
Tangan Amanda mulai naik untuk memukul Fransisca, sedangkan Fransisca masih dalam keadaan yang sama.
β
Tangan Amanda langsung di tangkap Davian dengan cekatan.
"Gue bilang sekali lagi sama lo, jangan buat rusuh, sekali lagi aja lo ulang, maka habis lo *menepis kuat tangan Amanda*".
Davian dan yang lain nya pergi menjauh dari Amanda, sedangkan Amanda sekarang sedang tersungkur di lantai.
"Amanda lo gpp" suara khawatir dari Lisa teman Amanda, yang selalu ada di samping Amanda untuk melakukan hal hal gila.
"Cewek sia**n itu harus terima akibat nya, dan lo Rani, bukan nya bantuin gue malah diam aja di sana kek patung" ucap Amanda kesal.
Rani langsung membantu Amanda, Rani adalah teman Amanda yg juga selalu ada di samping Amanda.
***
Fransisca melepaskan tangan nya dari genggaman Davian.
"Gue mau ketoilet" nada lesu terdengar dari mulut Fransisca.
"Ah ya sudah kalo gitu akan kami tunggu di kelas" Davian.
Fransisca berjalan dan menarik tangan Clara, Clara mengikuti Fransisca pergi, sedangkan Davian dan Maxim kembali ke kelas mereka.
"Fransisca lo ngerasain itu?" Clara.
"Iya".
"Jadi?".
"Kita liat aja nanti malem, waktu nya pas atau enggak, kita enggak bisa gegabah".
"Tapi gue nggak nahan".
"Lo pikir gue nggak apa, kita liat aja nanti malem".
Mereka pun sampai di dpn pintu kamar mandi, dan tiba tiba Fransisca memberhentikan langkah nya.
"Ada apa?" tanya Clara.
__ADS_1
"Liat" Fransisca membuka pintu kamar mandi dengan kasar, dan tumpah lah air kotor dari atas membasahi celana dan rok yg mereka pakai.
"Siapa yang melakukan tindakan seperti ini?" Clara.
"Udah lah nggak usah di urusin, kita ke sini untuk nenangin diri sebentar kan".
"Iya sih".
Mereka pun masuk ke kamar mandi dan membasuh wajah mereka dengan air.
***
"Sial, gimana dia tau sih, liat aja lo, mungkin yang ini lo bisa lolos tapi enggak untuk yang berikutnya, bagaimana pun lo yang buat pangeran gue bentak gue, lo harus tanggung jawab".
Wanita itu pun pergi meninggalkan toliet, sedangkan Fransisca dan Clara yg sudah selesai di kamar mandi, segera keluar dan kembali ke kelas.
"Kenapa lama banget?" Maxim.
"Lesu aja".
"Eh gimana kalo malem ini kita nonton, ada film bagus yang tayang perdana di bioskop" ajak Davian.
"Kita nggak bisa ikut, malam ini kami ada urusan penting" jawab Clara.
"Ahh baiklah jika kalian tak bisa, kami tak bisa memaksa" jawab Maxim.
Kelas pun di mulai karna sang dosen sudah hadir, sepanjang jam pelajaran Fransisca dan Clara tak memperhatikan sedikit pun, yang ada di benak mereka hanya lah bagaimana nanyi malam, mereka menyusun rencana agar apa yang mereka inginkan terjadi.
Jam pelajaran pun selesai dan saat nya bagi semua mahasiswa pulang.
"Apa boleh kami antar pulang" ajak Maxim.
"Nggak perlu, sopir kami udah jemput kok" jawab Fransisca yang langsung berjalan meninggalkan kelas di ikuti oleh Clara.
"Kenapa sih mereka, sejak dari kantin tadi mereka jadi berubah, entah kemana pergi nya semangat itu" Maxim yang sedang berbicara dengan Davian sambil menatap pintu yang sudah tertutup karna keluar nya Fransisca dan Clara.
"Entah lah, apa kita buat kesalahan?, atau karna Amanda tadi?" Davian.
"Kalo emang karna Amanda kenapa Clara ikutan murung?".
"Siapa tau kan dia juga suka sama gue" pede yg melewati batas.
__ADS_1
"πππ" Maxim.
"Ya udah lah ayo pulang".
Malam pun tiba.
Rumah besar keluarga Dwiputra #rmh Fransisca#.
"Jadi di mana tepat nya tempat ini?" Clara.
"Yang pasti di tempat yang jauh dari penduduk".
"Enggak mau di cek dulu?".
"Langsung aja, toh ini juga udah pasti, gue nggak bisa nahan terlalu lama".
"Tapi bagaiman juga ini salah satu markas milik mafia besar".
"Tapi ini bukan lah markas inti, kurasa ketua mafia tak akan ada di sana".
"Oke lah gue ikut lo aja".
"Ganti baju dulu lah".
"Oke".
Mereka pun mengganti pakaian mereka.
Outfit Fransisca
Outfit Clara
Mereka sekarang sudah siap untuk pergi, sebelum pergi....
"πBik aku akan menginap di rumah Fransisca" Clara pun mengabari kepala pelayan nya.
TBC
__ADS_1