
Davian yang selesai mandi pun langsung keluar dan melihat Fransisca yang menggunakan pakaian yang tak seukuran dengan tubuh nya, hal itu sontak membuat Davian tertawa geli.
"Hahaha😂😂, ya ampun sayang, kamu lucu pake baju itu😂😂".
"😑😑Tawa ae teros, tawa teross".
"Oke oke, udah siap?".
"Hm".
"Ya udah ayo, aku anter".
Mereka pun keluar dari markas dan Davian melajukan mobil sport nya menuju kediaman keluarga Dwiputra, di pertengahan jalan Davian pun teringat akan 1 hal yang perlu ia tanya kan pada Fransisca.
"Oh ya sayang".
"Apa kau bisa berhenti memanggil ku seperti itu?".
"Tidak😁".
"Terserah, buang buang waktu berdebat dngn mu".
"🙂, Oh ya sayang, aku ingin menanyakan sesuatu".
"Hm".
"(Cuek banget sih, sabar Davian sabar, untung sayang)".
"Jadi nanya nggak?".
"Ah iya jadi😌".
"Kamu inget nggak pria ya g kamu bunuh di markas waktu itu?".
"Iya, ada apa?".
"Apa dia mengatakan sesuatu?, Apa pun yang dia ucapkan itu sangat penting bagi kami".
"🤔🤔🤔Sebentar aku ingat, dia nggak banyak bicara, dia hanya teriak teriak dan takut dengan kami, tapi dia tak mengatakan soal apa pun".
"Apa kau yakin?".
__ADS_1
"Sebentar🤔🤔, oh iya😃, dia ada sebut nama orang, kalo nggak salah nama nya Wi...Wu...ll🤔🤔, apa yaa, sebentar".
"Ingat lah, kami perlu informasi sekecil apa pun itu".
"Oh ya😃, Wiliam, iya Wiliam".
"Wiliam?🤔🤔, Gue nggak ada kenalan yang nama nya Wiliam".
"Emang kenapa?, Dia berbuat apa?".
"Dia meretas keamanan markas utama kami, dan membuat kami hampir tertangkap oleh FBI, karna saat itu aku dan Maxim sedang melakukan transaksi ilegal".
"Apa!!??, Membeli, menerima?".
"Membeli, kami membeli, membeli senjata, berlian, dan emas batangan tanpa izin dari pemerintah".
"Owhhh, apa ibu dan ayah mu tak sanggup memenuhi kebutuhan mu?".
"Kau ini sembarangan saja".
Mereka mengobrol di sepanjang perjalanan dan sampai lah di rumah utama keluarga Dwiputra, rumah besar tapi tampak sederhana.
"Terserah kau saja, di rumah ini hanya aku dan pembantu yg meninggali nya, kenapa harus besar besar".
"Ahh iya kau benar, daaa👋, aku akan menjemputmu nanti, kita berangkat ke kampus bersama".
"Ada apa?".
"Tidak, aku hanya ingin melakukan nya".
"Hm".
Fransisca pun berjalan masuk ke rumah nya dan Davian pun pergi meninggalkan rumah besar itu.
***
Fransisca yang lelah pun langsung merebahkan diri nya di kasur empuk yang ia miliki, Fransisca menghembuskan nafasnya, entah karna lelah atau hal yg lain.
Tiba tiba ada yg mengetuk pintu kamar Fransisca, dan masuk lah kepala pelayan dan menanyakan apa yang ingin di makan oleh nona muda nya itu.
Fransisca menolak dan meminta kepala pelayan nya untuk memberikan waktu prifasi untuk nya /meninggalkan nya sendiri di kamar.
__ADS_1
Kepala pelayan itu pun pergi dan menutup pintu perlahan.
"Huh" menghela nafas panjang.
"Kenapa aku merasa badmood yaa?, beberapa hari ini aku merasa kesal dan ingin marah marah, bukan kah bulan ini aku sudah datang bulan, atau aku hanya lelah?".
"Hais" menghela nafas kasar dan membalikan tubuh nya hingga posisi tubuh nya sekarang tengkurep #tau kan?#.
Fransisca benar benar merasa aneh dngn perasaan nya, entah mengapa dia merasa kesal dan kehilangan seluruh semangat nya.
"Ahh" desahan keras keluar dari mulut Fransisca yg kesal, mood nya benar benar buruk, Fransisca merasa gusar, tak ingin ke mana mana, kehilangan nafsu makan padahal ia sendiri belum makan apa pun sejak kemarin, dan rasa nya hanya ingin bergelut dengan kasur dan bantal.
Karna lelah berfikir, Fransisca pun tertidur lelap dengan keadaan ranjang yang berantakan.
***
Skip waktu nya bagi Fransisca untuk berangkat kuliah, di depan rumah nya sudah menunggu mobil sport yang berbeda, dan Davian menyambut manis Fransisca, ia membuka kan pintu mobil untuk mempersilahkan Fransisca masuk.
Dengan raut wajah datar Fransisca masuk mobil tanpa membalas sapaan dari Davian yang barusan saja di lontarkan oleh Davian.
"(Kenapa lagi nih bocah, semakin hari mood nya tambah buruk🤔)" tanya Davian dalam hati nya.
Tanpa membuang banyak waktu Davian langsung melajukan mobil sport nya ke universitas.
Ada hal yang aneh saat kami sampai di universitas, tak ada 1 orang pun yang menyambut kedatangan mereka, biasanya ada banyak sekali wanita yang menyambut dan berteriak gila ke arah para pangeran mereka.
#Btw Davian sama Maxim tadi udah janjian di pertengahan jalan, jadi ini berangkat kuliah nya bareng deh plus Clara juga lagi sama Maxim di dalam mobil nya#.
"Ada apa nih?, tumben sepi?" tanga Clara yang sudah keluar dari mobil Maxim
"Entahlah, tak peduli, mau kekelas" jawab Fransisca yg lagi lagi meninggalkan mereka di belakang.
"Dia kenapa lagi sih?" tanya Clara.
"Nggak tau gue, pas gue jemput tadi udah kek gitu".
"Hais tu anak".
Saat mereka berjalan bersama menuju kelas, lagi lagi Amanda nyamperin Davian dan menyapa manis Davian, Davian pun mengacuhkan Amanda, berjalan melewati Amanda seolah seolah tak ada siapa pun di hadapan nya.
Hal itu membuat Amanda menahan amarah nya, dia harus sabar jika ingin mendapatkan apa yang dia inginkan.
__ADS_1