Cintanya Cinta

Cintanya Cinta
Eric terbangun dari koma nya


__ADS_3

"Cinta bukan satu kesalahan, namun cinta hanya satu harapan,Persinggahan untuk manusia bisa menerima kekurangan dan kelebihan Cinta-Nya"


Seperti Cinta,hanya satu nama, namun begitu banyak makna yang tersimpan di sana.


Kita harus bisa untuk,menerima dan menolak kehadiran Cinta.


Namun bisa kah, kita menolak jika hati,sudah berbicara soal Cinta.


"Sayang, hari ini papi sudah dibolehkan pulangkan Cintaku. Eric yang lagi duduk di bad tidur pasien.


"Tidak tau pi?Papi harus janji ya, kalau sudah pulang,tidak boleh bohong lagi, sama thata' harus menjalankan pengobatan selanjutnya.Cinta yang sibuk memijit kaki Eric.


"Iya sayang,jika buat itu, papi janji Cintaku... namun maafkan papi ya sayang. Eric' melihat wajah Cinta' hati sedih.


"Separah ini kah, Cintamu untuk ku ' sayang, sehingga aku pergi pun' tidak kamu perbolehkan.


Jujur aku merasakan rasa bersalah ku' kepada Herry.


Namun aku juga tidak bisa kehilangan mu Cintaku.


"Papi sayang ?kenapa melamun. Cinta melangkah kearah Eric' dipeluknya suaminya.


"Tidak pa pa sayangku, papi berpikir, kenapa Allah, baik pada papi, apa mungkin karena papi selalu bersyukur akan nikmat yang telah berikan buat papi sayang, terima kasih Cintaku.


Dicium nya pipi Cinta' dipererat nya pelukan Cinta.


" Pi,bisa gak kita, bertempat tinggal disini saja, biar jauh dari mas Herry' jujur thata' bosan menghadapi mas Herry' yang tidak pernah dewasa buat dirinya. Anak-anak kita bawa saja kesini,papi sayang.


Seakan Cinta tau perasaan suaminya.


"Papi mau saja sayang, jujur papi pun, sudah lelah berdampingan sama Herry' tapi papi,tidak bisa berbuat apa-apa,ini salah papi, sudah masuk kedalam hidup kalian dulu, apa lagi papi, sedih melihat Kalifa' Cintaku.


" Papi, jangan menyalahkan diri papi, semua ini sudah jalan jodoh nya thata' pi, lagian salah kah thata hidup bersama, Eric' yang thata cintai pi.


"Sayang,maafkan papi Cintaku. Didekapnya wajah Cinta' ke wajahnya.


"Terima kasih sayangku,telah memilih Eric' yang hina ini, sudahlah semua sudah terjadi, tinggal kita yang menjalaninya sayang.


"Jalan yang terbaik, kita menghindarinya papi sayang.


" Ternyata Cintaku, semakin dewasa aja sayang, muach hhh... Dikecupnya pucuk kepala istrinya.


Setelah pasangan itu puas berbincang, tidak lama kemudian, datanglah dokter dan suster,memeriksa keadaan Eric', dia diperbolehkan pulang, namun dia harus rawat jalan.


Setelah dokter itu selesai ngecek Eric, mereka pun keluar dari ruangan.


"Alhamdulillah.. kita boleh pulang pi. Cinta' dengan wajah cerianya.


" Iya sayangku, sebentar ya Cintaku' papi telpon Tama dulu. Eric pun' nelpon Tama.


Setelah Eric menghubungi Tama, mereka pun beres-beres siap buat pulang.


Tidak lama kemudian Tama datang bersama Marco, yang baru saja, abis dijemput Tama' di bandara.

__ADS_1


"Hello ric' bagaimana, pulang sekarang kah.


" Iya co, bosan lama-lama disini. Eric, turun dari bad tidur pasien.


"Kalau bosan jangan piara itu penyakit ric' kamu pikir aku tak bosan apa, bolak balik ngurusin kamu.


" Emang, kapan kamu kesini co. Eric melihat wajah Tama pindah ke arah Marco.


"Minggu lalu, waktu kamu sekarat ric' tak tega aku lihat wajah Cintamu, menangis terus, rasa mau pecah kepala ku, ric' makanya aku pulang dulu ke medan.


"Terima kasih, Marco' kamu selalu siap ada untuk aku dan keluargaku. Eric memeluk tubuh saudara angkatnya itu.


" Kau pikir aku bukan saudara mu hem... ngaco sekali omongan mu ini ,ric.


"Sudah-sudah? nanti lagi kita berdebat setelah sampai di rumah mas Marco. Cinta yang sudah berada didepan pintu keluar ruang inap Eric.


"Iya, Cinta' lupa aku kita masih disini Ha-ha-ha... Ayolah kita keluar ruang penyembuhan mu ric Ha-ha-ha...


Mereka pun, meninggal ruang inap Eric' melangkah kearah jalan parkiran mobil mereka.


Setelah masuk mobil mereka pun melucur kearah jalan besar, meninggalkan rumah sakit.


***


"Beda lagi dengan keadaan,yang ada di Indonesia" Herry' yang disibukkan dengan anak-anaknya.


Kalifa' yang bawel, kini sudah tidak lagi separah dulu, karena Herry' selalu ada buatnya.


Walaupun terkadang dia menggerutu didalam hatinya ,karena Herry suka terlambat menjemputnya.


Dia berusaha buat menghubungi, namun telpon papi, mommy nya tidak pernah aktif, dia berusaha memahami keadaan papi nya.


Karena Eka yang telah memberikan penjelasan kepada kalifa' tanpa pengetahuan daddy nya.


"Sayang, tumben baby girl daddy adem. Herry' yang bingung melihat anak remajanya, diam tanpa suara didalam mobil.


" Gak papa daddy. Kalifa' melihat kearah luar mobil.


"Sayang, daddy kangen mommy ya? ... Herry' melihat wajah Kalifa yang duduk di sampingnya.


"Kangen mommy juga dad, tapi alifa' banget kangen papi, dia selalu tau apa yang alifa inginkan.


Kalifa' sengaja ngomong seperti itu, dia mau lihat reaksi daddy nya. karena dia sudah tau, kalau daddy, tidak pernah mau melepaskan mommy nya.


"Iya sayang, memang papi mu orang baik, selalu ada buat baby girl, daddy. Herry' kecewa karena anaknya memuji Eric.


" Dad? apa daddy kangen mommy, Kalifa' sengaja memancing omongan daddy nya. dia ingin membenarkan omongan Eka.


"Iya sayang, kangen banget, daddy berharap mommy mu pulang kembali kepada kita lagi, seperti dulu.Herry' seakan tanpa sadar lagi berbicara dengan siapa.


" Dad, apa pantas daddy, masih merindukan mommy, disaat mommy, sudah bahagia bersama papi, daddy lupa kah kalau mommy ,bukan istri daddy lagi .


Herry' terdiam sambil melirik kearah kalifa' seakan dia malu sendiri, karena baby girl nya, yang memberikan Kata-kata pedas buat dia.

__ADS_1


"Daddy, alifa sudah besar dad?sudah tau, seperti apa perasaan daddy dan juga mommy.


Berhentilah berharap dad?


kasihan diri daddy, sampai kapan mempertaruhkan perasaan daddy sendiri.


Mommy juga berhak bahagia, bersama papi, mereka saling mencintai dad.


Alifa melihat dan tau perasaan papi, yang selalu mengalah dengan tingkah laku daddy kepada mommy.


"Maafkan daddy, sayang. Herry' melihat kearah pak muzi, yang sedari tadi diam.


Mobil terus melaju, tidak terasa mereka pun tiba di pekarangan rumah mereka.


Kalifa' keluar dari mobil langsung melangkah kearah rumah papinya.


Herry yang melihat hanya diam, sambil melangkah masuk kearah rumahnya.


"Assalamu'alaikum... dedek Akhtar' kamu dimana dedek sayang.


"Waalaikum salam... kak alifa akhtar dibelakang kak.


Kalifa' melangkah kearah akhtar yang lagi memberi makan ikan nya.


"Dedek sudah makan siang, tadi aunty kah yang antar dedek pulang.


"Sudah tadi bareng aunty maem nya? Iya kak,dari pada nunggu daddy, bikin pegel kaki He-he-he...


" Iya sudah, kakak ke kamar dulu, jika perlu apa-apa bilang kakak ya.


Akhtar hanya menganggukkan kepalanya. Kalifa pun' berlalu kearah rumah daddy nya.


Sesampainya di rumah dia langsung kearah anak tangga dan masuk ke kamarnya.


Herry' yang melihat, hanya bisa menarik napas beratnya.


"Ada apa lagi sama Kalifa' nak. Ratna melihat kearah Herry' yang lagi duduk di sofa ruang keluarga.


"Kalifa' tau ibu sayang, kalau ry' masih mencintai mommy nya. Ternyata kalifa' dewasa seperti mommy nya, dibalik kepolosan nya tersimpan sifat dewasanya ibu.


Ry' malu ibu, sama Kalifa.


"Sayang, berapa kali, ibu harus bilang kepada mu nak? Kalifa bukan kalifa sepuluh tahun yang lalu , hanya diam, jika kita membohongi nya.


Sekarang usianya hampir lima belas tahun.


" Iya ibu sayang. Herry balik terdiam , bersandar di sofa,Sambil memejamkan matanya.


Ratna yang melihat Herry yang seperti itu langsung berlalu ke kamar Kalifa.


*****_*****_Bersambung_*****_*****


🙏😍😘

__ADS_1


💋🤗


__ADS_2