Couples Savage

Couples Savage
i very love you/too


__ADS_3

"Kenapa kau melakukan ini? Hiks.... Aku saja tak mengenal mu hiks...., Apa salah ku pada mu...???๐Ÿ˜ญ".


"Kita memang tak saling kenal, tapi saat aku melihat kertas yang berisi semua kejahatan mu, ternyata kau memang pantas untuk merasakan ini".


Srak


Darah mengalir di sepanjang robekan yang di buat Fransisca di lengan korban, korban berteriak histeris, menangis dan menguras semua energi nya untuk memohon ampun.


"A...aku mi....minta....ma...af hiks hiks, lenyap kan lah aku jika kau mau" suara gugup dan lemas sang korban.


"Melepaskan mu dengan begitu mudah?, Dngn semua kejahatan yang kau perbuat?, Membunuh 2 istri, melecehkan 3 anak kandung hingga salah satu nya mengandung, memakai obat obatan, dan sekaligus melenyapkan anak yang di kandung oleh anak mu sendiri".


#nada berhenti sejenak#.


"Cih....kau yang membuat nya hamil, dan kau sendiri yang membunuh nya, dan bagaimana bisa kau melakukan nya dengan anak mu sendiri?"


"Ma...maaf, kan, aku, aku, benar, benar, menyesal" suara gugup sang korban.


"Cih, 1000 kali pun kau meminta maaf dan pengampunan, hati ku tak akan pernah luluh"


"Sekali lagi aku beri tau, jika aku belum puas, maka jangan harap bisa mati" smirk devil Fransisca ๐Ÿ˜ˆ.

__ADS_1


Fransisca mengarah ke kaki nya, dia memotong ibu jari sebelah kanan, kelingking sebelah kiri, dan jari manis sebelah kanan, jadi ke 3 jari kaki itu sudah berada jauh dari asal nya, terikan demi teriakan bergema di ruangan itu, namun Fransisca tetap tak berhenti, dia kembali dengan aksi nya.


Fransisca menatap mata sang korban yang salah satu nya sudah kehilangan kelopak mata, ia mulai menyayat hidung korban dengan perlahan, jeritan terdengar jelas, karna geram, Fransisca langsung memasukan paksa pisau nya dan merobek mulut korban sebelah kiri.


Darah terus mengalir, hampir setiap inci kramik di ruangan itu penuh dengan lumuran darah, kramik itu juga di penuhi dengan potongan potongan tubuh, bau amis darah tercium sangat pekat dan tajam, karna sudah tak tahan dengan keadaan di ruangan itu, Fransisca langsung menancapkan pisau nya ke tenggorokan hingga sarah mengucur layak nya air mancur yang deras, sang korban langsung lenyap, darah yang keluar dari leher sang korban mengenai baju Fransisca, dan Fransisca langsung melepas kan sarung tangan karet yang ia gunakan.


Ceklek


Fransisca membuka pintu, dan di luar pintu sudah berdiri 2 orang penjaga yang menjaga dari samping kanan dan kiri pintu ruangan, ke 2 penjaga itu langsung berdiri tegap dan menghadap hormat ke Fransisca.


"Apa ada yang bisa kami bantu nona?๐Ÿ™‡โ€โ™‚๏ธ" Tanya patuh ke 2 pria itu.


"Bereskan, dan bersihkan ruangan ini" perintah Fransisca yang langsung ia tinggal kan.


Fransisca berjalan mendekat dan Davian membukakan pintu mobil untuk tuan putri nya, mereka segera pergi dari markas itu.


Di tengah perjalanan.


"Sayang bau mu sunggu tak enak" ejek Davian yg hanya berniat mai main walaw yang di katakan nya fakta๐Ÿคฃ.


"I know" jawab dingin Fransisca.

__ADS_1


"Baiklah, jadi kita ingin ke mana?" Tanya Davian yang bersikap dan bertindak bodoh.


"Kau ingin kepastian atau apa?" Tanya balik Fransisca dengan nada sinis sambil menatap Davian.


"Tidak tidak, aku akan mengantar mu pulang, tapi kau ganti baju lah dulu, aku sudah menyiap kan nya" ucap Davian yang melemparkan baju ke Fransisca.


"Kau tak ingin mengambil bayaran mu?๐Ÿ˜" Goda Fransisca.


"Aku tak akan melakukan nya jika kau tak mau, aku tak akan memaksa mu, dan lagi pun aku sudah berjanji, sebagai seorang pria sejati sudah sewajarnya aku memenuhi janji itu" jawab Davian dengan nada sombong.


"Hmm, baiklah, terserah kau saja" Fransisca langsung melepas baju nya di dalam mobil itu, dia tak pernah memikirkan bagaimana rasa nya jadi Davian.


"(Apakah dia sengaja melakukan nya?)" Ucap Davian dalam hati sambil menelan air liur nya berat, bagaimana tidak, Fransisca melepaskan pakaian nya hingga hanya tersisa pakaian dalam saja.


Untung nya Fransisca mengganti pakaian dengan cepat, jika tidak mungkin junior Davian akan terbangun, sulit bagi Davian menahan nafsu nya selama itu, Fransisca yang merasakan itu pun kagum dan senang dengan pria nya itu.


"Trima kasih untuk malam ini๐Ÿ˜Š".


"Untuk apa?" Tanya Davian yang fokus menyetir.


"For all, thank๐Ÿ˜Š, you are the best, i very love you๐Ÿ˜Š" jawab Fransisca dengan senyuman dan kebahagiaan.

__ADS_1


"And i very love you too, honey๐Ÿ˜Š" ucap Davian sambil mengelus lembut rambut sang kekasih.


__ADS_2