Couples Savage

Couples Savage
warning


__ADS_3

Flashback


Setelah kembali pulang ke rumah masing masing, siang pun berganti malam, dan saat itu lah Fransisca menagih janji Davian yang akan memberikan ia solusi dari masalah nya itu.


"📞Baiklah, aku akan menjemput mu sekarang"


"📞Tapi apa...".


Tutt tutt


Telfon terputus.


Pov Fransisca


"Ehhh dasar curut😤, belum juga selesai ngomong, emang kalo curut itu beda yaa😤😤😤, ahhh auk ah, mau siap siap, kalo si curut itu datang dan aku belum siap kan kasian, gimana pun dia itu anak dari keluarga PUTRA #nada penekanan#".


Fransisca pun mandi dan bersiap siap.


Skip


Davian pun sampai dan Fransisca langsung masuk ke dalan mobil tanpa di suruh lagi oleh Davian, setelah selesai Davian langsung melajukan mobil nya.


"Ke mana?".


"Ke tempat yang akan membuat kau merasa baik dan senang" ucap Davian dengan smirk nya.


Mereka pun akhir nya sampai pada tempat tujuan.


"Ini adalah markas ku, di sini lah aku menyandra orang orang yang membahayakan bagi kelangsungan usaha ku" jelas Davian yang sudah berada di luar mobil.


"So why did you bring me here?".


"To make you be happy, honey😊".


Mereka pun berjalan masuk ke markas, dan saat Fransisca masuk, Fransisca begitu terkejut saat melihat banyak sekali tahanan di sana, bukan hanya pria, bahkan juga ada wanita.


"Markas mu ini lebih mirip kantor polisi" ucap Fransisca sambil mengaggumi setiap inci markas itu.

__ADS_1


"Ini bukan hanya milik ku, tapu juga milik Maxim, kami membangun ini bersama"


Jelas Davian.


Markas itu mungkin nampak seperti kantor polisi karna banyak sekali kurungan di sana, hanya saja, markas Davian ini kotor, gelap dan usam, seperti bangunan yang tak terpakai, jika kalian melihat luar markas ini, maka kalian akan melihat ada beberapa lumut dan rumput yang menghiasi dinding markas.


Keadaan di dalam markas begitu rusuh, apalagi saat Fransisca masuk, karna mungkin menurut mereka Fransisca juga akan bergabung dengan mereka.


Setelah berjalan melewati banyak sekali kurungan mereka pun sampai di tempat yang terdapat banyak sekali ruangan tertutup di samping kanan dan kiri, layak nya kos kosan, dinding yang hanya di lapisi semen kasar, lumut yang menghiasi dinding dan lamph yang tak begitu menerangi membuat keadaan di sana sedikit menyeramkan layak nya bangunan yang di tinggalkan.


"Baiklah, kita sudah sampai" ucap Davian pada Fransisca sambil membuka salah satu pintu ruangan tertutup yang berada di dekat mereka.


Saat Davian membuka pintu di sana sudah ada seorang pria yang kaki dan tangan nya sudah terikat, pria itu tak terlalu memberontak, sebenarnya Fransisca masih bingung dngn hal ini, tapi saat itu juga Davian menjelaskan.


"Luapkan lah nafsu mu, aku akan selalu menyiapkan seseorang agar kau dapat meluapkan nafsu mu itu" senyuman Davian menghiasi bibir nya.


"Maksud mu...".


"Yaa, aku akan selalu menyiapkan seseorang untuk kau lenyapkan, agap saja aku ini sebagai pelayan mu, yang akan selalu hadir saat kau membutuhkan sesuatu" smirk Davian


"Kau memang yang terbaik" senyum Fransisca.


"Tapi sayang, ini tidak lah gratis" smirk nakal Davian terlukis di bibir nya.


"Wahh😃, kau bilang anggap saja diri mu seperti pelayan ku😏".


"Sayang, pelayan juga perlu bayaran bukan, jadi bagaimana kau akan membayar ini?😏".


"😒😒😒Aku tau apa yg kau minta itu".


"😏Trima kasih sayang, kau yg terbaik😏".


"(Dasar mes*m😤, kau selalu mengambil keuntungan dari ku, haduehhh, sabar)" ucap Fransisca dalam hati nya.


"Sudah lah sayang, tak perlu kau mengumpat ku dalam hati mu, nikmatilah santapan mu dan setelah itu aku yang akan menikmati santapan ku😏😏😏" smirk Davian.


"😒".

__ADS_1


Fransisca pun masuk, di sana sudah lengkap berbagai macam jenis pisau, sedangkan Davian meninggalkan Fransisca di sana.


Keadaan di dalam ruangan sungguh jauh beda dari tampilan luar, di dalam ruangan terdapat wastafel, lantai yang sudah di kramik dengan warna biru terang, lampu yang memadai sehingga di ruangan itu benar benar cerah, tapi warna keramik itu sebentar lagi akan berubah saat Fransisca sudah mulai memilih pisau.


"Apa yamg akan kau lakukan ja*ang?" teriak sang tawanan.


"Aku akan menghabisi mu" jawab enteng Fransisca sambil tetap memilih pisau.


Mendengar jawaban itu membuat sang tawanan bergidik ngeri dan mulai meminta belas kasihan.


"Dengar, aku tidak bersalah, aku tidak melakukan apa pun, aku tak tau apa pun😫" rengek sang tawanan.


"Aku tak peduli dengan hal itu, ya g aku tau sekarang adalah kau sudah berada di sini, dan itu arti nya nyawa mu sudah ada di tangan ku" ujar Fransisca sambil mengenakan sarung tangan karet yang sudah tersedia di sana.


Tanpa memperdulikan perkataan sang tawanan, Fransisca pun mulai mengangkat pisau nya dan memulai aksi nya.


Fransisca menyayat rambut pria itu beserta kulit kepala nya, pria itu menjerit kesakitan dan menangis dengan begitu besar, bagi Fransisca jeritan dan tangisan itu membuat dia semakin bersemangat.


Setelah semua kulit rambut lepas dari kepala nya, Fransisca pun menyayat telinga korban dengan pisau yang tak begitu tajam hingga rasa sakit akan yang akan di rasakan berlipat lipat ganda.


Setelah 1 telinga lepas dari kepala, Fransisca beralih ke wajah, dan setelah mendapat kan objek yang tepat, Fransisca langsung menyayat kelopak mata sebelah kanan korban dengan cepat.


Terikan besar kembali terdengar, dan kelopak mata itu pun jatuh ke lantai, dan berada tepat di bawah kaki Fransisca, dengan smirk nya Fransisca langsung menginjak dan memutar mutar kan kaki nya ke kelopak mata yang jatuh itu, korban yang masih belum sepenuh nya mendapat pengelihatan nya itu, melihat hal itu, membuat korban semakin merasa takut dan ingin cepat lenyap dari dunia ini.


"Tolong, lenyap kan lah aku hiks hiks😭" suara tangisan yang di sertai permohonan terdengar di telinga Fransisca.


"Aku sudah bilang, nyawa mu sekarang sudah ada di tangan ku, kau akan mati jika aku sudah merasa puas" smirk devil terukir di wajah Fransisca.


Vote nya dong.


Like juga.


Tinggalin jejak dngn komen.


Semua itu bisa membuat author tambah semangat.


Dan juga kalo bisa rate dan share.

__ADS_1


__ADS_2