Couples Savage

Couples Savage
warning


__ADS_3

Tak terasa waktu pun sudah malam, saat mereka keluar dari rumah untuk pergi ke mall, saat itu masih sekitar jam 2, dan sekarang udah jam 7.


Mereka ber4 pergi ke markas yang sama, markas yang di mana membuat mereka dekat sampai seperti ini.


"Akan ku berikan pria ini untuk kau bereskan, tapi berapa yang bisa kau bayar untuk kerja ku?๐Ÿ˜ˆ" Davian yang bertanya pada Fransisca.


"Ha, *memutar bola mata*, baiklah, akan ku bayar setimpal, kau tak perlu takut, tunggu saja saat aku selesai maka aku akan langsung menemui mu" jawab Fransisca


"Itu terdengar bagus, baiklah aku setuju".


"Hm".


"Dan kau, selamat bersenang senang dengan gadis ku, nikmatilah setiap detik nya ok?" dengan seringaian itu, Davian mengatakan pada pria yang hampir melecehkan gadis nya.


Davian pun pergi, menutup ruangan yang tertutup, yang sudah di tempati oleh Fransisca dan 1 pria tadi, Pria itu di ikat kaki dan tangan nya di kursi kayu tebal, lantai tanah dan dinding batu yang belum di semen membuat suasana ruangan itu semakin seram.


"Masuk" ucap Fransisca.


Saat Fransisca mengatakan hal itu, datang lah salah seorang pria yang bekerja di markas itu, dia mendorong meja aluminium yang di atas nya sudah ada berbagai macam jenis pisau, muali dari yang tumpul dan tajam, dari mulai pisau daging hingga piasu untuk mengukir buah, semua nya tersedia di sana.


Hal itu membuat pria yang duduk di depan Fransisca ketakutan, sedangkan Fransisca membersiap kan diri nya dengan menggunakan sarung tangan karet yang sudah tersedia juga di meja itu.


"Jangan berani mendekat, atau aku akan membuat mu benar benar menyesal" ancam pria itu pada Fransisca.


"Ha, kau mengancam ku, kau?".


"Dengar yaa, jika kau ingin mengancam seseorang maka lihat dulu posisi mu, apakah kau berada di posisi di mana kau bisa mengancam?".


"Dan 1 hal lagi, jika kau sudah berada di sini dan bersama ku, itu arti nya kau sudah di jadikan santapan lezat untuk singa betina๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ".

__ADS_1


"Let's play๐Ÿ˜ˆ".


Fransisca memulai aksi nya dngn pisau ukir, dia mengukir emoji tersenyum di telapak tangan pria itu, pria itu menahan rasa sakit yang di berikan oleh Fransisca, setelah itu...


cras


Fransisca menancapkan pisau di telapak tangan pria itu hingga menancap sangat dalam di kursi kayu itu, dan lagi...


"AAAAHHHH!!!!!" 1 triakan besar lolos dari bibir sang pria saat Fransisca melepaskan pisau itu dengan menariknya keluar dari sela sela jari sang pria.


#jadi luka nya itu kek garis, lurus, besar dan dalam, dari bawah nadi hingga ke sela jari#


"Haa, akhirnya kau teriak juga" sekejap Fransisca menghentikan aksi nya itu.


"Baiklah, katakan pada ku, siapa yang menyuruh mu?".


Saat mendengar itu, Fransisca mencoba untuk menahan tawa nya dan berkata


"Apa kau fikir kau pintar, atau kau berfikir aku yg bodoh?" tanya Fransisca sambil menuangkan garam ke luka yang baru saja ia buat.


Kerutan di wajah pria itu terlihat jelas, teriakan yg coba ia tahan juga terdengar walaw kecil.


"Kau sungguh kuat yaa menahan semua ini, kau masih tak ingin memberi tahu ku?" tanya Fransisca sekali lagi sambil menilih pisau yang akan dia gunakan.


Pria itu menelan air liur nya saat melihat wanita yg berada di depan nya sangat excited untuk menyiksa nya.


"Haa kau wanita gila, apa kau seorang sikopat haa?" ucap pria itu dngn nada membentak.


"IYA, AKU SIKOPAT" triak Fransisca.

__ADS_1


"Kenapa, apa kau keberatan?" nada yang langsung berubah menjadi manis.


"Atau kau takut?๐Ÿ˜ˆ".


"Menjauh dari ku dasar iblis".


"Serterah kau ingin mengataiku apa, tapi jika kau tak memberitahu apa yang ingin aku tahu, maka kita bisa bermain sampai kau puas" memilih pisau pemotong untuk aksi yang berikut nya.


Pria itu semakin ketakutan, bagaimana tidak tangan nya yang terluka saja rasa sakit nya masih belum berkurang, tapi sekarang sudah ingin di tambah dengan luka yg baru.


"Ba...baiklah, akan ku katakan siapa orang nya, tapi setelah itu tolong bebaskan aku" mohon sang pria.


"Baik, aku akan membebaskan mu, aku berjanji" ucap meyakinkan dari Fransisca.


"Dia seorang gadis muda yang juga 1 sekolah dengan mu, nama nya Amanda".


Sekejap Fransisca terkejut saat mendengar nama itu yang keluar dari bibir pria itu, tapi karna Fransisca tak ingin membuang banyak waktu, dia pun kembali melanjutkan aksi nya, ia berjalan mendekat.


"Berhenti, apa yang kau lakukan, kau bilang akan membebaskan ku" ucap pria itu dengan ketakutan.


"Iya, aku kan bilang akan membebaskan mu, bukan melepaskan mu, kau tau kan arti bebas?๐Ÿ˜ˆ" Fransisca kembali melanjutkan aksi nya dengan menyayat kecil kecil daun terlinga pria itu, pria itu terus menjerit dan berusaha melepaskan diri nya, tapi hasil nya nihil, pria itu menghabiskan tenaganya sia sia.


Setelah puas bermain di telinga sang pria, Fransisca beralih ke wajah, Fransisca mengambil/menarik bulu mata sang pria dan...


cras


Kelopak mata pria itu sudah tak berada di tempat nya lagi, pria itu berkali berkali menjerit tak karuan karna ulah Fransisca.


Setelah beberapa lama, Fransisca pun mengusaikan aksi nya dengan menancapkan pisau ke leher sang pria, darah mengucur deras dari leher pria itu, dengan sekejap pria itu juga tak bernyawa lagi.

__ADS_1


__ADS_2