eric' didalam diam hatinya lirih berkata,sambil melihat ekor mata Harry' yang sering mencuci padang kepada Cinta.


Bukan dia cemburu, namun dia sedih, karena dia sudah merampas milik Herry.


"Ya Allah... maaf kan aku ,Herry ' sudah membuat kamu menderita, selama ini.


Kamu sabar ya ry' Cintaku akan aku kembali kan lagi padamu.


Kamu tenang saja, janji ku padamu akan aku penuhi"


"Tidak ada yang tau, jika Eric' masih sakit, termasuk Cinta.


Dia pintar menyembunyikan sakitnya.


Dengan berbagai alasan dia bisa menyakinkan Cinta.


Malah dia bersyukur, jika Allah, masih memberikan dia umur sampai hari ini.


Namun dia tidak bisa berjanji, jika sebentar lagi dia akan pergi meninggalkan dunianya.


Eric' sebenarnya tidak bisa berpikir keras, jika dia berpikir sakit akan kambuh.


Namun akhir akhir ini, otak nya selalu memikirkan hal-hal yang tidak bisa dibagi pada istri tercintanya.


"Papi, kenapa?Cinta' yang lagi duduk di samping suaminya.

__ADS_1


Panik seketika melihat wajah Eric' yang pucat ada air mata disudut matanya, tapi anehnya tidak ada suaranya.


"Tidak sayang, papi gak papa, cuma debu saja cintaku. Eric' menampakkan senyum terindahnya buat Cintanya. Maafkan papi, sayang ku.


Eric' berusaha menenangkan, kepala nya, yang terasa sakit.


Setelah tenang Eric pun, memeluk bahu cinta.


" Pulang yo, sayang?matahari sudah panas cintaku.


" Iya papi, ayo. Cinta pun melangkah beriringan bersama suaminya.


Cinta permisi dulu kepada Ratna dan Herry.


Karena mereka masih menunggu Kalifa yang masih bermain.


Dengan langkah pasti, Eric' menggandeng tangan Cinta.


Meninggalkan taman alun-alun komplek mereka.


Sambil berjalan, layak pasangan ABG.


"Sayang? jika satu saat nanti, papi pergi, Papi berharap Cintaku, baikan lagi sama Herry.


" Papi ngomong apa sihh!!! Tidak ada yang pergi pi? papi kan sudah janji sama thata' kita akan tua bersama, bila perlu kita mati bersama papi sayang.


Cinta mendekap tubuh Eric sambil melangkah arah rumah mereka.


Sesampainya di rumah Eric' masih duduk di taman samping rumah,di taman yang indah,taman buatan untuk Kalifa.


Cinta langsung masuk kedalam rumah.


Sementara Eric masih melihat pekarangan antara dua buah rumah Herry dan rumah dia.


Dia mengenang saat dia berbagi cerita dengan cinta,disaat dia bermain dengan anak-anaknya.


Dia merasa bersyukur, masih bisa ada ditempat ini.


"Papi, ngapain disana, ayo masuk, kita sarapan dulu pi.


" Iyaa sayang, sebentar ya cintaku. Eric yang lagi berusaha berdiri dari duduknya.


Perlahan dia berjalan kearah rumahnya.


Berusaha bergaya santai,didepan Cinta, Eric masuk kedalam ruangan meja makannya.


"Sayang, masa apa cintaku... hem... Eric pura-pura tidak sakit, memeluk tubuh istrinya dari belakang.


" Papi sayang, lagi sedih ya, ayo ceritakan, sama thata. Cinta tau jika Eric bersikap manja seperti ini, pasti lagi bersedih, bahasa tubuhnya tidak bisa mengelabui cinta.


Eric yang lagi reflek, langsung bingung mau bilang apa ke istrinya.


Cinta membalikkan tubuhnya. melihat wajah suaminya masih sama pucat, seakan menahan rasa sakit.


"Tidak sayang, papi cuma kecapean kok, ayo kita sarapan dulu.


Cinta berusaha memahami, bahasa tubuh Eric.


"Ayo papi sayang. Cinta memasukan nasi goreng buatannya ke piring Eric.


Setelah itu dia berusaha, tidak menampakkan sikap curiganya, dia mulai menyuapi makanan ke mulut suaminya.


" Biar papi saja sayang, papi masih sanggup mengangkat sendok ke mulut papi hi-hi-hi...


"Biar thata aja pi, biar romantis. Namun Cinta tidak bisa berbohong ,pada dirinya maupun Eric.


Butiran bening pun mulai jatuh kepipi beningnya, tanpa suara.


" Cintaku' kok menangis sayang, beneran sayang?papi tidak apa-apa! Cinta' terus menyuapi suaminya.


"Papi, tolong dengan kata-kata thata, besok kita harus pergi, ke Singapura ya, tidak pakai bantahan ok.


Eric' yang tau jiwa istrinya, hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


" Baiklah sayangku.


Eric' pun memeluk tubuh Cinta dengan erat.


Akhtar yang baru turun dari tingkat atas langsung melihat kearah papi dan mommy nya.


"Ciee... cie yang lagi romantis, ikutkan dong. Akhtar langsung memeluk kedua orang tuanya.


"Lah kok, papi nangis, mommy juga ada apa pi, bilang dong sama dedek.


Akhtar' anak yang pendiam seperti Eric' jarang ngomong, namun dia selalu benar didalam mengambil sikap.


Meskipun dia masih di kelas lima.


" Tidak sayang, papi hanya terharu, dengan sikap mommy mu, sonsuit banget, pakai suapi papi. Eric melihat wajah Cinta, agar bisa, membenarkan omongan nya.


"Iya sayang, papi bener boy, papi tadi terharu hi-hi-hi...


" Ooh,... wajar dong pi, mommy harus, melayani suaminya, biar tambah sayang, iya kan mom. Akhtar mencium pipi kedua orang tuanya.


"Iya sayang, bener banget, anak mommy sudah gede dan pintar lagi seperti kakak kalifa.


" Iya dong mommy, siapa dulu bokap nya Ha-ha-ha...


"Wow anak papi, pintar kaya papi Eric, ya gak Cintaku.


" Iyaa lah halal gak pakai campur hi-hi-hi...


"Sayang ngomong apa sih, entar akhtar dengar lo, cintaku.


" Gak dengan pi. Akhtar' itu dia lagi melihat piaraan nya pi.


"sayang, Elsan dimana boy.


"Masih bobok mom,dikamar.


Akhtar' yang lagi melangkah,kearah pekarangan kebelakang,ingat memberi makan ikan-ikan piaraannya.


Tugas yang diberikan Eric' memberi makan ikan-ikan Nirwana nya.


***


" Cinta' yang sibuk menyiapkan pakaian dia dan suaminya,kedalam bek koper, dan barang-barang keperluan yang lain juga sudah siap,


hanya tinggal berangkat dua jam lagi penerbangannya ke Singapura"


"Assalamu'alaikum... ry, Eric' menelpon Herry.


"Waalaikum salam... ric' ya ada pa ric.


"Ry' saya titip Anak-anak ya?soalnya bentar lagi saya bareng Cinta berangkat ke Singapura, ada urusan mendadak.


" Ok ric' kalian hati-hati ya dijalan.


Telpon terputus dari dua belah pihak.


"Sudah siap pi, ayo kita berangkat sekarang takut kelamaan dijalan. Cinta takut anak-anaknya pada tau.


"Ayo sayang, travel nya sudah ada didepan. Eric' langsung menyeret kopernya dengan tangan kanan, sementara tangan kiri membimbing tangan istrinya.


Mereka sengaja hanya pakai travel.


Pasangan itupun melangkah kearah pekarangan, yang sudah ada mobil travel menunggu.


Eric' selalu bersikap romantis jika jalan beriringan sama istrinya.


Kini mereka dengan cepat masuk kedalam mobil.


Akhirnya mobil pun meninggalkan, rumah mereka.


Tidak ada yang tau, kepergian mereka kemana, selain Ratna dan Herry.


Itupun tidak tau persis, mereka pergi ke Singapura mau ngapain.

__ADS_1


*****_*****_Bersambung_*****_*****


🙏🥰😎


__ADS_2