Cintanya Cinta

Cintanya Cinta
Kalifa menghajar muka Danny


__ADS_3

"Sesampainya Eric' bersama keluarga kecilnya..."


Di Villa Bosphorus Konak, yang mereka tempati diperkotaan Turki.


"Kalifa langsung masuk ke kamarnya, begitu juga akhtar.


Eric dan Cinta,masih menikmati nuansa di villa, di sore hari,yang begitu indah dimata, pasangan itu.


"Papi, thata suka tempat ini, terima kasih pi, muach... Cinta' yang lagi bersandar di dada Eric' membalikkan tubuhnya menatap wajah tampan suaminya, dikecupnya bibir suaminya.dibalas Eric' dengan lembut, mereka saling *******, selayaknya pasangan baru,yang lagi honeymoon.


"Iya Cintaku' Nanti kalau kita panjang umur, kita kesini, lagi ya sayang. " Aamiin.... Cinta memeluk erat,tubuh suaminya.


"Sekarang ayo, kita mandi dan shalat maghrib sayang. "Iya papi sayang...ayo pi.


Mereka pun beranjak, melangkah sambil berpegangan, kearah kamar mereka.


***


"Ratna' yang lagi gusar, memikirkan herry' dari siang masuk ke kamar, kalifa' belum ada keluar dari kamarnya yang dulu.


Dia pun' melangkah menemui anak asuhnya.


Langsung masuk,karena kamar tidak terkunci, menghampiri anaknya.


"Nak, bangun sayang?kamu belum lagi makan dari siang... " Ratna' kuatir akan anak asuhnya.


"Ibu sayang?sekarang jam berapa? Herry' yang terbangun,membenarkan posisi tidurnya.


"Sekarang, Jam sepuluh malam sayang, ibu kuatir, karena dari siang kamu masuk kamar nak? kamu meninggalkan, makan siang dan malam mu sayang.


"Iya ibu, maafkan ry' tidurnya kelamaan, lupa akan tugas ry. Herry bangun duduk dipinggir tempat tidur.sambil mengusap mukanya.


"Sudah bangunlah dulu,setelah mandi, makan malam jangan lupa , nanti kamu sakit sayang,telah itu barulah kamu, tidur kembali lagi nak.


"Iya ibu sayang. Herry pun' beranjak dari tempat tidurnya, langsung ke kamar mandi.


Ratna melihat anaknya ke kamar mandi,dia langsung melangkah keluar kamar.


Menuruni anak tangga,langsung masuk kedalam kamarnya, ratna' menangis tanpa suara,kesedihannya melihat anak asuhnya, hilang segala semangat hidup.


Seperti, keadaannya kembali diwaktu Herry' ditinggalkan orang tuanya, meninggal dunia.


"Herry' yang masih didalam kamar mandi, melihat wajahnya di cermin.


Hatinya lirih berkata.


" Ya ampun?... kenapa aku' seperti ini, bertapa bodohnya aku,mengabaikan segalanya, bahkan diriku pun' tidak terurus,maaf daddy, sayang.


Herry' membayangkan wajah baby girl Kalifa.


"Lama dia melihat wajahnya, setelah puas dia pun' mandi.


Setelah dia mandi ,Herry pun' berwudhu, dan dia langsung menuju ruang ganti pakaian.dia pun mengerjakan, tugas kewajibannya, yang sudah lama ditinggalkannya.


***


"Berbeda lagi dengan Kalifa' dan Akhtar, menikmati wisata malam harinya..."


Dengan bahagia keluarga kecil itu,menikmati pesona malam hari di Turki.


"Eric' merasa puas,karena dia bisa membuat wanita yang dicintainya, bahagia.


Apa lagi, bersama anak-anaknya.


Sesekali Cinta' bergumam kagum akan keindahan negara Turki.


"Apa lagi kalifa seakan engan untuk pulang.


Hari ini, mereka sudah berada di Bandar Udara Internasional Istanbul Ataturk.

__ADS_1


Kalifa bersama adiknya akhtar' merasakan kebahagiaannya yang terhingga, terlihat dari raut wajah mereka.


Cinta' bersama Eric' selalu mengambil mumet kebahagiaan mereka.


Merekam vidio dan memotret setiap tempat tempat yang mereka singgahi.


Yang pasti ada wajah-wajah buah hati pasangan Cinta dan dirinya.


"Tidak terasa dua minggu berakhir dengan cepat.


Kini keluarga kecil itu sudah berada kembali di tanah air.


Kebahagiaan tercipta kembali didalam rumah megah itu.


" Kini Eric' disibukkan mengurus kalifa' mencarikan sekolah yang terbaik buat anak gadis remajanya.


Kalifa' merasa bangga memiliki dua laki-laki yang menyayanginya.


Daddy herry' dan Papi Eric' siap ada buatnya.


"Herry' sekarang sudah kembali normal, menjalani kehidupannya tanpa Emy.


Dia memilih menduda, agar kalifa bahagia.


Hari-harinya disibukkan mengurus, putrinya yang sudah menginjak remaja itu.


"Dengan kebahagiaan tersendiri,herry menikmati kehidupannya, tanpa istri.


Kalifa' yang selama bertahun-tahun lalu, kehilangan herry,kini mendapatkan kembali sosok herry' daddy yang dia sayangi,kini kebahagiaannya terpapar diraut wajah kalifa.


Yang kalifa' inginkan cukup satu wanita mommy nya, yaitu Cinta dan dua pria daddy Herry dan papi Eric.


"Setiap hari yang dia lalui,kebahagiaan di masa remajanya.


Kalifa' dengan bangga memamerkan,dua pria yang selalu ada buatnya.


Sehingga dia menjadi pusat perhatian teman-teman disekolah nya.


Hari ini,selepas keluar dari jam pelajaran disekolah.


"Kalifa' yang masih berdiri didepan gerbang sekolahan nya,menunggu jemputan,bersama teman-teman cewek yang lainnya.


Datang danny teman sekelasnya yang suka, menjahili kalifa' dari awal, mereka masuk sekolah.


"Hey, cantikku, hari kamu pulang, bareng aku aja ya, gantian dong?masa sama om-om saja, kamu maunya.


Sekali-kali bareng aku dong, biar aku bisa membelai wajah cantik mu.


" Eh, enak banget, loe pikir alifa cewek mudahan mu hem!!!... Kalifa memasang muka geramnya.


"Ha-ha-ha.. Cantik-cantik tapi judes!!! Ha-ha-ha...


Danny tertawa, bareng dua temannya.


Kalifa' emosi, langsung mau menampar muka, Danny.


Eric' yang lagi keluar dari mobil, langsung berlari,menangkap tangan mungil anak gadisnya.


"Jangan sayang....Papi tidak pernah mengajarkan anak papi seperti ini.


Eric' langsung memeluk tubuh kalifa. "Abis dia bilang alifa cewek murahan papi.


Eric' mengelus Kepala kalifa' setelah itu melihat kearah danny,berbicara lembut,sambil tersenyum.


" Hey boy? namamu sapa nak?kamu tau gak om ini, siapanya kalifa hem!!!


"Taulah.danny dengan gaya sok tau dan berlagak jagoan.


Om kan,Om-om yang suka mencari, gadis buat simpanan om,iyakan!!! Kalifa korban mu.

__ADS_1


Kalifa yang mendengar langsung, menghajar muka danny' hingga tubuhnya jatuh ketanah,dihadapan Eric.


" Ini rasakan !!!


Aouuu...!!!


Sakit!!!


Danny menjerit kaget.


Plakkk...


Tubuhnya ambruk ketanah.


"Jika gak tau, jangan banyak omong kamu keparat!!! Itu bokap Alifa.


Brengsekkk...loe !!!


Brukkk...


Kalifa' dengan aksinya, menghajar muka Danny' sehingga hidungnya berdarah.


Teman-teman cewek kalifa' langsung bersorak serempak, melihat aksi kalifa, seperti cewek jagoan.


" Sayang, jangan nak! Eric menjerit kaget.


"Sorry...pi,alifa' kebablasan...he-he-he...


" Waduh sayang? anak cewek papi, jangan seperti itu cantik papi!!!.


Danny yang mendengar,kata-kata,eric' langsung bangun minta maaf.


"Ma-maaf om?maafkan Danny' salah, ternyata om, orang tuanya kalifa.


Danny dengan cepat, memegang tangan Eric' meminta maaf .


" Iya sudah? lain kali jangan kamu ulangi lagi iya,nak? danny' itu lihat mukamu memar ,hidung mu berdarah nak? makanya jangan macam-macam sama kalifa' he-he-he...


"I-iya om, maafkan Danny. Danny' bersama teman-temannya pun,permisi ,meninggalkan kalifa bersama teman-temannya,juga Eric.


"Setelah itu, teman-teman Kalian permisi meninggalkan Kalifa' yang masih berdiri berdampingan papinya.


Kini Eric dan Kalifa' pun meninggalkan gerbang sekolahan kalifa.


Didalam mobil Eric' memberikan masukan buat anak gadisnya.


" Sayang?papi bukan melarang alifa, membela diri seperti itu sayang, main hajar anak orang, malu dong masa anak papi kaya preman ha-ha-ha...


"Pi, orang seperti itu,harus diberi pelajaran papi? abis dia suka menggangu alifa' didalam kelas juga, tadi itu mulutnya sudah keterlaluan, masa papi, alifa' dibilangin om-om .


Kalifa memasang muka datar. dihatinya ngakak kerena membayangkan muka Danny jadi lebam bekas dihajarnya.


"Iya sayang, papi tau,alifa?...papi mengajarkan anak papi, ilmu bela diri,bukan buat asal main hajar ha-ha-ha.. Tapi papi, suka caramu bertindak sayang?


Anak papi hebat, tidak sia-sia papi kasi ilmu bela dirinya.


" Nah, kan alifa benar pi he-he-he... Kalifa merasa bangga kalau dia bisa membela papi nya.


Eric' pun, melajukan mobilnya.


"Langsung nenuju kearah jalan,rumah sakit My Love for love.


Sebelum Eric' menuju rumah sakit, dia menjemput akhtar' dulu di sekolahan nya.


Setiap hari, Eric' selalu siap siaga buat anak-anaknya.


*****_*****_Bersambung_*****_*****


💋😍😘

__ADS_1


__ADS_2