
"Ada apa sama tuh anak?" Clara.
"Kagak tau dah gue" Davian.
"Ehhh lo ke kelas dulan aja, kami mau ke toilet sebentar" Maxim.
"O oke" Clara pun berjalan sendiri ke kelas nya, dan Max pun menarik paksa Davian ke toilet.
"Ada apa sih, enggak usah tarik tarik napa, ada masalah penting apa?, kalo enggak penting gue masukin ke kandang buaya lo" Davian yang marah marah karna di tarik tarik oleh Maxim.
"Dengerin dulu sih, lo inget kan cowok yang kita tangkep karna memanipulasi perusahaan kita itu dan ****** keamanan perusahaan kita?".
"Iya, kenapa?".
"Ternyata pria itu lah yang semalam di habisi oleh Clara dan Fransisca".
"What😨?, so now?😧".
"I don't know".
"Ahhh, si*l" ucap Davian gereget dan kesal.
"Bagaimana jika kita tanya pada Clara dan Fransisca, siapa tau pria itu mengatakan sesuatu".
"Ya kau benar, ayo, sebelum kelas nya mulai".
Mereka pun berjalan ke kelas mereka dngn sedikit cepat, di sisi lain, di kelas bisnis datang lah Amanda dan ke2 teman nya, kedatangan Amanda ke kelas itu membuat semuanya terdiam dan bertanya tanya apa yang membuat Amanda kemari.
"Eh lo cewek, nggak usah sok gak liat deh" ucap Amanda kesal.
Walaw begitu Fransisca dan Clara tetap mengacuhkan Amanda, mereka terus saja asik mengobrol, sebenarnya mereka berusaha untuk tak terpancing karna hal itu akan berakibat buruk bagi kedua belah pihak.
__ADS_1
"Wahhh parah lo yaa, nyari gara gara benget".
brak
Suara yang cukup besar terdengar saat Amanda mulai memukul meja yang ada di depan Fransisca.
Clara dan Fransisca pun menatap Amanda dengan tatapan iblis mereka, hal itu membuat Amanda bergidik ngeri, sekejap Amanda terdiam, saat melihat tatapan tajam dari Fransisca, jika di lihat mungkin itu tatapan biasa, tapi bagi yang di tatap, itu adalah permulaan yg buruk.
Fransisca pun berdiri dari duduk nya dan menghadap ke Amanda
"Ada masalah?" ucap Fransisca dengan nada enteng dan dngn tatapan biasa, entah mengapa tapi hanya Amanda yg merasakan ancaman mematikan itu.
"A aku, aku keberatan jika kau terus terusan menempel pada Davian" ketakutan yang di berikan oleh Fransisca pun sudah tak di rasakan nya lagi, dan Amanda sekarang sudah berani menaikan nada suara nya, "Dengar yaa, Davian adalah milik ku, hanya milik ku, jika kau terus terus mendekati nya, maka kau akan mendapatkan punishment yang tak terduga dari ku".
"Apa kau memiliki bukti jika Davian milik mu?, dan apa kau sudah pantas untuk Davian?" ucap Fransisca enteng dan meremehkan.
Kalimat yang di lontarkan oleh Fransisca membuat semua mahasiswa yang ada di kelas itu terkejut dan berisik sendiri, mereka tak menyangka jika Fransisca berani mengagakab itu.
"Apa dia memang sengaja mencari masalah dengan Amanda?" Wanita 4.
"Jika dia benar sengaja mencari masalah dengan Amanda, maka habis lah dia" pria 3.
"Ahhh padahal aku menyukai dia #Fransisca#, tapi jika sudah seperti ini, tidak mungkin bagi ku untuk mendekati nya" pria 4.
"Bahkan jangan kau bayangkan, kau akan mendapatkan masalah juga" pria 3.
"Ya i know" pria 4
***
"Haaa berani sekali kau bicara seperti itu pada ku, apa kau belum tau siapa aku di sini?" ucap amanda keras.
__ADS_1
"Ya aku tau, kau adalah anak dari keluarga terkaya no 5 kan?" jawab Clara.
"Ha, hanya teman mu yg pintar, tapi kau...sama sekali tak tau apa pun" menunjuk Fransisca.
Dengan santai Fransisca menjawab perkataan yg di lontarkan oleh Amanda pada nya.
"Apakah harus bagi ku untuk mengetahui tentang mu?, apakah wajib?".
"Ha, kau semakin membuat ku muak" tangan Amanda mulai terangkat dan bersiap untuk menampar, tapi Fransisca mempersilahkan hal itu, karna dia perlu alasan untuk menyalurkan nafsu menbunuh nya.
plak
Tamparan kuat dari Amanda membuat semua nya terkejut, bukan hanya semua mahasiswa tapi juga hal itu membuat Fransisca, Clara, dan Amanda terkejut.
Amanda langsung menarik tangan nya ke posisi semula.
"A apa yg kau lakukan?" ucap Amanda terbata bata.
"Wah wah wah, berani sekali debu ini menampar sang pewaris tunggal" ucap Maxim memanaskan suasana, jelas yg di tampar oleh Amanda adalah Davian, Davian yg menggantikan tamparan itu untuk Fransisca.
"Diam kau, tak usah ikut campur" jawab kasar Amanda pada Maxim.
"Kau yg diam, sudah menampar ku, dan sekarang kau membentak teman ku yg sekaligus pewaris tunggal" Davian membentak Amanda.
"Apa kau ingin berakhir secepat ini Amanda?" nada mengancam dari Davian.
"Maaf Davian, aku benar benar minta maaf, aku tidak bermaksud menampar mu dan membentak Max, aku hanya ingin memberikan wanita itu pelajaran karna sudah mendekati mu, aku benar benar minta maaf, mohon maaf kan lah kesalahan ku ini" nada yg sangat memohon dan bersalah keluar dari bibir Amanda, hal itu membuat mereka ber4 menyeringai puas.
"Apa kau sudah puas sayang?, dan apa kau sudah percaya dngn cinta yg ku miliki untuk mu?" ucap manis Davian pada Fransisca.
TBC
__ADS_1