
"📞Tu...tuan"
"📞Jangan tegang seperti itu, saya tidak akan bersikap buruk, kalau boleh tau di mana sekarang anda dan nyonya besar?".
"📞Kami sedang berada di New York, kalau boleh tau ada apa ya tuan?".
"📞Wahh cocok kalau gitu, kami juga sedang berada di New York, apakah tuan dan nyonya besar berkenan untuk makan siang bersama?".
"📞😨, Ahhh bagaimana kami bisa menolak, saya akan datang".
"📞😊Bagus kalau gitu, akan saya kirimkan lokasi dan jam nya".
"📞Baiklah".
Tutt tutt
Percakapan pun berhenti sampai di sana.
Di sisi lain.
"Apa kau suka?" Tanya Davian.
"Aku sangat suka, aku benar benar bahagia hiks😖".
"Lalu kenapa kau menangis?".
"Aku benar benar hiks😖 bahagia hiks😖, terima kasih😖😖😭 huaaa".
"Sudah lah, aku senang saat melihat mu tersenyum, tapi jangan menangis oke?". Davian langsung membekap Fransisca dalam pelukan nya.
"Davian ayo, semua nya sudah siap" ajak Maxim pada Davian.
"Ahh baiklah, ayo sayang😊"
"Ke mana?, Ada apa lagi?" Tanya kompak Fransisca dan Clara pada pacar nya.
"Kita akan jalan jalan".
"Apa!!!".
__ADS_1
Skip.
Mereka sampai di bandara, di depan mereka ber 4 sudah ada pesawat pribadi milik Maxim.
"Tunggu dulu, bagaimana dengan izin kampus?" Tanya Clara.
"Kami sudah mengurus nya, aku sudah meminta izin untuk 5 hari" jawab Maxim.
"5 hari??!!, Kenapa lama sekali?" Gantian bagi Fransisca untuk bertanya.
"Kita akan bersenang senang sayang, apa kau tak ingin itu?" Jawab Davian.
"Kenapa kau tanya kan hal itu, ya tentu aku mau".
Mereka pun masuk ke dalan pesawat itu, di pesawat itu hanya ada 2 kamar, dan mereka harus berbagi kamar.
Fransisca dan Davian.
Clara dan Maxim.
"Apa kita akan 1 kamar selama perjalanan?" Tanya Fransisca.
"Jadi ini pesawat milik siapa?".
"Milik Maxim, begitu juga dengan pesawat ku, hanya ada 2 kamar tidur" jawab Davian yang sudah merebahkan diri nya di kasur.
"Owhh".
"Kemari lah, dan berbaring lah, bukan kah kau lelah?".
"Hmm" Fransisca langsung ikut berbaring di samping Davian.
Sekejap kamar itu menjadi senyap, tanpa ada suara sedikit pun.
"Terima kasih untuk semua nya" ucap Fransisca sambil tetap pada posisi nya yang semula.
"Apa yg kau katakan" Davian langsung berpindah posisi, dia menindih tubuh Fransisca dan menatap wajah nya.
"Aku mencintai mu, apa pun akan ku lakukan hanya untuk mu, bahkan aku bisa melenyapkan seseorang jika kau mau" jelas Davian.
__ADS_1
"😊😊😊I love you" Fransisca pun mengalungkan tangan nya pada leher Davian.
"I love you to and so much😊".
Ciuman pun mendarat, sedikit demi sedikit ciuman itu berubah menjadi *******.
Dannn.......
Yah kek gitu lah, kalian tau sendiri kan, tapi tetep, Davian enggak masukin, soo Fransisca masih perawan.
Udah skip.
Mereka bermain sampai 3 jam lama nya, setelah itu mereka membersihkan tubuh dan keluar kamar.
Mereka ber 4 makan bersama dan duduk santai di ruang tengah pesawat itu.
"Ehhh vidio kita jadi firal guys" ucap Maxim.
"Wajar lah, nembak nya aja seromantis itu, gimana orang nggak baper" jawab Davian.
"Ya ya ya, memuji diri sendiri".
Di tengah pembicaraan mereka, tiba tiba telfon mereka berbunyi kompak, mereka saling menatap satu sama lain karna heran, kenapa bisa telfon mereka berdering kompak?.
hayo kenapa?.
TBC
like
vote yaa tolong
rate
Comment
jangan lupa mampir ke lapak author yg lain, ada BTS and the Angels.
gumawo😊.
__ADS_1