Couples Savage

Couples Savage
alat rekam


__ADS_3

"(๐Ÿ˜Maaf kak jika aku sudah menghancurkan kerja keras mu selama ini๐Ÿ˜, ini akan menjadi pekerjaan terakhir mu kak๐Ÿ˜ˆ, tak akan ku beri kau kesempatan untuk merugi kan orang lain lagi, apalagi untuk membuat keluarga ku bangkrut)"


_____


Akhirnya Fransisca dan Morgan sampai di kampus, Fransisca turun dari mobil Morgan sambil mengucapkan selamat tinggal dengan senyum termanis nya.


"Sampai nanti kak๐Ÿ˜Š"


"Iya๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘"


Fransisca membalikan tubuh nya, membelakangi Morgan, seketikan wajah Fransisca berubah.


"๐Ÿ˜’Cih๐Ÿ˜”", Fransisca berlalu pergi meninggalkan Morgan.


Morgan langsung membawa mobil nya pergi dari kampus Fransisca.


***


Davian berjalan mendekat kearah Fransisca, Davian berniat memarahi Fransisca karna menolak ajakan nya untuk berangkat bersama dan lebih memilih untuk pergi ke kampus dengan rival nya.


"๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค" Davian semakin berjalan mendekat, dan...


"Shut up, aku tak ingin mendengar bacotan mu๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”" ucap dingin Fransisca.


"๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ" Davian mematung saat mendengar hal itu dari kekasih nya, sedangkan Fransisca berjalan melewati Davian begitu saja.


***


Morgan membawa mobil nya ke markas rahasia nya, dia sudah menghubungi anggota nya yang lain untuk berkumpul di markas.


Skip


Morgan sampai di markas nya, saat Morgan ingin menutup pintu mobil nya, Morgan melihat boneka beruang Fransisca di sana.


"Ehh, boneka ini" Morgan meraih boneka itu dan mengambil nya.


"Fransisca pasti lupa untuk mengambil boneka nya" ucap Morgan sambil melihat lihat boneka itu, dan Morgan memutuskan untuk membawa boneka itu bersama nya.

__ADS_1


Morgan masuk ke salah satu ruangan di sana, di ruangan itu sudah berada 3 orang asing, 1 wanita dan 2 pria.


"Maaf membuat kalian menunggu lama" ucap Morgan sambil duduk di kursi nya.


"Hmmm๐Ÿ˜”, entah apa yang membuat mu terlambat" ucap salah satu pria (1).


"Boneka siapa itu?, Apa sekarang kau mulai bermain boneka๐Ÿ˜" ucap salah satu wanita.


"๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’ Ini bukan milik ku, tapi ini milik anak tunggal keluarga Dwiputra" Morgan mengatakan nya sambil menatap manik mata boneka.


"Cih, apa kau sudah mulai menyukai gadis itu" ucap pria (2) yang lain sambil berjalan mendekat.


#btw, ke 3 orang tadi ada yang duduk di dekat jendela (pria 1), ada yang berdiri dan menyenderkan diri di sisi dinding (pria 2), dan yang wanita duduk di atas meja#.


"Sudah lah๐Ÿ˜ก, jangan berdebat, kita berkumpul di sini untuk membicarakan tentang rencana selanjut nya๐Ÿ˜ค" pria (1).


"๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”Tak perlu mengangkat suara begitu, air liur mu mengenai lengan pakaian ku" Morgan.


"๐Ÿ˜ฆEhh, maaf maaf๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜" ucap pria (1) sambil membersihkan lengan baju Morgan.


Sang wanita dan pria (1) tertawa, sedangkan morgan dan pria (2) yang satu nya lagi memasang wajah datar.


"Ini hanya boneka, aku sudah memeriksa nya tadi, mata nya hanya lah mata manik biasa, dan tak ada kamera atau alat yang mencurigakan" jawab Morgan.


"Apa kau mendengar kaliamat ku tadi, aku bilang jika aku TAK INGIN MENGAMBIL RESIKO" nada penekanan di lontarkan oleh si pria (2) pada Morgan.


Si pria (2) itu langsung mengambil boneka itu dan menguntalnya keluar ruangan, plus menutup pintu ruangan.


***


"Ahhh sial๐Ÿ˜ค, sekarang bagaimana?" Ucap kesal Davian.


Mereka semua merasa geram karna rencana Fransisca gagal untuk merekam pembicaraan mereka.


"Kalian kenapa?" Tanya Fransisca.


"Kenapa kau begitu santai ha?, Pria bre**sek itu membuang alat perekam suara nya๐Ÿ˜ก" ucap kesal Maxim.

__ADS_1


"๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’Clara apa kau bisa menenangkan pria bodoh mu ini?"


"APA KAU BILANG!!!!๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค" Suara Maxim sangat besar hingga semua yang sedang berada di kantin menatap mereka ber4.


Kompak "hutssssss๐Ÿค"


"Apa kau tak bisa tenang?" Davian.


"๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Heheh, maaf, kebawa suasana๐Ÿ˜"


"Terserah๐Ÿ˜’๐Ÿ˜”" Clara, Davian dan Fransisca.


"Aku tidak bodoh, jangkauan rekaman ini sangat jauh, jangkauan nya bisa sampai 5 kilo meter" jelas Fransisca


Kompak "owhhh๐Ÿ˜ฎ"


"๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”" Fransisca


"Tapi, kenapa kita tidak bisa mendengar apa yang dia katakan saat pria itu melemparnya?" Tanya Clara.


"Entah lah, mungkin saat pria itu melempar nya tombol off nya tertekan๐Ÿ˜”" jawab santai Fransisca.


Kompak "APA???!!!!๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ"


"Tenang saja, aku sudah mengatur rekaman nya, walaw rekaman itu berada di mode mati, rekaman itu tetap akan merekam dan menyimpan nya di memori yang telah aku masukan, tombol off itu hanya berfungsi untuk mematikan sambungan rekaman" jelas Fransisca.


Kompak "Owhhh๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ"


Semua nya merasa tenang saat Fransisca mengatakab hal itu, mereka kembali ke aktifitas semula.


"Ehhh lo ngerasa aneh nggak sih Dav?, beberapa hari ini Amanda nggak pernah ganggu lo lagi" ucap Maxim khawatir.


"Gue ma bodok amat, bagus kalau dia nggak muncul lagi, karna kalo dia muncul dan buat masalah, gue nggak akan ngelepasin dia ataupun keluarga nya" ucap Davian.


"Yang di khawatirkan oleh Maxin bukan lah hal seperti itu, tapi bisa saja Amanda punya rencana lain yang dia siapkan khusus untuk kita semua" ucap santai Fransisca.


Mendengar hal itu dari mulut Fransisca, Clara, Maxim dan Davian berhenti sejenak dari aktifitas mereka.

__ADS_1


Vote jangan lupa, biar author tambah semangat๐Ÿ˜Š.


__ADS_2