
"Maaf, sayang,papi telat,sudah lama menunggu, cantik..."
Eric' menjemput akhtar dulu, baru menjemput kalifa.
"Gak kop pi. Kalifa langsung masuk kedalam mobil yang sudah ada akhtar.
"Kak alifa? bagaimana belajarnya hari ini. akhtar menyatakan pada kalifa.
"Lumayan dedek sayang. Kalifa memasang muka datar.
" Oh, emangnya gak enak ya kak, Sekolah nya, akhtar sambil memainkan mainannya
"Emangnya, makanan gak enak dedek!
" He-he-he... abis muka kakak acem, gak cantik hari ini. Akhtar' dengan gaya polosnya, seperti cinta.
Beda dengan kalifa' bawaannya serius melulu, seperti Herry.
Eric' hanya menyimak pembicaraan anak-anaknya.
Sambil melajukan mobilnya.
"Kesayangan papi, mau langsung pulang, apa kita temui mommy dulu, hem... " Pulang aja pi, soalnya alifa banyak PR nya. "Ya sudah entar, papi bantuin ya sayang.
Eric' pun melajukan, mobilnya kearah pulang kerumah. Dua puluh menit pun, mereka tiba di pekarangan rumah megah itu.
Kalifa' sebelum turun, dia mencium pipi papinya dulu.
Setelah itu dia turun dari mobil, langsung masuk kedalam rumah.
Eric' memarkirkan, mobilnya dipekarangan rumahnya.
Akhtar' langsung masuk kedalam rumahnya.
Eric' langsung pergi kearah rumah herry.
"Assalamu'alaikum... ibu sayang. " Wa'alaikum salam... Nak eric. Eric langsung mencium punggung tangan ratna, yang masih duduk diruang keluarga.
"Kalifa' mana ibu. " Langsung naik keatas, sepertinya dia masih ngambek. "Itulah ibu, tadi saya lihat, mukanya,masih cemberut, ayo ibu kita ngobrol sama dia. " Ayo, nak eric.
Ratna dan Eric pun' melangkah kearah tangga, langsung menuju ke kamar kalifa.
Crekkk
"Sayang,cantik lagi ngapain. Eric dan Ratna langsung masuk.karena melihat kalifa menangis diatas tempat tidur.
"Cucu, grandma,cantik, ada apa sayang, ayo ceritakan pada grandma dan papi. "Iya sayang. Eric membelai kepala anak tiri nya.
" Alifa' benci sama daddy, grandma, papi.Ratna dengan cepat memeluk cucunya.
"Iya sayang, nanti grandma, marahin daddy ya sayang.
"Iya biar grandma yang marah sayang, sekarang, ayo kita ngerjain PR nya, kan papi sudah janji cantik.
__ADS_1
"Iya papi, alifa kesal,grandma? masa semua papi sih,yang selalu siap ada,sementara daddy hanya mengurus mimi emy, anaknya ditelantarkan.
"Gak gitu sayang,daddy emang benar-benar sibuk, tadi aja gak sempat buat sarapan.Ratna membela herry, karena ratna tidak mau cucunya membenci herry. "Iya sayang, nanti biar papi bilangin ke mommy ya biar daddy, dimarahin sama mommy.
Kalifa pun' langsung memeluk pipinya, sudah
"iya sudah,Sekarang cantik papi ganti dulu pakaiannya, setelah itu makan Siang, nanti malam kita kerjakan PR nya ok. " Siap papi. kalifa langsung tersenyum melihat ratna dan eric.
Ratna pun, membantu kalifa keruang pakaian.
"Eric langsung beranjak keluar kamar kalifa, melangkah, menuju keruang bawah dan meningkatkan rumah Herry, langsung menju ke mobilnya.
Karena jam sudah menunjukkan, jam pulang cinta.
***
" Mas eric' kok lama ya. Cinta membereskan meja kerjanya.
"Mungkin sebentar lagi cin.Eka juga sudah siap-siap ingin pulang.
"Say, jika mau pulang, silahkan dulu saja say. " Iya cin, aku duluan ya, soalnya aku mau jengung elsan' dulu di rumah mami. "Iya sayang, Hati-hati. Eka pun meninggalkan ruang kerja mereka.
Setelah Eka pergi, Eric pun' tiba.
" Sayang, sudah siap. Eric melangkah kearah cinta, langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Papi kenapa, kok sedih. karena cinta tau kalau eric'lagi sedih, pasti memeluk pinggang cinta.
" Iya sayang, papi sedih, melihat kalifa' kehilangan daddy nya.
" Iya sayang, papi sudah berusaha selalu ada buat kalifa' ya namanya juga anak boleh dong, meminta lengkap kasih sayang dari orang tua kandung nya cintaku?... tadi saja papi, janjikan dia ,agar sayang, yang akan memarahi daddy nya.
"Kenapa papi bilang seperti itu pi.
"Abis kalifa pulang sekolah gak mau makan malah menangis dikamarnya. Cinta melihat wajah eric.
"Papi kan tau, kalau, thata sudah males, ngomong sama mas Herry, pi? dia itu ngomong nya ngelantur, ke mana-mana papi.
" Iya sayang, papi mengerti akan posisi cintaku, ya sudah ayo kita pulang, nanti biar papi yang akan tegur Herry.
"Ok papi sayang, muach...Cinta mengecup bibir suaminya. Eric membalas lembut.
Lama pasangan itu saling *******, akhirnya eric melepaskan perlahan.
"Sudah sayang, jangan memancing papi dong. eric membisikkan dikuping cinta.
"Disini saja yo pi. " Iyaa sayang. eric sudah mulai terangsang, dengan mainan bibir cinta.
"Cinta pun langsung mengecup lagi bibir suaminya.Eric membalas sambil,memapah tubuh cinta' yang tangan cinta masih dileher nya.sehingga kaki cinta melingkar ke pinggang eric.
"Dengan cepat eric membawa istrinya, keruang pribadinya,didalan ruang ada kamar mewah yang seperti kamar hotel itu.
"Kamarnya tidak kelihatan dari ruangan, manapun karena pintu kamar itu,berada dibalik lukisan eric.
__ADS_1
Cinta merasa heran, sebab dia tidak tau didalam ruang pribadi nya ada ruang lagi.
Cinta tak pedulikan itu, malah dia langsung membuka kancing kemeja eric.
" Sayang,papi main dulu ya. eric permisi sama istrinya. Cinta tanpa suara,langsung bertindak, karena dia paham, keinginan eric.
Lama mereka main-main disekitar daerah sensitif masing-masing, saling berkerja tanpa lengah sedikitpun.
"Eric' emang pria idaman cinta,yang selalu membuat cinta puas dan ingin lagi dan lagi.
Begitu juga eric' yang bisa mengimbangi permainan cinta.
"Sehingga cinta, sering dapat banyak dibanding eric.
Karena eric, sekali main dia pasti puas.
walaupun dia sudah finis sekali,Jika cinta masih ingin eric' siap siap siaga.
Seperti itulah eric dan cinta, mereka saling melengkapi mau di ranjang atau pun didalam sehari-hari.
"Sayang, lagi apa sudah hem...Cinta tanpa suara, langsung, mengerti apa yang eric mau, mereka pun berpacu, sehingga mereka menjerit nikmat dengan puas.
Akhirnya, cinta terkulai lemas, diatas tubuh eric.
"Sayang,terima kasih cintaku, selalu memahami keinginan papi. "Iya papi, thata juga, terimakasih papi pintar, membuat cinta melambung berkali-kali.
" Harus dong sayang, apapun yang cintaku mau akan papi lakukan.
"Oh ya, pi?Sejak kapan papi bikin kamar ini. cinta melihat seisi ruangan. " Sejak awal sayang, jika sakit papi kumat, kamar inilah menjadi saksi sakit papi.Eric sambil membelai rambut istrinya, yang sudah berantakan. "Kenapa papi gak bilang sama thata.
"Jika bilang, nanti sayang...gak mau pulang.
" Tapi kok, bisa bersih seperti ini, ya pi. kamarnya.
"Emang sudah papi, desain apik, Debu pun sulit buat masuk, makanya ful AC sayang?biar gak pengap. " Iya pi, enak banget disini.
"Coba sayang, masuk ke kamar mandinya. Cinta pun beranjak ke kamar mandi, masih dengan keadaan polos. Eric yang melihat tubuh istrinya, langsung menggoda cinta lagi,
Akhirnya mereka pun melakukan lagi, dengan nuansa yang berbeda lagi.
Sehingga cinta' dapat lagi kesenangan yang berbeda lagi,yang terdengar hanya suara erangan mereka saja.
"Akhirnya berakhir dengan nikmat yang tiada ketara.
Mereka berdua pun mandi dibawah air shower hangat.
Selesai mereka membersihkan diri.mereka pun keluar dari kamar mandi.
"Eric membuka lemari pakaian,masih banyak pakaian, yang sudah lama tidak pernah eric pakai.
namun masih bersih dan harum.
Cinta pun mengunakan pakai eric yang ngepas body. Namun longgar di cinta.
__ADS_1
Setelah rapi, Cinta dan eric' keluar dari kamar, langsung melangkah keluar dari rumah sakit, menuju parkir mobilnya.
*****_*****Bersambung*****_*****