
#PERHATIAN#
AKAN ADA ADEGAN PENYIKSAAN
Setelah Clara menelfon kepala pelayan nya gantian bagi Fransisca untuk berbohong.
Fransisca dan Clara pun turun dari kamar Fransisca.
"Pak saya akan menginap di rumah Clara, nggak tau kapan pulang, nggak usah jemput ke sekolah, Fransisca sama Clara akan berangkat bareng, jaga rumah ya pak" Fransisca.
"Siap nona, hati hati di jalan nona" kepala pelayan.
"Iya".
Mereka pun pergi dari rumah menggunakan salah satu mobil Fransisca, Fransisca pun langsung melajukan mobil nya dngn cepat menuju markas yg tersembunyi itu.
***
"๐Dav minum yuk, sekalian gue mau curhat".
"๐Di mana?".
"๐Di markas ***, sekarang ya".
"๐Hmm" Davian pun mematikan telfon nya.
Pov Davian.
"Nih anak kenapa tiba tiba ngajakin minum, jangan jangan dia ngerasain apa yg gue rasain, ahhh udah lah".
Davian pun langsung berangkat ke markas ***, sedangkan Maxim sudah di sana lebih dulu dan menunggu Davian di rooftop/atap.
__ADS_1
***
Fransisca dan Clara pun sampai di tempat yang mereka tuju, tak ada pengamanan di depan pintu membuat Clara dan Fransisca memasuki markas dngn mudah nya.
Nampak di sana ruangan yg memiliki kaca 1 arah #kita bisa melihat di dalam tapi tidak untuk yqng di dalam#, di sana ada 1 orang yang sudah babak belur dan tak memiliki energi lagi, Fransisca dan Clara pun memutuskan untuk memasuki ruangan itu.
"Kita sudah mendapatkan mangsa nya๐" Clara.
"Mari kita mulai๐".
Fransisca dan Clara pun membuka pintu dan bersiap untuk memulai aksi mereka.
"Si...siapa kalian?" Korban.
"Kami adalah malaikat yg akan menolong mu๐" Fransisca.
"Bagus lah, cepat tolong aku, jika kalian tak cepat maka mereka akan datang".
Fransisca mengeluarkan sesuatu dari saku nya.
"Aa...apa yg akan kau lakukan?" suara korban yang menjadi ketakutan.
"Kami akan menolong mu" Clara
"Yang dia maksud adalah mengambil nyawa mu, agar kau tak merasakan apa pun lagi".
Saat mendengar hal itu sang korban langsung membelalak kan mata nya terkejut dan rasa takut menyelimuti nya, saat dia ingin berteriak Clara menyampaikan sesuatu yang membuat dia bergidik takut.
"Jika kau berteriak sebelun kami memulai, maka jangan salahkan aku jika bibir mu tak berada di tempat nya lagi, dan jangan salah kan aku jika lidah mu berada tepat di kaki ku๐๐".
Sontak hal itu membuat sang korban menangis ketakutan, dia tak tau harus apa.
__ADS_1
Fransisca memulai aksi nya dengan menyayat nyayat urat nadi dngn pisau tumpul nya, sang korban pun berteriak kencang menahan rasa sakit, Fransisca dan Clara tersenyum mendengarkan teriakan itu, mereka semakin bersemangat untuk melakukan nya.
Clara memulai dngn memotong jari tengah sang korban, korban lagi lagi menjerit kencang karna mereka berdua.
Fransisca beralih ke wajah sang korban #korban pria, umur sekitar 30thn#, Fransisca mulai menyayat wajah nya dngn halus, membuag darah menetas dari wajah nya, sayatan Fransisca nampak seperti sang korban menangis darah.
Sedang kan Clara beralih ke dada sang korban.
"Fransisca bagaimana jika kita lihat isi tubuh nya?".
"Itu ide yg bagus๐".
"Aku mohon jangan, aku benar benar tak tau apa pun, ku mohon lepas kan aku" korban yang berbicara sambil menitihkan air mata nya.
Tanpa mendengarkan permohonan sang korban Clara tetap melakukan nya, dia membelah kulit dada sang pria dari bawah leher hingga ke perut, pria itu sudah kehabisan tenaga untuk menjerit dan menangis.
Sedangkan Fransisca dan Clara masih menyiksa sang pria, Fransisca dan Clara mengoyak kulit dada sang pria hingga terlihat jelas di sana semua isi nya, jantung yang berdetang kencang terlihat oleh mereka, dan sang korban pun berteriak lebih kencang membuat Fransisca dan Clara terkejut.
Karna hal itu Fransisca dan Clara pun membunuh pria itu takut akan ada orang yg datang, mereka membunuh korban dngn cara menusuk nusuk jantung sang korban, tanpa menunggu waktu lama nyawa sang korban pun sudah hilang.
Fransisca dan Clara pun segera pergi dari ruang itu, tapi saat mereka berbalik, seseorang membuka pintu dan melihat mereka di sana #mereka menggunakan masker#.
TBC
like
Comment
vote
rate
__ADS_1
thank you