
Davian pun tersenyum melihat ekspresi dari Fransisca, menurut nya itu sangat manis.
Yang di tunggu tunggu pun akhir nya tiba, Clara dan Maxim pun turun.
"Ngapain aja di dalam? *menyinggung dengan senyuman*, kok baru turun sih? *senyuman membunuh*" Fransisca.
*๐ข๐ข๐ข* "Jangan marah marah dong, emang Fransisca enggak sayang lagi apa sama Clara *suara manis*" Clara.
"Wahh kalo soal sayang jangan di tanya, aku sangat menyayangi mu sampai sampai rasa nya itu ingin ku bunuh" *mendekat ke Clara dengan tangan yang siap mencekik.
Para pria hanya melihat dengan senyuman, mereka tau itu hanya lah sebuah candaan, sampai lah tangan Fransisca benar benar ada di leher Clara dan tanpa sengaja Fransisca menarik kain yang menutupi leher Clara.
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ, Terlihat banyak sekali bekas ****** di leher Clara.
Ekspresi Fransisca tiba tiba berubah 180ยฐ, tiba tiba Fransisca langsung menatap tajam ke arah Maxim.
"๐๐๐, Kek nya puas banget ya main nya semalem, *terus berjalan maju sedangkan Maxim terus berjalan mundur*" Fransisca.
Karna tak ingin hal ini berlanjut Davian pun menahan Fransisca.
"APA!!!??".
"Sayang, jangan marah marah ya, ini masih pagi".
__ADS_1
"Sayang pala lu, sejak kapan kita jadian?".
"Oh iya ya, kita belum jadian ya๐ค".
"Dasar bodoh, sudah lepasin tangan ku, sebelum aku melukai nya maka aku tak akan berhenti" *meronta*.
*tetap menahan* "Kamu ngapain sih marah?".
"Lo masih nanya haa".
"Ya iya lah aku nanya, orang cuma kek gitu aja marah sih, bukan nya semalem kita juga kek gitu".
"๐๐๐๐" Fransisca.
Fransisca pun mulai berjalan mendekati Davian dengan senyuman manis nya.
"****** lo Davian" Clara.
"Lah emang napa?" tanya Maxim.
"Kalo Fransisca udah senyum kek gitu, pasti bawaan nya mau bunuh orang" jawab Clara sambil menahan tawa.
Maxim yang mendengar hal itu pun terkejut dan panik, sedangkan Davian malah tak merasa takut sama sekali, bahkan tampak di wajah nya jika dia suka di dekati oleh Fransisca.
__ADS_1
"Ada apa?, apa kau mau lagi?" Davian.
"Tidak, aku tidak ke kurangan ******, kau lah yg kekurangan ******, sini aku buat kan".
"Wahh sayang ku baik banget, nih" dngn bahagia nya Davian menyodorkan leher nya.
"(Si*l, *geram*, kalo dia bukan Davian udah gue gigit bener tu leher sampe keluar darah), kau beruntung untuk hari ini, tapi tidak lain kali" dngn kesal Fransisca mendorong tubuh Davian agar menjauh dari nya.
Maxim pun merasa lega karna teman satu satu nya tak jadi meninggal, Clara dia malah masih menahan tawa nya, sedang kan Davian ekspresi yg kecewa.
Maxim pun berjalan mendekat ke arah Davian, dan menepuk pundak nya.
"Hari ini kau beruntung sobat".
"Haa, apa yg kau katakan, jelas jelas dia mengurungkan untuk membuat ****** di leher ku, kau tau seberapa kecewa diri ku?".
"Kau beruntung Fransisca tak membuat kan ****** di leher mu, jika dia melakukan nya, warna yang muncul bukan merah biasa, tapi merah darah" ucap Clara yg berjalan meninggalkan kedua pria itu.
Ucapan Clara itu membuat Davian membelalakan mata nya terkejut, Davian pun menelan ludah nya berat, sedangkan Maxim menepuk pundak Davian dngn ekspresi yg tak bisa di ungkap kan #author bingung#, Maxim pun pergi meninggalkan Davian sendirian berdiri di sana, dengan ekspresi yg masih sama.
"Ya ampun leher ku, kau selamat hari ini" mengelus leher nya.
Skip mereka datang ke sekolah bersama, dan di sana sudah berbaris banyak sekali mahasiswi yg berteriak teriak tak karuan.
__ADS_1
Saat mobil Davian dan Maxim berhenti, yaa tanpa di suruh pasti Fran dan Clara turun kan, tapi hal itu di hentikan oleh Davian dan Maxim, mereka keluar mobil lebih dulu dan membuka kan pintu untuk Fransisca dan Clara, bukan hanya itu Davian dan Maxim menyodor kan tangan nya untuk membantu wanita mereka, Clara menerima uluran tangan itu, tapi tidak dngn Fransisca, dia menepis nya dan berdiri sendiri, berdiri dan berjalan tanpa ekspresi, Fransisca berjalan mendahului yg lain.