Couples Savage

Couples Savage
-


__ADS_3

Mereka berjalan menuruni tangga berdua, sampai akhirnya mereka sudah keluar dari markas.


"Apa kau ingin ku antar pulang?" Davian.


"Bawa aku ke hotel" nyelonong masuk mobil.


"😦 Haa?".


"Jangan banyak berfikir, akan ku ceritakan di jalan, cepat lah, aku lelah dan di sini ada banyak nyamuk".


"Ahh baiklah".


Davian pun mulai melajukan mobil nya.


"Aku tak bisa pulang karna aku bilang ingin menginap di rumah Clara, sedangkan Clara sebalik nya, ini memang sudah kami rencanakan".


"Owhh".


Di sepanjang perjalanan itu suasana di dalam mobil benar benar senyap, tak ada yang memulai pebicaraan, saat Davian ingin mencairkan suasana hal itu di hentikan oleh Fransisca yang langsung menolak mentah mentah.


Setelah sekian menit mereka pun sampai di hotel, mereka masuk dan langsung memesan kamar.


"Mbak kamar nya 2 yaa" Davian.


"2?, lo nggak balik?".


"Gue nggak bisa pulang kalo enggak sama Maxim".


"Maaf tapi hanya tersisa 1 kamar, 1 kamar lagi barusan sekali di pesan oleh seseorang".


"Baiklah berikan kunci nya" Fransisca pun menadahkan tangan nya.


"😦😦 (bagaimana dia bisa berkata seperti itu dngn enteng nya?)".


Tanpa buang waktu Fransisca langsung berjalan menuju kamar hotel nya di ikuti Davian di belakang nya.


Fransisca pun membuka pintu kamar dan langsung merebahkan diri nya di ranjang.


"Ahh lelah sekali".


"Setidak nya bersihkan diri mu dulu, kau bau anyir".


Fransisca pun duduk di ranjang dan menciumi tubuh nya.


"Ahh baiklah" Fransisca pun berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sedangkan Davian mengganti pakaian nya dengan pakaian yg sudah di siapkan di dalam kamar hotel.


Fransisca yang selesai mandi pun langsung keluar untuk mengambil pakaian nya, sedangkan Davian duduk di ranjang, Davian yang melihat Fransisca keluar hanya dengan berbalut handuk pun menelan ludah nya berat.


"Jaga mata mu" Fransisca.


Saat Fransisca berbalik dan hendak ke kamar mandi ia tersanduk oleh karpet di bawah nya.


bruk


Fransisca jatuh dengan menindih tubuh Davian, mereka sama sama menatap satu sama lain.


"Aku tak menyaka kau begitu agresif" Davian mengatakan hal itu dengan seringaian jelas di bibir nya

__ADS_1


"Apa yang kau kata kan?" berusaha berdiri tapi di tahan oleh Davian, Davian memeluk erat tubuh Fransisca.


"Sebentar saja"


😳😳😳 ekspresi Fransisca saat mendengar ucapan Davian.


Setelah merasa cukup, Davian pun melepaskab pelukan nya dan Fransisca pun berusaha berdiri dari pelukan Davian, tapi hal yang tak terduga terjadi.


😳 ekspresi Davian ketika melihat handuk yang di kenakan Fransisca terjatuh.


😲😲😱😱 "Jaga mata mu, jangan melihat" kembali mengenakan handuk.


Saat Fransisca ingin kembali ke kamar mandi, Davian memegang tangan nya dan menghentikan jalan nya.


Saat Fransisca menoleh Davian malah menarik kuat Fransisca sehingga ia jatuh lagi dalam pelukan Davian, Davian mulai menatap Fransisca dalam dan sedikit demi sedikit Davian mendekatkan bibirnya ke bibir Fransisca.


Akhir nya mereka berciuman dngn panas, mereka mulai mengganti posisi dan ciuman Davian terus menurun.


Dan .....


Bum


#masih perawan yaa#


Skip pagi


Davian bangun lebih dulu dan menghubungi Maxim.


"πŸ“žDi mana kau?" Davian.


"πŸ“žDi hotel xxx sama Clara"


"πŸ“žHm" langsung mematikan telfon.


***


"Nih anak kalo udah punya pacar ternyata kek gini yaa, hais" meletakan ponsel nya di meja, Davian pun melihat ke arah Fransisca dan tersenyum.


"Kau akan menjadi milik ku, apa pun yamg akan terjadi, kau hanya milik ku".


Cup


Davian mencium kening Fransisca, karna hal itu Fransisca pun terbangun dan menatap Davian.


"Pagi cantik" sapa Davian dengan senyuman manis.


"Pagi" jawab Fransisca cuek.


"Ada apa sih, masih kurang?".


"πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘, Kurang apa nya kalo kamu ngasih aku ****** sebanyak ini?".


"πŸ˜…πŸ˜…Hehhe, maaf".


"Udah lah aku mau mandi" Fransisca pun berdiri dari ranjang tanpa menutupi tubuh nya, karna menurut nya untuk apa di tutup jika dia sudah melihat semua nya.


Davian pun menelan ludah nya melihat pemandangan itu, lagi lagi Davian menarik tangan Fransisca.


"Ada apa?".

__ADS_1


"Aku ingin lagi".


"Lakukan cepat".


Perizinan dari Fransisca membuat Davian kembali bersemangat, dan mereka melakukan nya sampai 2 jam lama nya bahkan mereka menyambung nya di kamar mandi.


Skip


Fransisca dan Davian sudah menunggu di bawah tepat nya di restoran hotel.


"Ngapain sih kita di sini?".


"Nunggu Max sama Clara".


"😱😱😱 Haa mereka di sini juga?".


"Iya, kek nya mereka udah jadian".


"Auk ah".


"Masih belum percaya kah dengan cinta ku?".


"Shut up, (gimana mau percaya, bilang ae kagak)" jawab Fransisca jutek.


Sedangkan Davian hanya menahan tawa melihat Fransisca.


"Lama banget sih mereka" mulai kesal.


"Sabar sayang".


"Sayang sayang".


"πŸ˜…πŸ˜…, Marah marah ae sih".


"Aku tu laper".


"Ya ampun, kan tinggal pesan aja".


"Ya seharus nya kamu yang mesenin buat aku, kata nya cinta".


"Ya sudah ok ok, kamu mau makan apa manis?".


"Apa aja"


"Aku gimana?, aku enak loh buat di makan".


"Oh ya, sini ku coba".


Davian pun mendekat dengan senyuman mesum nya berharap Fransisca akan memberikan kejutan tapi hal yang mengejutkan terjadi.


"Aduhhhh sakit 😫😫, sayang kok di gigit sih tangan aku?".


"πŸ˜†πŸ˜†, Katanya tadi kamu enak buat di makan, jadi aku cobain deh, tapi rasa nya pait, nggak enak".


"Kamu yaa, liat aja nanti, ku buat semua tubuh mu berwarna merah".


"😳😬, Tak ada nanti, nanti apa nya?, hump😀".


TBC

__ADS_1


__ADS_2